Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam

    Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam

    Waktu: 2026-09-12 18:20:43 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Pemerintahan Trump melaksanakan rencananya mengganti panel-panel di situs President's House di Philadelphia, tempat George Washington tinggal pada 1790-an ketika kota itu menjadi ibu kota Amerika Serikat.

    President's House, yang merupakan bagian dari Independence National Historical Park, selama ini menampilkan panel dan video yang berfokus pada kehidupan sembilan orang yang dipaksa bekerja sebagai budak di rumah itu, melayani Washington beserta istrinya, Martha.

    Pemerintahan Donald Trump berupaya merevisi pameran ini berdasarkan perintah eksekutif 2025 bertajuk "Restoring Truth and Sanity to American History." Perintah itu bertujuan menghapus konten dari institusi sejarah dan budaya yang menurut pemerintah "secara tidak tepat mencemarkan nama baik orang-orang Amerika, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup."

    Versi baru pameran yang dipasang pada Rabu itu masih mempertahankan referensi tentang mereka yang diperbudak di rumah tersebut, serta informasi tentang gerakan abolisionis.

    Namun para pengkritik berargumen bahwa pameran baru ini menyajikan gambaran yang lebih lunak tentang pandangan Washington terhadap perbudakan.

    Salah satu contohnya, panel berjudul "The Dirty Business of Slavery" dihapus dan diganti dengan "Celebrating Independence Throughout the Years."

    Panel-panel baru juga menghilangkan sejumlah materi dari pameran sebelumnya, termasuk peta jalur perdagangan budak dan garis waktu yang menelusuri sejarah perbudakan. Sementara deskripsi tentang pandangan dan perlakuan Washington terhadap orang-orang yang diperbudak diperlunak.

    Pergantian panel yang terjadi sebelum situs dibuka pada Rabu itu merupakan babak terbaru dalam perseteruan antara pemerintahan Trump dan Kota Philadelphia.

    Setelah situs President's House dipilih untuk diubah, panel-panel asli dicabut pada Januari. Sebagian dipasang kembali pada bulan berikutnya setelah Philadelphia berhasil menggugat langkah tersebut di pengadilan distrik federal, dengan alasan bahwa pemerintah wajib berkonsultasi dengan kota sebelum melakukan perubahan.

    Pameran itu hanya dipulihkan sebagian selama berbulan-bulan sementara kasus hukum terus berjalan, bahkan hingga perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli Philadelphia.

    Awal bulan ini, pemerintahan Trump memenangkan bandingnya, yang kemudian memicu pemasangan panel baru pada Rabu .

    Cherelle Parker, wali kota Philadelphia, berjanji untuk "terus berjuang" dalam sebuah unggahan di X.

    "Semalam, di bawah kegelapan malam, pemerintah federal mencabut panel-panel di President's House yang mengisahkan sejarah Philadelphia secara menyeluruh," katanya.

    "Hal ini diizinkan oleh keputusan pengadilan federal, tapi kenyataan bahwa mereka melakukannya di malam hari menunjukkan bahwa mereka sadar tindakan ini memalukan dan melanggar kepercayaan komunitas."

    Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

    Editor: Ayu Purwaningsih

    • Sebelumnya: Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai
    • Selanjutnya: Siap Produksi, Ini Bocoran Paten Honda V3R Pakai Supercharger

      Artikel Terkait

      • Cek Perbedaan Aplikasi Cek Bansos dan Perlinsos Digital, Termasuk Cara Daftarnya
      • Ahli TPPU Beberkan Modus Perkara 3 Korupsi yang Jerat Febrie Adriansyah
      • Viral Pemotor Tak Pakai Helm Nyelonong Masuk Tol Jagorawi
      • 370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas
      • Aset Militer AS Jadi Sasaran Drone Harakiri Iran
      • Bogor Diguyur Hujan Deras Setelah Berhari-hari Kering, Warga Senang
      • PKB: PBNU 5 Tahun Terakhir Lebih Banyak Cerita Konfliknya
      • Dana Asing hingga MSCI Jadi Penentu Arah IHSG di Semester II-2026
      • Wellah Hatta Asal Indonesia Jadi Stage Manager Final Piala Dunia 2026
      • Potret Warga Medan Antre BBM di Tengah Banjir, Pengendara Pilih Bertahan Berjam-jam

        Lihat Sekilas

      • Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan MentalĀ 
      • Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak
      • Bicara Program CKG, Prabowo Ungkap Banyak Rakyat yang Sakit Gigi
      • Perpustakaan Gasibu Bakal Bertransformasi Jadi Perpustakaan Digital
      • Jejak Pemain Barcelona Juara Piala Dunia, Siapa Berikutnya?
      • Cara Nonton Argentina Vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Live Streaming dan TVRI
      • Hamparan Sabana di Labuan Bajo Terbakar, Api Menyebar Capai 100 Hektar
      • Kemensos-PKP Verifikasi 1.517 Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat di Jabar
      • Thierry Henry: Para Pemain Spanyol Sudah Paham Filosofi Sejak Usia 9 Tahun
      • Satu per Satu Toko Buku Independen Hong Kong Dibungkam, 5 Orang Ditangkap
      • Copyright © 2026 Powered by Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam,Vista Notebook   sitemap