Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros

    Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros

    Waktu: 2026-07-29 17:11:35 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Memodifikasi sektor transmisi otomatis atau CVT (Continuously Variable Transmission) menjadi tren yang sangat digemari pengguna skuter matik (skutik).

    Banyak yang rela mengotak-atik komponen ini demi mendapatkan akselerasi yang lebih responsif dan bertenaga.

    Namun, alih-alih mendapatkan performa idaman, salah kaprah dalam memodifikasi CVT justru sering kali menjadi bumerang yang membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor melonjak drastis.

    Ilustrasi modifikasi CVT.Paguyuban Honda Banten Ilustrasi modifikasi CVT.

    Jebakan Modifikasi "Kartel" Mangkok Ganda

    Dustin, pemilik bengkel modifikasi Garage +62, menjelaskan bahwa penyakit utama skutik yang boros bensin sering kali berakar dari masalah selip pada sistem transmisi. Ironisnya, kondisi ini justru kerap lahir dari tangan pemilik motor yang salah melakukan modifikasi.

    Salah satu praktik yang paling sering ditemui adalah melakukan metode "kartel", yaitu sengaja mengasarkan permukaan dalam mangkok ganda.

    "Kebanyakan dimodifikasi dengan cara dikartel (dikasarin bagian permukaan mangkok), lalu kampas diganti yang lebih keras agar tidak mudah habis karena efek mangkok dikartel," ujar Dustin kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

    Secara logika awam, mengubah permukaan menjadi kasar dianggap bisa menambah daya cengkeram  kampas. Namun, Dustin menegaskan bahwa secara teknis anggapan tersebut salah total.

    "Kenyataannya salah. Malah disaat CVT panas, kampas akan licin dan selip. Jadinya motor digas dalam-dalam tapi tarikan berat, jadinya boros BBM," kata Dustin.

    Ketika kampas dan mangkok ganda slip, tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan sempurna ke roda belakang. Pengendara pun terpaksa memuntir selongsong gas lebih dalam agar motor mau melaju, yang otomatis membuat bensin terbuang sia-sia.

    Alihkan Dana Modifikasi untuk Perawatan Wajib

    Berkaca dari risiko tersebut, Dustin menyarankan para pemilik skutik untuk menahan diri dari modifikasi sektor kirian yang berlebihan. Menurutnya, mempertahankan kondisi standar pabrikan jauh lebih menguntungkan untuk penggunaan harian.

    "Daripada modifikasi di bagian CVT, mending dananya dialihkan untuk maintenance yang wajib. Misalnya ganti oli di tiap 2.000 kilometer. Pakai oli yang berkualitas baik, hindari merek-merek baru yang enggak jelas track record dan durabilitasnya," kata Dustin.

    Ia menambahkan, konstruksi CVT bawaan pabrik sebenarnya sudah dirancang paling optimal untuk kebutuhan berkendara normal. Jika pemilik motor tetap bersikeras ingin melakukan ubahan ringan, batasan amannya sangat ringkas.

    "CVT akan lebih baik bila standar, kerjanya akan optimal dan pas. Kalaupun mau melakukan modifikasi ringan, cukup atur berat roller dan kekerasan per CVT saja. Sisanya standar sudah cukup. Lebih baik servis rutin CVT-nya biar kinerjanya tetap baik," kata Dustin.

    • Sebelumnya: Fraksi PDI Perjuangan Desak Pemprov Sumut Investigasi Kelangkaan BBM
    • Selanjutnya: Sebabkan Listrik Padam Empat Perumahan, Pencuri Spesialis Kabel Gardu di Palembang Ditangkap Polisi

      Artikel Terkait

      • Generasi Sandwich Hadapi Tekanan Finansial, Kesiapan Keuangan Jadi Sorotan
      • Ekspor Salak Bali ke Vietnam Masih Terkendala Legalitas, Barantin Janji Bentuk Tim
      • Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Dituntut 11 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp 31,9 M
      • Gugur Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, Serda Hengki Pernah 15 Tahun Tugas di Timika
      • Banjir 1 Meter Rendam Kota Sinjai, Rumah Jabatan Bupati dan Jalan Utama Tergenang
      • Taktik Kasar Argentina Rusak Laga Final Piala Dunia, Spanyol Dinilai Layak Menang
      • Mengulik Spesifikasi Tiga Motor Listrik VinFast, Seberapa Tangguh?
      • Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
      • Rapat Paripurna DPRD Sumut Banyak Kursi Kosong, Pimpinan OPD Ramai-ramai Absen
      • Blok Masela dalam Angka: Efek Domino Investasi Rp 300 Triliun bagi Indonesia

        Lihat Sekilas

      • Pemobil di Chili Tabrak Kerumunan Festival, 6 Orang Tewas
      • Niat Tolong Korban Kecelakaan, Seorang Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk di Bangkalan
      • Ramai-ramai Anggota DPR Cecar WTP untuk BGN Era Dadan: Dibikin-bikin?
      • Promo JSM Indomaret 17-19 Juli 2026, Silverqueen Chunky Bar Rp 18.900
      • Salah Injak Pedal, Mobil BYD Tabrak Dinding Kaca Gedung di SCBD
      • Prabowo Banggakan Bank Emas Indonesia: Sudah Mengelola 153 Ton Emas!
      • Anggota DPR Usul Refocusing MBG: Prioritaskan Balita hingga SMP, Evaluasi Siswa SMA
      • Promo FamilyMart 18 Juli 2026, Beli Menu Ayam Tambah Rp 2.000 Dapat Pristine
      • Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2 Senin Sore, Pos Lain Masih Normal
      • Cak Imin Usul Ketum PBNU yang Fresh, Gus Ipul: Bisa Jadi Masukan untuk Muktamar
      • Copyright © 2026 Powered by Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros,Vista Notebook   sitemap