Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump

    Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump

    Waktu: 2026-07-29 16:19:21 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Kelompok milisi Irak menawarkan imbalan sebesar US$ 10 juta, atau setara Rp 179,4 miliar, untuk siapa saja yang mampu membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Seruan pembunuhan dengan tawaran imbalan itu disebut sebagai "kutukan" bagi Presiden AS tersebut.

    Tawaran tersebut, seperti dilansir Press TV dan Middle East Monitor, Sabtu , diumumkan oleh Kelompok Perlawanan Islam di Irak, berkaitan dengan pembunuhan dua komandan yang dihormati, termasuk komandan terkemuka Iran, oleh AS beberapa waktu lalu.

    Kelompok Perlawanan Islam di Irak merupakan komponen kunci dalam Poros Perlawanan, dan terlibat aktif dalam perang antara Iran-AS dengan melancarkan serangan terhadap aset-aset militer AS di kawasan tersebut.

    Dalam pengumuman yang dirilis pada Kamis , Kelompok Perlawanan Islam di Irak yang memayungi berbagai faksi perlawanan tersebut mengatakan bahwa mereka mengalokasikan imbalan US$ 10 juta yang dikumpulkan dari sumbangan para anggota dan pendukung kelompok tersebut.

    Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengatakan bahwa tawaran imbalan itu ditujukan bagi "siapa pun yang membunuh penjahat Trump, atau bagi siapa pun yang memutuskan untuk mengalokasikan atau menyalurkan imbalan tersebut kepada individu, kelompok, entitas, atau institusi tertentu".

    Dikatakan oleh Kelompok Perlawanan Islam di Irak bahwa "kesombongan kriminal" Trump terkait pembunuhan "komandan-komandan kemenangan", Mayor Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, menjadi "tanda paling nyata dari runtuhnya moral pemerintah AS".

    Mendiang Jenderal Soleimani merupakan komandan Pasukan Quds Iran, sedangkan Al-Muhandis merupakan wakil komandan Pasukan Mobilisasi Populer Irak. Keduanya tewas dalam serangan drone AS di luar Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020, yang diperintahkan langsung oleh Trump.

    Pernyataan Kelompok Perlawanan Islam di Irak itu juga menegaskan bahwa "para penindas tidak akan pernah merasakan kedamaian".

    "Orang-orang yang bebas di seluruh dunia akan terus memburu pembunuh anak-anak dan ilmuwan. Para tiran tidak akan pernah merasakan kedamaian, dan sang penjahat tidak akan menemukan tempat berlindung yang aman dari kemurkaan orang-orang yang terhormat," tegas Kelompok Perlawanan Islam di Irak.

    "Pembalasan adalah janji yang mengikat bagi para pejuang, dan darah para syuhada akan tetap menjadi kutukan yang mengguncang takhta orang-orang yang angkuh hingga para agresor dikalahkan dan benteng-benteng tirani runtuh," imbuh pernyataan kelompok tersebut.

    Pengumuman ini muncul di tengah fase baru yang intens dalam perang antara Iran melawan AS dan Israel, yang dimulai pada 28 Februari. Sempat terhenti selama gencatan senjata, pertempuran kembali berkobar menyusul perselisihan mengenai pengaturan atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk energi global.

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Melihat Messi Ongkang-ongkang Kaki Jelang Final Piala Dunia 2026
    • Selanjutnya: Daftar 15 Wali Kota, Bupati, dan Gubernur Hasil Pilkada 2024 yang Ditangkap KPK dari 2025-2026

      Artikel Terkait

      • Dalih Pasangan Gelap Mau Titip ke Panti Asuhan Sebelum Buang Bayi di KA Sancaka
      • Penumpang Kereta Lokal KAI Tembus 4,67 Juta pada Semester I 2026
      • Tak Cuma Warga, Gerobak Sampah di Jaksel Juga Wajib Pilah Sampah
      • 3 Zodiak yang Diprediksi Beruntung pada 16 Juli 2026, Ada Virgo
      • Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas
      • Israel Marah Dukungan Publik AS Merosot Meski Kucurkan Rp 26 M per Bulan
      • Jajal BYD M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Jabar, Ini Hasilnya
      • Meme "Timpa Teks" Khariq Anhar Bentuk Satire dan Kritik Generasi Muda
      • Waka Komisi III DPR Kritik Hotman soal Febrie: Gak Usah Bawa-bawa Presiden
      • 3 Zodiak yang Diprediksi Makin Cuan pada 20-26 Juli 2026, Ada Virgo

        Lihat Sekilas

      • Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000
      • DPRD Jember Dukung Program Home Care, Dorong Pengaturan Shift Nakes agar Layanan Optimal
      • Sakit Hati Sejak Kecil dan Terbelit Utang Jadi Motif Anak Angkat Habisi Ayah di Nganjuk
      • Mendagri Ungkap Strategi Cegah Korupsi di Daerah Lewat Sistem-Integritas
      • Saya Menjajal ChatGPT Voice Baru, Rasanya Benar-benar Seperti Ngobrol dengan Manusia
      • Mekeng: Obligasi Daerah Bukan Barang Baru, AS-Jepang Sudah Terbitkan
      • IHSG Diprediksi Menguat, Saham AMMN, ANTM, BBCA Hingga ADRO Perlu Dicermati Ritel
      • Diresmikan Prabowo, Konstruksi Proyek Abadi Masela di Maluku Dimulai
      • Dari Kota Semarang hingga Kaki Gunung Merbabu, Uji Jalan BYD M6 DM Buktikan Efisiensi dan Performa Lintas Kota
      • Curhat Penyandang Disabilitas Berburu Job Fair di Yogyakarta: Lolos Tes, Dicoret Saat Interview
      • Copyright © 2026 Powered by Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump,Vista Notebook   sitemap