Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga

    Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga

    Waktu: 2026-07-29 16:18:41 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Semarak Piala Dunia 2026 menyelimuti Indonesia karena mayoritas masyarakat Indonesia dikenal gila bola. Turnamen sepakbola yang digelar empat tahun sekali ini selalu menjadi momen istimewa yang dinantikan untuk dinikmati bersama.

    Tradisi nonton bareng atau nobar kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Piala Dunia, mulai dari sudut pasar, warung kopi, balai warga, taman, hingga pusat perbelanjaan, yang dipenuhi pencinta sepakbola.

    Mayoritas pertandingan yang berlangsung pada dini hari tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap terjaga, bahkan banyak yang rela mengorbankan waktu istirahat demi menyaksikan aksi para pesepakbola terbaik dunia.

    Di Pasar Kebayoran yang nyaris tak pernah sepi, para pedagang memanfaatkan waktu luang di sela aktivitas berdagang dengan berkumpul di depan televisi berukuran 24 inci. Canda, tawa, dan saling ledek antarpedagang membuat suasana di pasar terasa semakin hangat dan penuh keakraban.

    Kehangatan juga tercipta di warung kopi karena menjadi tempat berkumpul warga untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui televisi berukuran kecil. Sedangkan pengemudi ojek daring dan warga yang melintas turut berhenti sejenak untuk menikmati pertandingan dan bersorak saat peluang emas tercipta.

    Di balai warga, anak-anak yang mengenakan jersey tim nasional kebanggaan masing-masing tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan. Mereka bersorak menikmati pertandingan bola bersama teman-teman sebaya.

    Suasana tak kalah meriah juga terlihat di pusat perbelanjaan saat warga memadati area nonton bareng. Setiap peluang gol dan aksi memukau para pemain disambut sorak-sorai serta tepuk tangan yang menggema di sepanjang pertandingan.

    Nonton bareng juga diinisiasi sekelompok pemuda dari kawasan Kemang, Jakarta Selatan, melalui konsep ‘nobar keliling’. Mereka membawa televisi berukuran 43 inci yang diletakkan di atas meja portabel.

    Meski hanya mengandalkan sebuah televisi, nobar keliling tetap dipenuhi masyarakat dari berbagai usia. Mereka berkumpul, berbincang, dan berbagi semangat mendukung tim favorit sekaligus menyebarkan euforia Piala Dunia ke berbagai sudut Jakarta.

    Di balik setiap gol dan sorak kemenangan, tradisi nonton bareng menghadirkan kehangatan yang sulit tergantikan. Saat peluit panjang pertandingan dibunyikan, yang tersisa bukan hanya hasil akhir di papan skor, tetapi juga kenangan akan kebersamaan dan semangat yang menyatukan masyarakat dalam euforia Piala Dunia 2026.

    Seorang warga mencari diagnosa penyakit darah tinggi dengan Chat GPT

    Sejumlah anak menyaksikan pertandingan Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di salah satu balai warga di Gandaria Utara.

    Sejumlah pedagang menyaksikan pertandingan Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Pasar Kebayoran.

    Warga menyaksikan pertandingan Prancis melawan Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di kawasan Pasar Kebayoran.

    Warga bersorak merayakan gol Spanyol saat mengikuti nonton bareng pertandingan babak semifinal Piala Dunia 2026 di kawasan Pasar Kebayoran.

    Seorang pedagang menyaksikan pertandingan Prancis melawan Spanyol pada babak semi final Piala Dunia 2026 di Pasar Kebayoran.

    Potret salah seorang pendukung Argentina saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

    Warga menyaksikan pertandingan Inggris melawan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di pusat perbelanjaan

    Sejumlah pendukung Argentina merayakan keberhasilan melaju ke babak final Piala Dunia 2026.

    Warga menyaksikan pertandingan Inggris melawan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di pusat perbelanjaan.

    • Sebelumnya: Siswi SMP di Grobogan Trauma Berat karena Berkali-kali Diperkosa Ayah Kandung
    • Selanjutnya: Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit

      Artikel Terkait

      • Pencuri di Ponorogo Kembalikan Motor, Tulis Surat "Saya Khilaf"
      • BNPP RI Catat Realisasi Anggaran 99,38 Persen, Pertahankan Opini WTP BPK
      • Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke RI
      • Polisi Tangkap Remaja di Jaksel yang Lecehkan 3 Anak, Modus Ajak Main Gim
      • Saham IPO Sering ARA Berkali-kali, Analis Ingatkan Ritel Jangan Terjebak Hype
      • Kronologi Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Diawali Curiga Istri
      • Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari
      • Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup
      • Pemkab Tanah Datar Gandeng Kejari Kawal Dana TKD Rp 126,87 M
      • Respons Pengacara soal Roy Suryo Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik

        Lihat Sekilas

      • Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Lama
      • Anggota DPR: Tak Ada Aturan Tetapkan Febrie Tersangka Harus Izin Presiden
      • SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah
      • Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
      • Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
      • Curhatan di Status WhatsApp Bongkar Aksi Ketua RT di Lumajang yang Diduga Perkosa Anak 14 Tahun
      • Prabowo Bocorkan Bakal Launching Motor Listrik Nasional
      • Mau Nonton Piala Dunia di Rumah, Pasien Puskesmas di Sulbar Kabur Bawa Infus
      • WNI Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Armenia, Terduga Pelaku Juga WNI
      • Buntut Kecelakaan Maut, Sejumlah U-turn Ilegal di Jalur Pantura Indramayu Segera Ditutup
      • Copyright © 2026 Powered by Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga,Vista Notebook   sitemap