Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang

    Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang

    Waktu: 2026-09-12 18:21:49 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Seorang pelajar berinisial R membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Padang, Sumatera Barat . Polisi mendalami terkait dugaan bullying yang dialami R.

    "Kalau kemarin pengakuan awal ya ada beberapa ya kalau nggak salah, satu orang ya yang melakukan, mem-bully dia itu. Nanti didalami lagi ini," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya saat dihubungi wartawan, Kamis .

    Susmelawati mengatakan R mengaku di-bully satu orang. Namun R juga mengaku kerap mengalami bullying sejak kecil.

    "Pengakuan di lapangan ada satu orang yang mem-bully. Tapi pernah juga kemarin itu di tanya di lapangan, dulu waktu kecil mengalami itu, mengalami di-bully, tapi tidak dengan anak yang sama ya. Kemudian, mulai dari kelas II, dia mulai mengalami bullying dari teman-teman sekelas," tuturnya.

    Saat ini, polisi masih mendalami bentuk bullying yang dialami R. Dia juga mengatakan akan memeriksa keterangan dari sejumlah pihak terkait dugaan ini.

    " ini belum diambil keterangan lebih lanjut, seperti apa pendalaman gitu kan, nanti akan didalami," ungkapnya.

    Saat ini polisi telah memeriksa 12 saksi, termasuk guru juga satpam sekolah untuk mendalami kasus tersebut. Di samping itu, polisi juga berfokus pada merehabilitasi R

    "Iya, disampaikan Polresta bahwa sampai saat ini hari pertama pemeriksaan berjalan sudah 7 orang lebih fokus kepada guru-guru, kepada satpam yang ada di lokasi, yang ikut waktu kejadian. Kemudian, kepada si pelaku sendiri gitu, kemudian ada beberapa yang dipanggil, hari ini sudah menjadi 12 orang," jelasnya.

    "Seperti apa detailnya itu masih batas-batas itu saja dulu, yang paling terpenting itu masalah rehabilitasi pelaku, itu yang hasil koordinasi saya," tambahnya.

    Sebelumnya, polisi mengatakan R belajar merakit bom secara autodidaktik selama empat bulan. R bermaksud untuk membalas bullying yang dialami.

    "Berdasarkan pengakuan dari yang bersangkutan, dia belajar secara mandiri atau autodidak dari YouTube, Instagram, dan internet. Dia belajar mandiri secara autodidak dan itu sudah disampaikannya," bebernya.

    Susmelawati menyampaikan belum ada informasi terkait adanya pihak yang mengajari korban merakit bom. Namun R mengaku bahwa ia belajar autodidaktik.

    "Sampai saat ini, belum ada informasi terkait adanya pihak atau orang lain yang membimbingnya. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, memang dia itu mengaku belajar autodidak secara mandiri sendiri," ungkapnya.

    Dia mengatakan R belajar merakit bom sejak sekitar empat bulan yang lalu. R mengaku kerap menjadi korban bullying sejak menginjak kelas II.

    " dari bulan Ramadan kemarin, berarti dari April, sampai sekarang. Karena si anak dari duduk kelas II dia sudah di-bully. Sekarang dia sudah kelas III. Sejak pertama duduk di kelas II, dia sudah di-bully sama teman-teman kelasnya," tuturnya.

    "Jadi, tindakan ini kemungkinan merupakan akumulasi dari beban tekanan psikologis yang mendalam sehingga dia dari bulan Ramadan sudah belajar secara autodidak, kemudian melihat internet, melihat instagram itu ia lakukan, itu ia akui sendiri," tambahnya.

    Simak juga Video 'Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, 1 Siswa Diamankan':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global
    • Selanjutnya: Bukan dengan Karangan Bunga, Hari Jadi Purwakarta Dirayakan dengan Hadiah Bibit Pohon

      Artikel Terkait

      • Penarikan Manfaat JHT BPJS Ketenagakeraan Bisa Kena Pajak Progresif, Simak Aturannya
      • Fraksi PDI Perjuangan Desak Pemprov Sumut Investigasi Kelangkaan BBM
      • Prabowo Bocorkan Bakal Launching Motor Listrik Nasional
      • Awasi Bursa Mineral, OJK Akan Punya Komisioner Baru
      • Efek Messi, Rekor Baru Industri Taruhan AS
      • Gibran Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama Warga Lampung, Jalan Penopang Ekonomi Diprioritaskan
      • Kini Pakai Rompi Pink, Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung
      • Memaknai Sensus Ekonomi 2026
      • Ketika Seniman Tua di Aceh Utara Pamerkan Ratusan Alat Musik Rapai Pase Berusia 1 Abad
      • Warga Gaza Pun Sambut Spanyol yang Tekuk Argentina

        Lihat Sekilas

      • KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Suap Pejabat Bea Cukai
      • Apple dan Nvidia Kejar-kejaran Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
      • Hashim Djojohadikusumo Ajak Dokter Ikut Awasi MBG: Jangan Sampai Ada "Tumor-tumor" Lagi
      • PM Israel Dukung Argentina di Final Piala Dunia, Sebut Presiden Milei Sahabat
      • Si Ganteng Jude Bellingham Punya 2 Rumah Mewah, Tembus Rp 293,4 Miliar
      • Usai MenPAN-RB, Giliran Kepala BKN Sampaikan Pesan Terbuka untuk ASN
      • Rusia Terus Gempur Ukraina, 13 Orang Tewas-50 Luka
      • Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran
      • Iran Ancam Serangan Skala Penuh Jika AS Tak Berhenti Menyerang
      • Tak Cuma Warga, Gerobak Sampah di Jaksel Juga Wajib Pilah Sampah
      • Copyright © 2026 Powered by Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang,Vista Notebook   sitemap