Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif

    Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif

    Waktu: 2026-09-12 17:40:21 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum merekomendasikan aktivitas pendakian Gunung Merapi.

    Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa dalam radius tiga kilometer Gunung Merapi tidak boleh ada aktivitas. Sebab masih ada potensi bahaya erupsi eksplosif.

    Menurut dia, erupsi eksplosif material Gunung Merapi bisa sampai ukuran bongkahan sebesar 20 sentimeter. Ini merupakan ukuran material erupsi yang sangat membahayakan bagi manusia.

    "Untuk itulah aktivitas pendakian belum kami rekomendasikan sampai dengan saat ini," kata Agus dalam rapat koordinasi penanganan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026).

    Potensi erupsi Merapi

    Menurut Agus, potensi untuk terjadinya erupsi eksplosif Gunung Merapi masih cukup besar dan guguran awan panas yang masih intensif sampai dengan saat ini jumlahnya ratusan kali per hari.

    "Jadi, dengan probabilitas kejadian erupsi eksplosif yang akan membahayakan para pendaki, maka kami belum menyarankan adanya pendakian," imbuh dia.

    Meski ada wilayah yang dominan, katanya erupsi eksplosif Gunung Merapi menyasar ke semua arah.

    "Potensi bahayanya itu kan melingkar ya, ke segala arah. Karena dia eksplosif. Bisa ke segala arah. Satu kali erupsi itu ke semua arah memang akan ada arah dominan, yang itu bisa tergantung oleh arah mata angin," tandas dia.

    "Pada prinsipnya, ancaman bahaya erupsi eksplosif itu ke segala arah. Sehingga sifatnya radius. Jadi tidak ada sektor tertentu untuk ancaman bahaya erupsi eksplosif. Jadi di daerah mana pun, di sektor mana pun ketika dia di dalam 3 kilometer, itu masih berbahaya," sambung dia.

    Bongkahan batu sampai Pasar Bubrah

    Menurut dia, erupsi eksplosif sudah terjadi lebih dari 20 kali sejak 2012.

    Tetapi yang sering terjadi adalah erupsi freatik. Beberapa kali kejadian erupsi mengarah ke utara.

    "Jadi itu memang tidak ada, apa istilahnya, arah tertentu. Dari arah erupsi eksplosif itu. Bisa ke utara, bisa ke selatan gitu. Jadi, memang karakternya seperti itu. Jadi kita tidak bisa menyimpulkan bahwa arah utara itu steril," kata dia.

    "Nyatanya sudah sering, beberapa kali terjadi. Contohnya kejadian tahun 2013. Itu terjadi erupsi eksplosif dan bongkahan batu itu sampai di Pasar Bubrah yang dalam radius 1 kilometer," imbuh dia.

    • Sebelumnya: 'Taufik Hidayat' Cikarang Penyiksa Pacar Ditangkap di Jakarta Timur
    • Selanjutnya: Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata

      Artikel Terkait

      • 2 Pengedar Tembakau Sintetis di Serang Gunakan Anak sebagai Kurir
      • Mekeng: Obligasi Daerah Bukan Barang Baru, AS-Jepang Sudah Terbitkan
      • 3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Jateng
      • Diresmikan Prabowo, Konstruksi Proyek Abadi Masela di Maluku Dimulai
      • Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M
      • Spanyol Hapus Sosok Donald Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
      • Sampah-sampah Dilalap Api dari Depok hingga Gunung Putri
      • TPA Cipayung Depok Kebakaran, Api Menyala Besar
      • Polisi Kembali Serahkan Barang Bukti 3 Kasus Korupsi Terkait Febrie ke Kejagung
      • Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional

        Lihat Sekilas

      • Massa Demo Mulai Orasi di Medan Merdeka Selatan, Lalin Arah Gambir Ditutup
      • Kasus Korupsi Irak: Emas 375 Kg Disita, Uang Miliaran di Saluran Air
      • Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset
      • Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
      • Kronologi Kecelakaan 9 Kendaraan di Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Diduga Truk Bermuatan Galon Rem Blong
      • Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada
      • Kecelakaan Kereta Api di Semarang, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam
      • Pemkab Agam Usulkan Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi, Diklaim Kurangi Dampak ke Permukiman
      • Viral Suzuki Thunder Bertangki Modifikasi Antre di SPBU, Pertamina Buka Suara
      • 4 Hari Bertahan di Laut, Bocah Korban KM Nurul Salsa Saksikan Ibunya Meninggal di Atas Pelampung
      • Copyright © 2026 Powered by Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif,Vista Notebook   sitemap