Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Cairan Infus Viral untuk Jerawat, Dokter: Belum Ada Bukti Bisa Atasi Jerawat

    Cairan Infus Viral untuk Jerawat, Dokter: Belum Ada Bukti Bisa Atasi Jerawat

    Waktu: 2026-07-29 17:08:39 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    NaCl bukan obat untuk membunuh bakteri jerawat

    Edwin menjelaskan, bakteri Cutibacterium acnes merupakan salah satu faktor yang berperan dalam munculnya jerawat. Karena itu, suatu produk tidak bisa langsung disebut efektif mengatasi jerawat hanya karena sedang ramai digunakan masyarakat.

    Menurut dia, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan NaCl 0,9 persen mampu membunuh bakteri tersebut.

    Hal ini berbeda dengan anggapan yang banyak beredar di media sosial, yang menyebut penggunaan NaCl secara rutin dapat membantu menyembuhkan jerawat.

    Lalu mengapa ada yang merasa jerawatnya membaik?

    Ilustrasi cairan infus. Cairan infus yang belakangan ramai dipakai untuk wajah disebut-sebut bisa mengatasi jerawat, tetapi dokter kulit menegaskan belum ada bukti ilmiah bahwa NaCl mampu membunuh bakteri penyebab jerawat.Pexels/cottonbro studio Ilustrasi cairan infus. Cairan infus yang belakangan ramai dipakai untuk wajah disebut-sebut bisa mengatasi jerawat, tetapi dokter kulit menegaskan belum ada bukti ilmiah bahwa NaCl mampu membunuh bakteri penyebab jerawat.

    Meski demikian, Edwin tidak menampik bahwa sebagian orang mungkin merasa kondisi kulitnya membaik setelah menggunakan NaCl. Akan tetapi, menurutnya, perbaikan itu belum tentu berasal dari efek larutan garam tersebut.

    "Jerawat disebut bisa membaik dengan penggunaan NaCl seperti yang dibagikan di media sosial mungkin karena beberapa hal, seperti efek pengolesan NaCl di kulit yang membantu membersihkan minyak serta kotoran di wajah, adanya perubahan pola hidup, skincare, vitamin ataupun obat yang dikonsumsi," jelasnya.

    Artinya, ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi perbaikan jerawat sehingga tidak bisa disimpulkan bahwa NaCl menjadi penyebab utamanya.

    Dalam dunia dermatologi, fungsi NaCl berbeda

    Edwin mengatakan, NaCl memang sering digunakan dalam praktik dermatologi. Namun, fungsinya bukan sebagai obat untuk mengatasi jerawat.

    Ia menjelaskan, larutan tersebut dimanfaatkan untuk membersihkan kulit pasien, irigasi luka, membantu proses wet dressing atau kompres pada luka dan koreng setelah trauma maupun tindakan laser, hingga sebagai pelarut obat untuk suntikan steroid pada jerawat, bekas luka, atau keloid.

    "Sedangkan yang sedang viral ini menyebutkan pengolesan NaCl secara teratur setiap hari dapat membantu membuat kualitas kulit membaik dan jerawat sembuh," kata dr. Edwin.

    Aman digunakan, tetapi jangan berharap hasil instan

    Edwin menuturkan, risiko penggunaan NaCl pada kulit relatif kecil karena cairan ini tidak mengandung bahan yang bersifat iritatif maupun antiseptik.

    "Sebenarnya risikonya cukup minimal karena NaCl tidak mengandung bahan iritatif, scrub, antiseptik, dan bahan berbahaya sehingga relatif aman untuk dioleskan ke kulit," ujarnya.

    Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keamanan tersebut tidak berarti NaCl dapat dijadikan terapi utama untuk mengatasi jerawat.

    Menurut Edwin, penanganan jerawat tetap harus disesuaikan dengan penyebabnya. Dokter perlu menilai apakah jerawat dipengaruhi pola hidup atau sudah berkaitan dengan faktor hormonal karena terapi yang diberikan akan berbeda.

    "Dengan terapi yang tepat, jerawat yang membandel sesulit apa pun akan membaik dalam waktu minimal tiga bulan dengan perbaikan 80-100 persen dan tidak boleh lebih dari enam bulan. Bila tiga bulan terapi dengan dokter belum ada perubahan, pasien bisa mempertimbangkan untuk second opinion," pungkas dr. Edwin.

    • Sebelumnya: Sidang Perdana Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Digelar 23 Juli
    • Selanjutnya: Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa

      Artikel Terkait

      • Setahun Pakai Denza D9: Ada Catatan Soal Jok Belakang dan Jarak Tempuh
      • Keunggulan Teknis Mesin Hybrid di XForce HEV
      • Daftar Korban KM Nurul Salsa Terbaru: 52 Selamat, 1 Meninggal, 25 Masih Dicari
      • Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz
      • Memanas, AS Bombardir Kota Pembangkit Nuklir Iran
      • Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental
      • Slamet Ariyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum BM PAN
      • KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah
      • Prabowo Ungkit Kalah Pilpres: Tapi Gerakan Koperasi Bersama Saya
      • Alamak! Rapat DPRD Riau Memanas hingga Ricuh Pimpinan Dewan vs Anggota

        Lihat Sekilas

      • Ada Konser Akbar di Monas, Penumpang 13 KA Ini Bisa Naik dari Jatinegara
      • Pelatihan Guru hingga Renovasi Sekolah, Alazka Care Genjot Pemerataan Pendidikan
      • Aparat Gabungan Sisir Titik Rawan Pascabentrokan Warga 2 Desa di Flores Timur
      • Permukiman Rorotan Jakut Dikepung Depo Kontainer, Cermin Gagalnya Penataan Ruang Kota
      • Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
      • Gangguan Layanan Air PAM Semestinya Diikuti Diskon Tagihan Pelanggan
      • Jelang Final Piala Dunia, FIFA Dituding Membiarkan Kecurangan
      • Plt Jampidsus Ungkap Pesan JA Tangani Kasus Febrie Secara Profesional
      • Mendagri Sebut Kinerja Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
      • Saham IPO Sering ARA Berkali-kali, Analis Ingatkan Ritel Jangan Terjebak Hype
      • Copyright © 2026 Powered by Cairan Infus Viral untuk Jerawat, Dokter: Belum Ada Bukti Bisa Atasi Jerawat,Vista Notebook   sitemap