Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

    Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

    Waktu: 2026-07-29 16:22:40 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Dia mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir, setidaknya telah terjadi dua kali pemberhentian darurat perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun karena ada pembakaran jerami di area persawahan di dekat jalur kereta api.

    “Yang terakhir di dekat (Stasiun) Walikukun, Ngawi, beberapa hari lalu. Karena ada pembakaran jerami di sawah yang merembet mendekati jalur kereta api,” kata Tohari merujuk pada pemberhentian luar biasa Km 216+500 petak jalan antara Stasiun Walikukun-Stasiun Kedungbanteng pada Senin, 13 Juli 2026.

    Menurut Tohari, melintasi titik api merupakan hal yang berbahaya bagi perjalanan kereta api karena dapat menyulut kebakaran terutama di area lokomotif, di mana terdapat bahan bakar minyak.

    “Sekalipun kereta melewati api dalam kecepatan tinggi, tetap saja sangat berisiko. Kita tidak bisa mengambil risiko yang membahayakan banyak orang terutama penumpang,” tegasnya.

    Dia mengatakan, risiko semakin tinggi jika yang melintas adalah kereta api barang yang membawa muatan logistik atau bahan yang mudah terbakar termasuk tanki bahan bakar minyak (BBM).

    Tohari menambahkan bahwa kejadian pemberhentian luar biasa tidak hanya terjadi di wilayah Daop 7 Madiun, tetapi juga di wilayah operasi PT KAI lainnya.

    “Kejadian pembakaran jerami di area persawahan yang dekat dengan jalur kereta api selama musim kemarau ini sudah berulang kali terjadi. Tidak hanya di Daop 7,” ujarnya.

    Ketika terjadi pemberhentian luar biasa, menurut dia, maka akan berdampak pada perjalanan kereta api lainnya.

    Di sisi lain, Tohari menyebut, jalur kereta api di sejumlah wilayah operasi termasuk Daop 7 Madiun, paling banyak melintasi area persawahan.

    Situasi ini membutuhkan kewaspadaan khusus karena tidak hanya terdapat jerami dan rumput kering tetapi juga adanya faktor angin kencang yang dapat memicu titik api pembakaran jerami di persawahan merembet cepat ke jalur kereta api.

    Untuk itu, Tohari mengharapkan petani memastikan aktivitas pembakaran jerami di area persawahan di musim kemarau ini tidak merembet ke jalur kereta api.

    “Kombinasi antara material kering dan angin kencang membuat api sekecil apa pun akan sangat cepat menjalar menuju ruang manfaat jalur kereta api,” katanya.

    “Sebaiknya jika membakar jerami ditunggu sampai titik api benar-benar mati,” ujar Tohari lagi.

    Lebih lanjut, dia mengatakan, PT KAI Daop 7 Madiun terus melakukan patroli rutin di sepanjang jalur rawan, menggencarkan sosialisasi langsung kepada para kelompok tani di sekitar rel, serta menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) di pos-pos penjagaan.

    “KAI tidak akan segan mengambil langkah hukum tegas bagi siapa saja yang dengan sengaja melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkasnya.

    • Sebelumnya: Misteri Hilangnya Atlet Golf Jesslyn Wijaya, dari Restoran di Jakpus hingga Malaysia
    • Selanjutnya: 1.147 Mahasiswa UPI Siap Mengajar di Ratusan Sekolah Jawa Barat

      Artikel Terkait

      • Menteri Rini Sampaikan Capaian Kinerja Kementerian PANRB TA 2025 di Rapat Kerja DPR RI
      • Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam 6 Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti
      • Rusdi Kirana Pastikan PKB Tempatkan Rakyat Sebagai Pusat Pembangunan
      • Spesifikasi Kipas Angin Rp 11 Juta yang Ramai Disebut untuk Kopdes, Dipakai di Pabrik dan RS
      • Final Piala Dunia: Si Paling Ngotot Vs Si Paling Sabar
      • Viral Ekskavator Tercebur di Kali Cakung Lama, Dinas SDA Evakuasi Malam Ini
      • Setahun Pakai Denza D9: Ada Catatan Soal Jok Belakang dan Jarak Tempuh
      • Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
      • Peraturan Pemerintah: Tarif Pendirian hingga Pembubaran Koperasi Gratis
      • Update Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026: Spanyol Teratas, Norwegia Naik Paling Drastis

        Lihat Sekilas

      • Great Stink: Saat Bau Tengik Menyelimuti London
      • Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu
      • Link Live Streaming China Open 2026 Hari Ini: Putri KW Main Pertama
      • Ingatkan Kepala Daerah, Bahlil: Blok Masela Bukan Proyek APBD, Jangan Titip Tim Sukses
      • [HOAKS] Mahfud MD Informasikan Program Dana Bantuan Pensiun 2026
      • Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok
      • PHK Meningkat Sejak Juni 2026, Disnaker Kota Bandung Siapkan Langkah Antisipasi
      • Kunjungi Sekolah Rakyat DKI, Gus Ipul Minta Siswa Tak Berkecil Hati
      • Hasil SEA V Cup 2026: Tekuk Tuan Rumah, Indonesia ke Semifinal Tantang Vietnam
      • Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari
      • Copyright © 2026 Powered by Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api,Vista Notebook   sitemap