Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi

    Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi

    Waktu: 2026-09-12 18:19:44 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Rumah Sakit Dijaga Ketat dan Akses Dibatasi

    Pantauan di lapangan menunjukkan suasana RSUD Caruban yang dijaga ketat oleh personel TNI dan polisi militer. Anggota TNI dan Polisi Militer bersiaga penuh, baik di area lobi maupun di dalam ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

    Tampak beberapa pasien yang sedang berbaring mendapatkan penjagaan ketat dari personel TNI aktif. Penjagaan ketat di rumah sakit maupun di lokasi kejadian ini merupakan prosedur standar dalam pengamanan insiden yang melibatkan objek vital militer.

    Pada pukul 18.57 WIB, terpantau enam personel polisi militer yang datang dengan dua kendaraan roda empat memasuki ruang IGD RSUD Caruban untuk melakukan koordinasi lanjutan.

    Sementara itu, kondisi para korban luka-luka yang sebelumnya sempat berada di IGD, terpantau sudah dipindahkan ke ruang rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Jenazah Korban Gugur Dipulangkan

    Satu unit ambulans yang diduga membawa jenazah korban ledakan Gupusmu II terpantau keluar dari RSUD Caruban sekitar pukul 16.27 WIB. Ambulans tersebut meninggalkan area kamar jenazah dengan pengawalan.

    Sebelum kendaraan bertolak, suasana haru menyelimuti lokasi ketika seorang wanita berkerudung yang membawa ransel loreng khas TNI tiba di kamar jenazah. Wanita tersebut tak kuasa menahan tangis saat memeluk rekannya di depan ruang jenazah.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi terkait detail kondisi medis para korban. Plt Direktur RSUD Caruban, dr. Selly Fitriani, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memberikan informasi rinci mengenai kondisi klinis pasien militer tersebut.

    "Mohon maaf langsung tanya ke pihak TNI-nya saja," ujar dr. Selly saat dimintai keterangan pada Kamis (16/7/2026).

    Penanganan Diambil Alih Kodam V Brawijaya dan Mabes TNI

    Terkait dengan kronologi dan penyebab pasti ledakan di Gupusmu II, pihak Korem setempat menyatakan bahwa investigasi sepenuhnya berada di bawah wewenang komando pusat. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 081/DSJ, Mayor Inf Ismail, menegaskan bahwa penanganan insiden ini ditangani langsung oleh level komando di atasnya.

    "Beda satuan, dari Kodam (V Brawijaya) langsung," ujar Mayor Inf Ismail saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7/2026).

    Selain keterlibatan Kodam V Brawijaya, penanganan kasus ledakan gudang munisi militer ini juga dipantau dan diusut langsung oleh pihak Mabes TNI demi alasan keamanan nasional.

    Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan investigasi mendalam mengenai penyebab utama terjadinya ledakan di Gupusmu II tersebut.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Staf Kodam (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, dilaporkan telah turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi di Gupusmu II Saradan. Saat ini, area di sekitar gudang amunisi tersebut telah disterilkan dari warga sipil, dan awak media dilarang mendekat demi keselamatan.

    Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Kodam V Brawijaya Ambil Alih Penanganan Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

    • Sebelumnya: Resmi, Persib Bandung Datangkan Mariano Peralta Pemain Terbaik Super League 2025-2026
    • Selanjutnya: Hasil Semifinal Japan Open 2026: Putri KW Kandas, Kena Tikung Akane

      Artikel Terkait

      • Prabowo: Lebih dari 108 Masalah Diselesaikan dalam 18 Bulan, Ini Prestasi
      • SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah
      • Bus Sinar Jaya Terguling Usai Hantam Truk di Brebes, 4 Orang Terluka
      • Lu Punya Otak, Enggak?
      • Unggahan Instagram Pertama Messi Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026
      • Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset
      • Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi, Pemadaman Terkendala Macet
      • Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
      • Pertamina Tambah Jam Operasional BBM di Aceh, Distribusi Dipercepat hingga 14 Jam
      • Keadilan Mengadili Sang Penjaga

        Lihat Sekilas

      • Menjulang 27 Lantai, Gedung Kementerian Rp 1 T Ini Diejek Mirip Jagung
      • Iran Sebut AS Serang Lokasi Nuklir Darkhovin, PBB Selidiki
      • Cegat Pencuri Motor di Matraman, Tukang Ojek Luka Kena Tembak
      • Brimob Polda Metro Sterilisasi Tenis Indoor Senayan, Amankan Konser Mitski
      • Dilema Kemanusiaan di Tulungagung, Kisah Ibu 2 Balita Jadi Tersangka Pencurian Emas, Tak Ditahan demi ASI
      • Satu per Satu Toko Buku Independen Hong Kong Dibungkam, 5 Orang Ditangkap
      • PPh 0 Persen di PFII Tetap Kena Aturan Pajak Global? Ini Kata Anak Buah Purbaya
      • 4 Tips Mix and Match Outfit Polkadot untuk Tampilan Chic dan Kekinian
      • Timur Tengah Mendidih, Arab Saudi Akan Beli Senjata AS Rp 33 T
      • Rekayasa Lalin Saat RBR 2026 Tetap Mengakomodir Jemaat Gereja
      • Copyright © 2026 Powered by Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi,Vista Notebook   sitemap