Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga

    Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga

    Waktu: 2026-09-12 18:20:16 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Semarak Piala Dunia 2026 menyelimuti Indonesia karena mayoritas masyarakat Indonesia dikenal gila bola. Turnamen sepakbola yang digelar empat tahun sekali ini selalu menjadi momen istimewa yang dinantikan untuk dinikmati bersama.

    Tradisi nonton bareng atau nobar kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Piala Dunia, mulai dari sudut pasar, warung kopi, balai warga, taman, hingga pusat perbelanjaan, yang dipenuhi pencinta sepakbola.

    Mayoritas pertandingan yang berlangsung pada dini hari tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap terjaga, bahkan banyak yang rela mengorbankan waktu istirahat demi menyaksikan aksi para pesepakbola terbaik dunia.

    Di Pasar Kebayoran yang nyaris tak pernah sepi, para pedagang memanfaatkan waktu luang di sela aktivitas berdagang dengan berkumpul di depan televisi berukuran 24 inci. Canda, tawa, dan saling ledek antarpedagang membuat suasana di pasar terasa semakin hangat dan penuh keakraban.

    Kehangatan juga tercipta di warung kopi karena menjadi tempat berkumpul warga untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui televisi berukuran kecil. Sedangkan pengemudi ojek daring dan warga yang melintas turut berhenti sejenak untuk menikmati pertandingan dan bersorak saat peluang emas tercipta.

    Di balai warga, anak-anak yang mengenakan jersey tim nasional kebanggaan masing-masing tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan. Mereka bersorak menikmati pertandingan bola bersama teman-teman sebaya.

    Suasana tak kalah meriah juga terlihat di pusat perbelanjaan saat warga memadati area nonton bareng. Setiap peluang gol dan aksi memukau para pemain disambut sorak-sorai serta tepuk tangan yang menggema di sepanjang pertandingan.

    Nonton bareng juga diinisiasi sekelompok pemuda dari kawasan Kemang, Jakarta Selatan, melalui konsep ‘nobar keliling’. Mereka membawa televisi berukuran 43 inci yang diletakkan di atas meja portabel.

    Meski hanya mengandalkan sebuah televisi, nobar keliling tetap dipenuhi masyarakat dari berbagai usia. Mereka berkumpul, berbincang, dan berbagi semangat mendukung tim favorit sekaligus menyebarkan euforia Piala Dunia ke berbagai sudut Jakarta.

    Di balik setiap gol dan sorak kemenangan, tradisi nonton bareng menghadirkan kehangatan yang sulit tergantikan. Saat peluit panjang pertandingan dibunyikan, yang tersisa bukan hanya hasil akhir di papan skor, tetapi juga kenangan akan kebersamaan dan semangat yang menyatukan masyarakat dalam euforia Piala Dunia 2026.

    Seorang warga mencari diagnosa penyakit darah tinggi dengan Chat GPT

    Sejumlah anak menyaksikan pertandingan Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di salah satu balai warga di Gandaria Utara.

    Sejumlah pedagang menyaksikan pertandingan Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Pasar Kebayoran.

    Warga menyaksikan pertandingan Prancis melawan Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di kawasan Pasar Kebayoran.

    Warga bersorak merayakan gol Spanyol saat mengikuti nonton bareng pertandingan babak semifinal Piala Dunia 2026 di kawasan Pasar Kebayoran.

    Seorang pedagang menyaksikan pertandingan Prancis melawan Spanyol pada babak semi final Piala Dunia 2026 di Pasar Kebayoran.

    Potret salah seorang pendukung Argentina saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

    Warga menyaksikan pertandingan Inggris melawan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di pusat perbelanjaan

    Sejumlah pendukung Argentina merayakan keberhasilan melaju ke babak final Piala Dunia 2026.

    Warga menyaksikan pertandingan Inggris melawan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di pusat perbelanjaan.

    • Sebelumnya: Kenapa Pintu Masuk Museum Bahari Jakarta Terlihat Pendek?
    • Selanjutnya: Eks Dirjen Pajak Kritik Kenaikan Pajak Air Tanah di Kabupaten Bogor

      Artikel Terkait

      • KPK Periksa Kepala BPKAD Tulungagung, Telusuri Aliran Dana ke Bupati Gatut
      • Cerita Wartini Sekolah di Usia 55 Tahun demi Menemani Sang Anak Meraih Mimpi
      • Frenkie de Jong Cedera, Hansi Flick Siap Coba 6 Pemain Muda Barcelona
      • Komisi I DPR-Kemhan Bahas Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
      • Polisi Bongkar Illegal Logging di Pelalawan, 10 Kubik Kayu Disita
      • Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara
      • Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror Tetangga: Tendang Pagar hingga Bawa Golok
      • Penipuan Tiket Kapal Marak di Sikka, Pelni Imbau Warga Beli melalui Kanal Resmi
      • NotebookLM Resmi Berganti Nama, Kini Masuk Keluarga Gemini
      • Prabowo: Lebih dari 108 Masalah Diselesaikan dalam 18 Bulan, Ini Prestasi

        Lihat Sekilas

      • APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM
      • Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat
      • Yusril: DPR Sedang Bikin Draf Baru RUU Perampasan Aset
      • Laporan Amplop Menhut Selesai, KPK Lanjut Dalami Kaitan ke Bupati Kuansing
      • 7 Negara Penghasil Teh Terbesar di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
      • Tak Hanya Stasiun Besar, Turis Asing Kini Naik Kereta dari Stasiun Kecil
      • Awasi Bursa Mineral, OJK Akan Punya Komisioner Baru
      • Mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya Laporkan Jual Beli Stan SWK ke Polisi
      • Polisi Pingsan Ditabrak Pelajar saat Mengatur Lalu Lintas di Bantul
      • Target Pertamina Hari Sabtu 18 Juli Antrean BBM di Sumut Normal Kembali
      • Copyright © 2026 Powered by Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga,Vista Notebook   sitemap