Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih

    14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih

    Waktu: 2026-09-12 18:21:29 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi dampak musim kemarau yang telah dirasakan di sejumlah wilayah.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan suplai air bersih menggunakan mobil tangki guna membantu masyarakat terdampak kekeringan.

    Langkah ini diambil setelah laporan sementara menunjukkan sedikitnya 14 kecamatan di Cianjur mulai mengalami kekeringan akibat menyusutnya sumber air, baik dari sungai maupun cadangan air bawah tanah.

    Apa saja wilayah yang mulai terdampak kekeringan?

    Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, mengatakan bahwa dampak kemarau sudah mulai dirasakan masyarakat di berbagai kecamatan.

    Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya debit air hingga beberapa sumber air dilaporkan mulai mengering. Berdasarkan data sementara, terdapat 14 kecamatan yang terdampak, di antaranya:

    Kecamatan CianjurKecamatan CiranjangKecamatan KarangtengahKecamatan MandeKecamatan CikalongkulonKecamatan SukaresmiKecamatan CibeberKecamatan CibinongKecamatan SukaluyuKecamatan GekbrongKecamatan CampakamulyaKecamatan KadupandakKecamatan Agrabinta.

    “Kami meminta kecamatan yang mulai dilanda kekeringan untuk melakukan identifikasi sumber air yang tersedia seperti sumur serapan dangkal, kolam retensi, bendungan, dan sumur bor, serta memaksimalkan fasilitas penampungan air sebagai cadangan,” kata Iwan di Cianjur, Senin (20/7/2026) dikutip dari Antara.

    Bagaimana upaya BPBD dalam memenuhi kebutuhan air bersih?

    Untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD Cianjur telah melakukan pemetaan wilayah terdampak sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.

    Distribusi dilakukan menggunakan truk tangki yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur.

    Salah satu wilayah yang telah mendapatkan bantuan adalah Kecamatan Cibinong. Selama dua hari penyaluran, petugas dan relawan berhasil mendistribusikan sekitar 20 ribu liter air bersih ke sejumlah desa yang dapat dijangkau kendaraan tangki.

    Selain itu, BPBD juga menyiapkan langkah tambahan guna mempermudah masyarakat dalam mengakses air bersih.

    “Kami juga sudah memetakan sejumlah upaya cepat yang akan dilakukan di kecamatan yang mulai terdampak, termasuk memberikan bantuan pompa air bagi warga untuk mempermudah menampung air bersih,” katanya.

    Apa potensi risiko saat peralihan musim?

    Tidak hanya fokus pada dampak kekeringan, BPBD Cianjur juga mengantisipasi potensi bencana lanjutan saat memasuki masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

    Retakan tanah yang muncul selama musim kering dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

    Menurut Iwan, retakan tanah dapat menjadi titik lemah yang berbahaya ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Kondisi ini berpotensi menyebabkan longsor maupun pergerakan tanah.

    “Kami juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah saat peralihan musim yang diprediksi terjadi pada bulan September, karena retakan tanah yang terkena hujan deras dengan intensitas lama dapat memicu bencana hidrometeorologi,” katanya.

    BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi secara mandiri, terutama di wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

    • Sebelumnya: Pilu Ratusan Petani Tebu Indramayu, Honor yang Dijanjikan Pemerintah Tak Kunjung Cair
    • Selanjutnya: UU Haji Digugat ke MK, Soroti Risiko Pidana bagi Umrah Mandiri

      Artikel Terkait

      • Daftar Harga Lengkap Motor Listrik VinFast di Indonesia
      • Rapat BPH Migas-Pertamina Patra Niaga, Ketua Komisi XII Sebut Stok BBM Cukup
      • Hujan Deras Picu Banjir di Tapteng Sumut, 200 KK Terdampak
      • Nge-challenge Bocah Makan Cabai dan Masuk Freezer, Pria di Depok Ditangkap
      • Reza Arap Bawa Bunga Matahari dan Baju Bergambar Lula Lahfah di Peluncuran Trailer Harusnya Horor
      • Momen Raja Charles III Terima Andy Burnham Usai Ditunjuk Jadi PM Inggris
      • Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda
      • Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
      • Ada Konser Akbar di Monas, Penumpang 13 KA Ini Bisa Naik dari Jatinegara
      • Waka MPR Desak Respons Cepat Kondisi Darurat Kekerasan Perempuan

        Lihat Sekilas

      • Satpol PP DKI Usut Oknum Diduga Pungli Rp 300 Ribu ke Rumah Belajar di Jakut
      • Burnham Langsung Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris
      • 'Taufik Hidayat' Cikarang Penyiksa Pacar Ditangkap di Jakarta Timur
      • Viral Burung Unta Berkeliaran di Jalanan Buahbatu Bandung Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya
      • Narasi "Demo Bayaran" dan Masa Depan Kebebasan Berpendapat
      • SD Negeri Sepi Peminat, Mendikdasmen Buka Suara
      • 7 Begal Diringkus Polda Jatim, 1 Tertabrak Mobil Petugas Saat Coba Melarikan Diri
      • Kemendagri Ungkap Perbedaan Pinjaman Sukuk & Obligasi Daerah
      • Hensat Puji Keberpihakan Prabowo Berantas Korupsi di Kasus Febrie Adriansyah
      • Benarkah Biaya Perawatan Motor Listrik Lebih Murah daripada Motor Bensin?
      • Copyright © 2026 Powered by 14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih,Vista Notebook   sitemap