Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan

    Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan

    Waktu: 2026-09-12 18:20:19 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons kemunculan dugaan aliran sesat yang belakangan ini meresahkan masyarakat di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

    Aliran yang diduga disebarkan oleh seorang wanita berinisial D tersebut kini tengah dalam penanganan serius oleh para tokoh agama dan aparat berwenang.

    Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH Ahmad Syaerozi Bilal, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut di lapangan.

    "MUI Kecamatan Kroya sudah turun. Rencananya, hari Senin akan ada pertemuan dengan Ibu D yang akan difasilitasi langsung oleh Kantor Urusan Agama (KUA)," ujar KH Ahmad Syaerozi Bilal saat ditemui Kompas.com, Minggu (19/7/2026).

    Pihak MUI sendiri menyatakan keraguannya terhadap ajaran tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, sosok yang diduga sebagai penyebar aliran tersebut bahkan belum memiliki pemahaman dasar agama yang mumpuni.

    "Apakah itu memang benar-benar ajaran sesat? Menurut informasi, membaca Al Quran biasa saja masih bleta-bleta (terbata-bata), masih belum benar. Jadi kalau, menurut saya, yang sudah-sudah jangan diteruskan. Segera ditaubatkan saja agar kembali sesuai dengan ajaran agama Islam," tegasnya.

    Menilik awal mula penyebarannya, menurut Bilal, aliran ini diduga kuat menggunakan kedok pengobatan alternatif untuk menarik pengikut.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh MUI, kejadian bermula saat ada warga yang sakit-sakitan diajak berobat ke tempat wanita tersebut.

    Bukannya mendapat penanganan medis, pasien justru dilarang untuk pergi ke dokter. Lewat ajarannya, orang yang sedang sakit cukup bersilaturahmi dan bersedekah.

    Tak hanya itu, dari beberapa pengakuan orang yang pernah menjadi pengikutnya juga menyebut bahwa aliran tersebut mengabaikan pelaksanaan shalat lima waktu.

    "Diarahkan supaya tidak usah berobat ke dokter. Cukup silaturahmi, kemudian sedekah. Akhirnya, aliran ini menyebar. Masing-masing kelompok itu berkeliling silaturahmi terus mengajak teman-temannya untuk bergabung," jelas pihak MUI.

    KH Ahmad Syaerozi Bilal tidak menampik bahwa pergerakan kelompok ini dinilai cukup masif.

    Informasi terbaru menyebutkan bahwa dugaan aliran ini sudah mulai melebar ke beberapa wilayah kecamatan lain di Indramayu, seperti Sukra, Anjatan hingga Kandanghaur.

    Guna mencegah penyebaran yang semakin luas dan menghindari keresahan di masyarakat, MUI telah berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian.

    "Kami sudah menelepon Kasat Intel supaya menindaklanjuti hal ini, agar supaya cepat selesai. Takutnya ini barang-barang yang tidak jelas, akhirnya telanjur dipercaya oleh golongan-golongan tertentu," paparnya.

    Pada kesempatan tersebut, MUI juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat Indramayu agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran baru yang tidak jelas asal-usulnya.

    "Kembalilah kepada Al-Quran. Bertanyalah kepada ahlinya, ulama atau ustaz, apabila belum tahu tentang seluk-beluk suatu aliran sehingga tidak terjebak dalam kesesatan," pungkasnya.

    • Sebelumnya: Polri Resmi Serahkan Barbuk dan Tersangka Kasus Eks Jampidsus ke Kejagung
    • Selanjutnya: Cara Tuchel Lepas Stres di Timnas Inggris, Bersepeda dan Makan Es Krim

      Artikel Terkait

      • Rundown Konser Afgan di JCC Senayan Hari Ini
      • Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara
      • Panglima TNI Sebut Pendampingan TNI AU Sumbang 45 Persen Target Produksi Gula Nasional 2026
      • Gempa M 4,8 Guncang Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
      • Selain Febrie Adriansyah, Don Ritto Juga Tersangka dan Ditahan di Polda Metro
      • Taylor Swift dan Coldplay Pernah Konser di MetLife Stadium, Venue Final Piala Dunia
      • Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara
      • Aparat Gabungan Sisir Titik Rawan Pascabentrokan Warga 2 Desa di Flores Timur
      • Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat
      • Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000

        Lihat Sekilas

      • Harga Emas Hari Ini 18 Juli 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
      • Urutan Febrie Tersangka: Ditetapkan Kortas Tipikor, Dilimpah ke Kejagung
      • Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
      • Cuaca Buruk Jelang Final Piala Dunia, Badai Kuat Skala 3 Intai New York
      • Di Balik Laporan Ahmadinejad: Pertarungan Narasi Perang Iran
      • Jawab Rumor Setelah 27 Tahun, Elaine Ng Sebut Jackie Chan Tak Pernah Meminta Tes DNA Putrinya
      • PDIP Surati BGN Minta Data Kader Terlibat Proyek MBG
      • Christian Sugiono dan GB Sanitaryware Hadirkan Bak Cuci Piring Terintegrasi
      • Mengapa BBM Lebih Sering Langka di Luar Jawa? Ini Analisis Pengamat
      • BMKG Ungkap Penyebab Suhu Dingin di Bandung, Lembang Capai 13,4 Derajat Celcius
      • Copyright © 2026 Powered by Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan,Vista Notebook   sitemap