Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara

    Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara

    Waktu: 2026-07-29 17:12:01 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Iran menanggapi gelombang serangan baru yang dilancarkan AS. Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS.

    Dilansir CNN dan Aljazeera, Rabu , juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus pada pertahanan negara. Hal ini menyusul serangan yang dilancarkan AS ke Teheran.

    "Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara," kata Esmaeil Baghaei.

    Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak akan mematuhi perjanjian apa pun jika AS melanggar kewajibannya. Dia juga meyakini Amerika Serikat telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal.

    "Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut," ujar Baghaei.

    Esmail Baghaei menambahkan, Iran hanya akan menghormati komitmen internasionalnya jika AS melakukan hal yang sama. Dia menyebut bahwa Iran membatalkan komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman setelah AS gagal memenuhi kewajibannya dalam perjanjian sementara tersebut.

    "Komitmen kami tetap berlaku hanya selama pihak lain memenuhi janji mereka," kata dia.

    "Setelah pihak lain melanggar kewajibannya, kami juga menahan diri untuk tidak melaksanakan kewajiban kami di area mana pun yang diharuskan," imbuhnya

    Sebelumya, militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian serangan selama 90 menit terhadap Iran. Serangan terbaru ini menyasar lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal Iran.

    "CENTCOM meluncurkan amunisi presisi terhadap sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama gelombang serangan 90 menit tersebut. Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," kata Komando Pusat AS dilansir CNN, Rabu .

    Pulau Greater Tunb adalah salah satu pulau kecil yang terletak di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz. Dilaporkan pentingnya beberapa pulau pada bulan Maret, termasuk Greater Tunb, yang disebut oleh seorang peneliti sebagai "benteng pertahanan" Iran.

    Serangan dimulai pukul 06.00 pagi waktu setempat dan selesai pukul 07.30 pagi, kata militer AS. Komando Pusat as juga memposting video yang tampaknya menunjukkan pencitraan termal dari serangan tersebut.

    Sementara itu, lebih dari 260 orang terluka dalam serangan AS baru-baru ini terhadap Iran, kata Kementerian Kesehatan negara itu hari ini.

    Ini termasuk setidaknya tiga wanita dan enam anak-anak, menurut Hossein Kermanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan.

    "Sejauh ini, 222 dari korban luka telah dirawat dan dipulangkan," tambahnya.

    • Sebelumnya: Mengulik Spesifikasi Tiga Motor Listrik VinFast, Seberapa Tangguh?
    • Selanjutnya: Konflik Berdarah di Adonara Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Begini Duduk Perkaranya

      Artikel Terkait

      • Siap-siap! Masyarakat Indonesia Berkesempatan Lihat dan Jajal Perdana E-Motorcycle VinFast
      • Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
      • Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh
      • Polisi Bakal Panggil Penyanyi Icha Chellow-Mala Agatha, Buntut Laporan Lagu Bermuatan Pornografi
      • Polisi Amankan 8 Orang Usai Ojol Geruduk Kantor "Debt Collector" di Bandung, Kantor Akan Tutup
      • Kepala Daerah Belajar ke Singapura: Efisiensi Dipertanyakan
      • Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah
      • Kenapa Pintu Masuk Museum Bahari Jakarta Terlihat Pendek?
      • Bukan Cuma Megah, Venue Final Piala Dunia Punya Predikat Stadion Hijau
      • AI Akan Bantu Peneliti, Bukan Menggantikan Perannya

        Lihat Sekilas

      • Mulai 2027, Pemprov Jatim Bidik Pelebaran 20 Km Jalan Provinsi per Tahun
      • Perkuat Pasar Bullion dan Industri Emas, Pemerintah Bentuk IBMA
      • Saat Perancis Ikhlas Tak Ikhlas Jalani Laga Perebutan Peringkat 3 Piala Dunia 2026
      • Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS 18 Juli 2026 Turun
      • Australia Ingin Belajar Praktik Dialog Lintas Agama dari Indonesia
      • BMKG Beberkan Penyebab Hujan Es di Krayan, Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Susulan
      • PDI-P Tunggu Jawaban BGN soal Kader Partainya yang Punya Dapur MBG
      • Jadwal PPKMB Undip 2026, Mahasiswa FK Perlu Tes Kesehatan Ulang Mulai 20 Juli
      • Waketum Golkar Wihaji Terpilih Aklamasi Jadi Ketum MKGR
      • I.League Umumkan League Cup Bergulir 3 November 2026
      • Copyright © 2026 Powered by Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara,Vista Notebook   sitemap