Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan

    Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan

    Waktu: 2026-09-12 18:20:01 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Dampak Banjir Tapanuli Tengah Meluas ke 4 Kecamatan

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa dampak banjir bandang kali ini cukup luas. Setidaknya ada tujuh kelurahan di empat kecamatan yang terdampak luapan air, meliputi Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.

    Saat banjir melanda, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan langsung bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak.

    "Sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipange mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange sejak semalam. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi warga terdampak," kata Abdul Muhari dalam siaran pers resmi BNPB, Minggu (19/7/2026).

    Hingga saat ini, pihak BPBD Tapanuli Tengah masih terus bersiaga di lokasi guna memantau situasi terkini sekaligus melakukan pendataan terkait kerugian materil akibat banjir.

    "Hingga kini, personel BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih bersiaga di lokasi dan mendata kerugian akibat banjir," tambahnya.

    Penyebab Banjir Bandang di Tengah Musim Kemarau

    Meskipun saat ini wilayah Indonesia secara umum telah memasuki musim kemarau, BNPB meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

    Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Utara diprediksi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan.

    BNPB menjelaskan, fenomena hujan di musim kemarau yang memicu banjir bandang ini disebabkan oleh dinamika atmosfer yang tidak stabil di sekitar wilayah Sumatera.

    "Hujan terjadi akibat masih adanya aktivitas gelombang atmosfer diprakirakan aktif, belokan angin di Samudra Hindia barat Sumatera serta suhu muka laut yang masih hangat mendukung pembentukan awan-awan hujan," papar Abdul Muhari menjelaskan penyebab banjir bandang Tapanuli Tengah.

    Menutup keterangannya, BNPB mengimbau seluruh masyarakat di daerah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat mengantisipasi potensi bencana susulan secara dini.

    "Masyarakat diharapkan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD dan BMKG," pungkasnya.

    Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banjir Bandang Terjang Tapanuli Tengah, 145 Warga Mengungsi ke Gereja HKBP

    • Sebelumnya: Polisi Olah TKP MAN 3 Padang Usai Siswa Bawa Bom hingga Meledak
    • Selanjutnya: Sadisnya Rahmat Dimas Rampok dan Bunuh Ojol Tidur di Tangerang

      Artikel Terkait

      • Purbaya Akui Sempat Tarik Dana SAL dari Himbara atas Permintaan BI
      • Antisipasi Jules Kounde Hengkang, Barcelona Lirik Bek Tottenham Pedro Porro
      • Dishub Bakal Tindak Sopir Angkot di Bogor yang Hapus Tanda 'Angkot Tua'
      • Momok Tahunan Banjir di Kuta-Seminyak, Pemkab Badung Bangun Drainase dan Tambah Pompa Air
      • 5 Trik Membuat Es Kopi Rumahan Lebih Enak, Tak Perlu Mesin Espresso
      • KPK Akan Panggil Suami Bupati Sukoharjo Buntut Dugaan 'Tradisi' Peras Pegawai
      • Kesaksian Aah dan Iin, Korban Tsunami Pangandaran: Dua Tahun Hidup di Tenda Pengungsian
      • Tak Cuma Himpun Dana, Buyback Kini Jadi Kunci Crowdfunding
      • Bangganya Fajar/Fikri Juara Japan Open di Momen 1 Tahun Kebersamaan
      • Berkas Lengkap, Kurir Sabu Jaringan Ko Erwin Dilimpahkan Bareskrim ke Jaksa

        Lihat Sekilas

      • Shin Tae-yong Buka Suara Terkait Kondisi Pemain Anyar Persija Jakarta
      • Chelsea Islan Melahirkan Anak Pertama
      • Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah
      • Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia
      • Raih Opini WTP dari BPK, Mensos Tekankan Tanggung Jawab Uang Rakyat
      • Amukan Topan Bavi Kian Dekat, 900 Ribu Orang Mengungsi di China
      • Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 18 Juli 2026, Berangkatan dari Palur hingga Yogyakarta
      • Melihat Mini Zoo Purworejo yang Mangkrak, Proyek Rp 9,69 Miliar Berujung Korupsi
      • Cegah Begal hingga Tawuran, Polisi Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Cikarang
      • Pascakecelakaan Beruntun, Dua Lajur Tol JORR Arah Cakung Masih Ditutup
      • Copyright © 2026 Powered by Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan,Vista Notebook   sitemap