Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >HRD BlueRay Siapkan 13 Amplop bagi Bea Cukai, Ada Isi Rp 5 M untuk Kode 'D'

    HRD BlueRay Siapkan 13 Amplop bagi Bea Cukai, Ada Isi Rp 5 M untuk Kode 'D'

    Waktu: 2026-07-29 16:17:31 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Pihak HRD PT BlueRay Cargo bernama Viny Liverie Lie mengaku menyiapkan 13 amplop untuk diberikan kepada oknum Ditjen Bea Cukai Kemenkeu. Salah satu amplop berisi Rp 5 miliar dengan kode 'D'.

    Hal ini disampaikan Vini saat bersaksi pada sidang lanjutan kasus korupsi importasi Ditjen Bea Cukai di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa . Mulanya, hakim bertanya kepada Vini, diminta menyiapkan berapa banyak amplop oleh pemilik PT BlueRay Cargo John Field untuk diberikan ke sejumlah pejabat Ditjen Bea Cukai.

    "Saya ke Bu Vini, ya. Tadi Bu Vini jelaskan bahwa menyiapkan amplop itu dari Juli 2025 sampai Januari 2026 itu 13, ya?" tanya hakim.

    "Iya," jawab saksi.

    " 13 itu apakah semuanya Bea Cukai atau termasuk..?" tanya hakim.

    "Dari Pak John semuanya Bea Cukai, kode 2," jawab saksi.

    "Semuanya Bea Cukai. Dari Pak John, Pak John mengatakan 13 itu Bea Cukai?" tanya hakim.

    "Iya," jawab saksi.

    Kemudian, hakim menanyakan berapa jumlah yang paling besar dimasukkan ke amplop oleh Vini. Vini pun menyampaikan ada salah satu dari 13 amplop yang diisi uang senilai Rp 5 miliar dengan kode 'D'.

    "Ada tidak nilainya salah satu dari amplop itu nilainya lebih dari Rp 3 M?" tanya hakim.

    "Ada, Rp 5 miliar," jawab saksi.

    "Rp 5 miliar? Itu kodenya apa?" tanya hakim.

    "D," jawab saksi.

    "D?" tanya hakim.

    "Iya," jawab saksi.

    Hakim lantas kembali menanyakan apakah kode 'D' itu merupakan bagian dari pejabat Ditjen Bea Cukai. Namun Vini mengatakan tidak tahu secara pasti lantaran John Field hanya memberinya kode tersebut.

    "Menurut pemahaman dari saksi Vini, itu Bea Cukai?" tanya hakim.

    "Saya tidak tahu. Karena dari Pak John, pas ngasih kode-kode tersebut, dia suruh saya tulisnya BC," jawab saksi.

    "Oh, BC," tanya hakim.

    "Iya, sales 2 ," jawab saksi.

    "Tapi dari Pak John bilang itu adalah sales 2, ya?" tanya hakim.

    "Iya," jawab saksi.

    Kemudian hakim kembali memastikan sampai kapan pemberian terhadap kode 'D' itu dilakukan. Vini mengaku pemberian dilakukan hingga Desember 2025.

    "Nah, kemudian yang untuk kode 'D' Rp 5 miliar itu sampai dengan Januari ataukah di pertengahan sudah tidak?" tanya hakim.

    "Januari tidak, tidak," jawab saksi.

    "Oh, Januari tidak. Jadi terakhirnya kapan?" tanya hakim.

    "Desember kalau nggak salah, ya," jawab saksi.

    Adapun ketiga terdakwa dalam sidang ini ialah:1. Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai,2. Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, 3. Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.

    Tiga pejabat Bea Cukai itu telah didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 78,8 miliar. Jaksa mengatakan suap dan gratifikasi itu diterima dalam bentuk mata uang rupiah dan mata uang asing.

    Jaksa mengatakan para terdakwa diduga menerima uang sejumlah Rp 61,7 miliar dan fasilitas hiburan senilai Rp 1,8 miliar. Uang itu diberikan oleh John Field selaku pimpinan Blueray Cargo , Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manajer Operasional Custom Clearance Pelabuhan pada Blueray Cargo , dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo .

    Selain itu, jaksa mendakwa Rizal, Sisprian, Orlando bersama Budiman Bayu Prasojo selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha importir dan pengusaha rokok. Gratifikasi itu senilai Rp 7,5 miliar, SGD 314.755 atau setara Rp 4.375.975.814 , USD 182.800 atau setara Rp 3.282.905.200 , HKD 4.700 atau setara Rp 10.762.389 , serta MYR 8.100 atau setara Rp 35.750.322 . Jika ditotal, penerimaan gratifikasi tersebut seluruhnya sejumlah Rp 15.222.893.725 .

    Dengan demikian, total suap dan gratifikasi yang diterima Rizal, Sisprian, dan Orlando ialah uang sejumlah Rp 61.743.597.000, fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1.846.221.515, serta gratifikasi Rp 15.222.893.725 ialah Rp 78.812.712.240 .

    Simak juga Video 'Ini Kasus yang Bikin Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah Polisi':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Pemerintah Falkland Ikut Kecam Argentina, Minta FIFA Jatuhkan Sanksi
    • Selanjutnya: Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?

      Artikel Terkait

      • Batang Jadi Lokasi Akad Massal 62.000 KPR FLPP, Prabowo Bakal Hadir
      • Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki
      • Polisi Ungkap Peredaran 'Pod Getar' Narkoba di Bogor, Kasus Pertama Se-Jabar
      • Brimob Polda Metro Sterilisasi Tenis Indoor Senayan, Amankan Konser Mitski
      • Kenapa Argentina Dibenci Banyak Orang, Termasuk di Amerika Latin?
      • Napi Lapas Banyuwangi Pesan Sabu, Janjikan Rp 500.000 ke Pengantar
      • Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
      • Anggota Komisi III DPR: Penetapan Tersangka Febrie Tak Harus Izin Presiden
      • Membongkar Brankas Eks Bupati Sukoharjo: Ada Emas 2,5 Kg dan Gepokan Miliaran Rupiah
      • Bosan Saat Uji Coba Penerbangan, Pilot Bikin "Ukiran" di Langit

        Lihat Sekilas

      • Eggi Sudjana Bangga dengan Prabowo soal Penanganan Kasus Febrie Adriansyah
      • Maling Modus Pecah Kaca Mobil Beraksi di Bekasi, HP hingga Dompet Raib
      • Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
      • Peringatan Maracanazo, Bencana Sepak Bola Paling Tragis di Piala Dunia
      • Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
      • Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan
      • Kasus Dugaan Mafia Tanah Sleman, BPN Ungkap Dua Sertifikat Mbah Lanjarsari Sudah Beralih Nama sejak 2010
      • Bamsoet Dorong Tanggung Jawab dan Disiplin Pemilik Izin Senjata Api
      • Apple dan Nvidia Kejar-kejaran Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
      • Alat Berat Diturunkan untuk Evakuasi Korban Ledakan Perumahan di Medan
      • Copyright © 2026 Powered by HRD BlueRay Siapkan 13 Amplop bagi Bea Cukai, Ada Isi Rp 5 M untuk Kode 'D',Vista Notebook   sitemap