Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global

    Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global

    Waktu: 2026-07-29 16:16:17 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, mendapat pengakuan global, setelah mengembangkan berbagai proyek infrastruktur digital di Indonesia.

    Pengakuan itu setelah perseroan menghadirkan Starlite Super, layanan fixed broadband yang diklaim pertama di Indonesia dengan menggunakan teknologi Wi-Fi 7 berkecepatan hingga 2.000 Mbps (2 Gbps).

    Layanan ini ditujukan untuk mendukung aktivitas berkapasitas tinggi, seperti gim daring, streaming video 8K, hingga penggunaan perangkat smart home secara bersamaan. Paket Starlite Super dibanderol Rp 250.000 per bulan dengan menggabungkan teknologi XGS-PON dan Wi-Fi 7.

    Keberadaan layanan tersebut mengantarkan WIFI meraih World Broadband Association (WBBA) Gigacity Champion Award dalam ajang Broadband Development Summit APAC 2026.

    Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, mengatakan inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi paling mutakhir, tetapi juga memastikan teknologi dapat dinikmati oleh masyarakat, terutama lewat Starlite SUPER.

    “Kami ingin membawa pengalaman internet kelas dunia dengan kecepatan hingga 2.000 Mbps ke rumah-rumah di Indonesia dengan harga yang tetap terjangkau,” ujar Shannedy Ong lewat keterangan pers, Kamis (16/7/2026).

    WIFI juga meluncurkan Starlite Prime yang menyasar keluarga dengan kebutuhan internet berkecepatan tinggi, namun tetap mengedepankan efisiensi biaya.

    Menurutnya, WIFI mempercepat ekosistem Gigacity melalui penyediaan layanan fixed broadband berkecepatan gigabit. Layanan itu tidak hanya mengadopsi teknologi Wi-Fi generasi terbaru, tetapi juga harga yang ditawarkan cukup terjangkau bagi masyarakat.

    Pencapaian tersebut dibangun di atas infrastruktur digital milik WIFI yang mengintegrasikan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) berbasis XGS-PON dengan lebih dari 8.000 kilometer jaringan backbone serat optik di koridor perkeretaapian nasional.

    Infrastruktur tersebut dikembangkan bersama Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East) dalam kemitraan investasi. NTT East merupakan anak perusahaan inti dari NTT Group, perusahaan asal Jepang.

    NTT East melalui kepemilikan saham NTT eASIA sebesar 49 persen di PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE), anak usaha Surge yang membangun dan mengoperasikan jaringan FTTH Starlite.

    Untuk menghadirkan layanan Starlite Super, perseroan juga didukung oleh Huawei sebagai mitra teknologi global yang menyediakan XGS-PON dan Wi-Fi 7 secara menyeluruh untuk mewujudkan layanan fixed broadband berkapasitas gigabit.

    “Kami tidak membangun ini sendirian. NTT East membawa keahlian kelas dunia dalam pembangunan jaringan fiber, sementara para mitra teknologi kami menghadirkan solusi yang memungkinkan implementasi layanan Wi-Fi 7 berkecepatan hingga 2.000 Mbps. Bersama-sama, kami membangun fondasi bagi era Gigacity di Indonesia,” tambah Shannedy.

    Percepatan perluasan jaringan juga terus dilakukan dengan bertumpu pada model bisnis yang berfokus pada keterjangkauan layanan. Perseroan telah memperkenalkan IRA – Internet Rakyat, layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) komersial pertama di dunia pada pita frekuensi 1,4 GHz.

    Layanan itu menghadirkan internet rumah tanpa batas (unlimited) dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan tarif Rp 100.000 per bulan.

    Dengan biaya sekitar 1,4 persen dari Gross National Income (GNI) per kapita bulanan Indonesia, layanan tersebut berada di bawah ambang keterjangkauan 2 persen yang ditetapkan UN Broadband Commission.

    Kondisi ini terjadi di tengah pasar fixed broadband Indonesia yang harga layanan tingkat pemulanya rata-rata mencapai sekitar 4,8 persen dari GNI per kapita bulanan, berdasarkan World Bank, Indonesia Economic Prospects.

    Melalui kehadiran Starlite dan IRA – Internet Rakyat, WIFI menawarkan portofolio layanan fixed broadband yang lengkap, mulai dari layanan internet nirkabel (wireless) yang terjangkau hingga layanan fiber berbasis Wi-Fi 7 berkecepatan gigabit dengan harga yang tetap kompetitif.

    • Sebelumnya: Jelang Perancis vs Inggris, Tuchel Bela Diri Soal Kalah dari Argentina
    • Selanjutnya: 10 Negara dengan Anggaran Pendidikan Tertinggi dan Terendah, Indonesia di Bawah Vietnam

      Artikel Terkait

      • OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta
      • Kerusakan Umum pada Motor Listrik Setelah 1 Tahun Pemakaian
      • Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000
      • Ada Rekayasa Lalu Lintas di Monas Hari Ini, Ini Rute Alternatifnya
      • Dukungan Polisi di Pelalawan Boat Racing, Pesona Wisata Sungai Kampar
      • 2 Tahun Diteror Tetangga, Satu Keluarga di Depok Awalnya Cuma Tegur soal Musik Keras
      • Melihat Mini Zoo Purworejo yang Mangkrak, Proyek Rp 9,69 Miliar Berujung Korupsi
      • Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
      • Trump Cawe-cawe Taktik Inggris, Harry Kane Harusnya Tak Jadi Bek
      • Konflik AS & Iran, Waka MPR Dorong Perkuat Ketahanan Energi

        Lihat Sekilas

      • Investasi Makin Diminati Anak Muda, Ini Pentingnya Memahami Risiko
      • Tahun 2027, Pabrik Kimia Chandra Asri Rp 14,3 Triliun Siap Operasional
      • Wanita di Bekasi Sempat Cekcok dengan Pacar Sebelum Disekap
      • Buaya Muncul di Perairan Taman Nasional Komodo, Ini Kata BTNK
      • RUU Daerah Kepulauan Bakal Koreksi Pembangunan Berorientasi Daratan
      • Nasihat Umur Panjang dari Centenarian Asal Isle of Man: Jangan Melakukan Sesuatu secara Ekstrem
      • Alamak! Rapat DPRD Riau Memanas hingga Ricuh Pimpinan Dewan vs Anggota
      • Tanggul Sungai Aek Sigala-gala Jebol, Permukiman di Tapanuli Tengah Terendam 1,5 Meter
      • 5 Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi Bahasa Isyarat hingga Juara IMPACT Fest 2026
      • Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
      • Copyright © 2026 Powered by Bangun Infrastruktur Digital, Emiten Hashim Adik Prabowo (WIFI) Dapat Pengakuan Global,Vista Notebook   sitemap