Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah

    Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah

    Waktu: 2026-09-12 18:21:26 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Korban Menjerit Kesakitan dan Lemas Sesak Napas

    Peristiwa nahas itu bermula ketika kedua bocah tersebut sedang bermain air di sekitar struktur pemecah ombak yang membentang di Pantai Glagah.

    Tanpa diduga, tubuh mereka bersentuhan dengan biota laut tersebut hingga mendadak mengeluhkan rasa panas yang luar biasa akibat sengatan ubur-ubur.

    Dampak dari racun ubur-ubur itu membuat korban perempuan terus menangis dan menjerit kesakitan menahan perih. Sementara itu, korban laki-laki kondisinya dilaporkan mendadak lemas di lokasi kejadian seperti hendak pingsan.

    Melihat kondisi kedua korban yang mulai mengalami gejala sesak napas, personel Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo yang bersiaga di sekitar lokasi langsung memberikan tindakan pertolongan pertama dan mengevakuasi keduanya menggunakan mobil ambulans menuju klinik dokter terdekat.

    "Keduanya sudah membaik," ujar Aris memastikan perkembangan kondisi terakhir para korban.

    Ubur-ubur Api Kerap Terdampar Dipicu Angin Kencang

    Meskipun kondisi kedua korban telah dinyatakan berangsur pulih, Aris memberikan peringatan keras kepada para wisatawan, khususnya kalangan orangtua, agar sama sekali tidak boleh lengah saat mendampingi anak-anak yang sedang beraktivitas di sepanjang kawasan pantai selatan.

    Ia meminta para orangtua untuk selalu mengawasi pergerakan putra-putrinya dengan ketat, terutama saat bermain di bibir pantai maupun area pemecah ombak yang menjadi lokasi potensial menumpuknya ubur-ubur akibat terbawa oleh arus laut.

    Dalam beberapa waktu terakhir, para relawan Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo memang berkali-kali menemukan kemunculan ubur-ubur di beberapa titik koordinat pantai secara acak. Sempat ada satu hari setelah masa libur sekolah berakhir ketika ubur-ubur terdampar dalam jumlah yang cukup banyak di hamparan pasir.

    "Sekarang ini sudah tidak ditemukan lagi dalam jumlah besar. Tapi, tiba-tiba muncul lagi di area pemecah ombak, dan kebetulan ada anak-anak yang sedang bermain sehingga terkena sengatan," katanya menjelaskan situasi di lapangan.

    Berdasarkan hasil identifikasi visual oleh petugas di lapangan, biota laut yang menyengat kedua bocah tersebut dipastikan merupakan jenis ubur-ubur api. Spesies ini kerap dilaporkan melanda kawasan pantai selatan Kulon Progo, terutama di sepanjang area Pantai Glagah dan Pantai Congot.

    Fenomena musiman tahunan ini biasanya dipicu secara langsung oleh faktor tiupan angin kencang dari tengah laut yang membawa koloni ubur-ubur tersebut ikut terdampar ke arah bibir pantai. Sengatan dari ubur-ubur api ini memiliki efek toksik yang dapat menimbulkan rasa sakit seperti terbakar pada kulit, memicu demam tinggi, hingga menyebabkan sesak napas akut.

    Pihak Satlinmas mengimbau dengan sangat agar seluruh wisatawan sama sekali tidak menyentuh ubur-ubur tersebut, baik yang masih mengapung di air maupun yang terlihat telah mati terdampar di atas hamparan pasir pantai. Sebab, bagian tentakelnya dipastikan tetap aktif menyengat meskipun tubuh ubur-ubur sudah tidak lagi bergerak.

    Apabila ada pengunjung yang terlanjur mengalami sengatan, mereka diminta untuk segera melapor kepada petugas posko pantai terdekat agar bisa langsung mendapatkan tindakan pertolongan pertama serta penanganan medis lanjutan.

    • Sebelumnya: NasDem Minta 3 Perkara Korupsi yang Jerat Febrie Diusut Tuntas hingga Akar
    • Selanjutnya: Mulai 2027, Pemprov Jatim Bidik Pelebaran 20 Km Jalan Provinsi per Tahun

      Artikel Terkait

      • Anggota Komisi III DPR: Penetapan Tersangka Febrie Tak Harus Izin Presiden
      • 786 Personel Dikerahkan, Polda Sumut Amankan Distribusi BBM di 325 SPBU
      • Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
      • Kisah Pilu Anak 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibu di Tengah Laut demi Bertahan Hidup
      • Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
      • Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Kebakaran, 50 Personel Damkar Dikerahkan
      • Resep Telur Puyuh Kecap Ala Korea, Lauk Sederhana dengan Bumbu Meresap
      • 4 Metode Pembayaran Digital yang Dipakai Pelaku Judi Online untuk Kelabui Petugas
      • Gajah Bisa Tutup Saluran Telinga untuk "Dengar" Getaran Bumi
      • Berburu Durian Menoreh di Kampung Durian Kulon Progo, Nikmati Langsung dari Kebun

        Lihat Sekilas

      • SD-SMP di Brebes Kekurangan Siswa, Ada yang Hanya Dapat 3 Murid Baru
      • Viral Banner "Halal Gantung Maling" di Wonosobo, Imbas Rentetan Kasus Curanmor
      • Hadapi Kemarau hingga September, BPBD Sulsel Minta Warga Hemat Air dan Setop Bakar Sampah
      • Sederet Masalah Ponpes Manjung Wonogiri: Dari Overkapasitas, Kasus Bullying hingga Pendiri Tersangka Pelecehan
      • MPLS Sekolah Rakyat, Mensos: Pastikan Aman-Nyaman, Tak Ada Perpeloncoan
      • 1.299 WNA Kunjungi Grobogan dengan Naik Kereta Pada Januari-Juni 2026
      • Viral Satu Keluarga di Depok Diteror dan Diintimidasi Tetangga, Rumah Juga Dirusak
      • 2 Korban Masih Dicari, Basarnas Kerahkan Tiga Tim di Reruntuhan Rumah Mewah Grand Polonia Medan
      • Dikepung "Stockpile" Batu Bara, Warga Tagih Janji Wapres Gibran Selamatkan Candi Muaro Jambi
      • Harga Sama, Ini Perbandingan Almaz RS Pro Hybrid VS XForce Hybrid
      • Copyright © 2026 Powered by Liburan Berakhir di Klinik akibat Sengatan Ubur-ubur Pantai Glagah,Vista Notebook   sitemap