Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M

    Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M

    Waktu: 2026-09-12 18:21:47 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    KPK menyita emas dan gepokan duit dari brankas Bupati Sukoharjo Etik Suryani, yang merupakan tersangka kasus dugaan pemerasan bawahannya. Etik melaporkan dirinya punya harta Rp 9,1 miliar.

    Dilihat dari situs LHKPN KPK, Jumat , Etik telah melapor LHKPN pada 27 Maret 2026. Laporan itu berisi harta Etik selama 2025.

    Etik melaporkan dirinya punya enam bidang tanah dan bangunan di Wonogiri dan Sukoharjo. Total nilainya Rp 4,8 miliar.

    Berikutnya, Etik tercatat punya tiga unit mobil senilai Rp 475 juta. Etik juga tercatat punya harta bergerak lainnya, seperti emas hingga barang elektronik senilai Rp 2,7 miliar serta kas dan setara kas Rp 973 juta.

    Etik tidak punya utang. Total hartanya Rp 9.119.012.976 .

    KPK Sita Emas Batangan dan Gepokan Duit

    Sebagai informasi, Etik merupakan Bupati Sukoharjo periode 2021-2025 dan 2025-2030. Dia menjadi Bupati menggantikan suaminya, Wardoyo Wijaya, yang lebih dulu menjabat Bupati Sukoharjo selama dua periode, yakni 2010-2015 dan 2016-2021.

    Etik kemudian ditangkap KPK dalam OTT karena diduga melakukan pemerasan. KPK menyita barang bukti Rp 21,2 miliar dalam kasus ini.

    Barang bukti itu berupa uang dalam berbagai pecahan mata uang asing hingga emas 2,5 kg. KPK menemukan uang itu dari dua brankas milik Etik.

    Brankas pertama tampak berukuran cukup besar dengan tinggi hingga sedada orang dewasa. Brankas besar itu berisi empat laci yang dipenuhi gepokan uang. Uang itu terlihat diikat dengan karet. Brankas itu berada di Wonogiri.

    "Jadi ada empat laci susun yang digunakan untuk menyimpan uang dari setoran rutin OPD maupun upah pungut. Brankas tersebut ada uang rupiah, dolar Australia, dolar Amerika, yen Jepang, ringgit Malaysia," kata jubir KPK, Budi Prasetyo.

    Brankas kedua berada di Laweyan dan berukuran lebih kecil. Brankas itu berisi uang tunai dan emas seberat 2,5 kg.

    "Brankas yang disimpan di daerah Laweyan ada sejumlah uang tunai juga logam mulai emas sejumlah 25 keping, masing-masing 100 gram, sehingga total seberat 2,5 kg dengan nilai Rp 7,3 miliar," ujar Budi.

    Etik sendiri diduga melanjutkan 'tradisi' pemerasan yang dilakukan suaminya selama menjabat Bupati Sukoharjo. Etik diduga menerima Rp 4,9 miliar dari pemerasan upah pungut dan setoran rutin OPD sejak 2021.

    Tonton juga video "Rincian Barbuk Uang-Emas 2,5 Kg Rp 21,2 M dari OTT Bupati Sukoharjo"

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
    • Selanjutnya: Super El Nino yang Ditakuti Dunia Justru Diduga Menekan Jumlah Badai Atlantik

      Artikel Terkait

      • Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual
      • Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
      • Pegadaian Dorong Green Tourism Yogyakarta Lewat Becak Kayuh Listrik
      • WNI Asal Maros Diduga Dibunuh di Armenia, Kemlu Kirim Nota Diplomatik
      • Menkes Minta Tata Kelola Blokir Anggaran Diperbaiki
      • Mojtaba Khamenei Angkat Suara Usai Pemakaman Ayahnya
      • Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda
      • PAM JAYA Gelar Gathering Pekerja, Perkuat Sinergi dan Harmonisasi Internal
      • 35 Soal Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi MPLS 2026 Jenjang SMP, Lengkap Kunci Jawaban
      • Dibanding Usia iPhone, Lebih Lama Orang Ini Kerja di Apple

        Lihat Sekilas

      • 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih
      • Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah
      • Mensos Minta Program Kemensos Lebih Terintegrasi hingga Berbasis Data
      • Periksa Bobby Rizaldi, KPK Dalami Pengaturan Audit BPK untuk Muara Enim
      • Material Rendah Emisi Mulai Jadi Pilihan untuk Ruang Bermain Anak
      • Korsel-China Mulai "Kepung" IKN, Mampukah Swasta Pecah Dominasi APBN?
      • Kejagung Ungkap Kerugian Negara Kasus Samin Tan Rp 17,7 Triliun
      • 6 Maskapai Ajukan Rute Baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung
      • Khephren Thuram Alami Masalah, Juventus Percepat Negosiasi Franck Kessie
      • Cerita Wartini Sekolah di Usia 55 Tahun demi Menemani Sang Anak Meraih Mimpi
      • Copyright © 2026 Powered by Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M,Vista Notebook   sitemap