Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Menilik Maraknya Rasuah di Daerah

    Menilik Maraknya Rasuah di Daerah

    Waktu: 2026-09-12 18:18:15 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Tidak hanya ramai soal perkembangan kasus yang menjerat eks Jampidsus Kejagung, kasus korupsi yang tidak lepas dari sorotan publik adalah soal dugaan pemerasan pegawai oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

    Sebelumnya, lembaga antirasuah itu telah menangkap Etik dalam operasi tangkap tangan pekan lalu. Selain Etik, KPK menahan dua orang lainnya, yaitu Richard Tri Handoko dan Tri Mulyo. Ketiganya saat ini sudah berada di KPK untuk menjalani pemeriksaan.

    Seperti ditulis detikNews, selain menangkap ketiga sosok tersebut, tim KPK menemukan sejumlah barang bukti berupa emas hingga mata uang asing yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah. KPK juga mendapatkan barang tambahan usai kembali menggeledah rumah Etik pada Kamis siang.

    Merangkum detikJateng, KPK berhasil mengamankan emas seberat 2,5 kg di rumah milik Bupati Sukoharjo nonaktif Etik Suryani di Kampung Jagalan, Kelurahan Bumi, Laweyan. Hal ini menambah panjang daftar barang sitaan KPK atas kasus dugaan pemerasan Etik terhadap sejumlah pegawai.

    Diberitakan sebelumnya oleh detikJateng, modus pemerasan ini adalah dengan menggunakan kode khusus yang diutarakan Etik kepada anak buahnya. Atas dasar kode tersebut, nantinya para pegawai diminta memberikan sejumlah uang setoran kepada Etik.

    "Di mana bupati sebelumnya juga memerintahkan jajaran BPKAD saat itu, dengan perintah 'wes dilantik ojo mentheleng wae' . Maksudnya agar pegawai pada BPKAD tersebut memberikan setoran kepada bupati saat itu," jelas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu dilansir detikNews.

    Praktik rasuah di tingkat pemerintah daerah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Meski operasi tangkap tangan, penindakan hukum, hingga pengawasan terus dilakukan, daftar kepala daerah yang tersandung kasus korupsi terus bertambah dari tahun ke tahun. Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar, mengapa korupsi kepala daerah tak kunjung berhenti dan apa yang sebenarnya belum dibenahi dalam tata kelola pemerintah daerah?

    Lalu, benarkah praktik pemerasan terhadap anak buah ini sudah menjadi 'budaya' di kalangan tertentu? Simak ulasannya dalam detikSore!

    Masih membahas soal ASN, detikSore akan melihat perkembangan terbaru kasus tewasnya pegawai BPN Nias, Sumatera Utara. Seperti ditulis detikSumut, dalam perkembangan terbaru, polisi telah mengamankan dua perempuan yang diduga mengetahui penyebab ASN tersebut terjatuh dari lantai 12 sebuah apartemen di Jalan Setiabudi Kota Medan, Sumatera Utara, pada Jumat pagi.

    Benarkah ASN tersebut adalah korban pemerasan dari dua perempuan yang ia kenal via aplikasi percakapan daring? Simak informasinya dalam detikSore!

    Setelah membuka perjalanan menuju album ketiga lewat single 'Sampai Kapan?', TheOvertunes kembali menghadirkan karya baru bertajuk 'Makhluk Cahaya'. Kali ini, trio kakak-adik Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle menggandeng Nadin Amizah sebagai penulis sekaligus kolaborator vokal. Lagu ini mengangkat refleksi tentang harapan, keteguhan memegang prinsip hidup, dan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjadi sumber terang bagi orang lain, bahkan di tengah situasi yang kerap membuat banyak orang kehilangan harapan.

    Apa makna tersimpan di balik karya 'Makhluk Cahaya'? Sejauh mana pesan tentang harapan ini relevan dengan kondisi masyarakat saat ini? Temui di Sunsetalk detikSore.

    Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

    "DetikSore, Nggak Cuma Hore-hore!"

    • Sebelumnya: Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng
    • Selanjutnya: Kebakaran Pabrik Sandal Karanganyar, Tujuh Orang Berhasil Evakuasi Mandiri

      Artikel Terkait

      • Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas
      • Ketika Seniman Tua di Aceh Utara Pamerkan Ratusan Alat Musik Rapai Pase Berusia 1 Abad
      • Prabowo: Hei Koruptor, Rakyat Tidak Bodoh!
      • Inilah Wujud Cincin Juara Piala Dunia 2026, Tiru Olahraga Amerika Utara
      • Spanyol Hapus Sosok Donald Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
      • Cerita Resepsionis Hotel Podomoro Batang Gagalkan Penodongan, Pilih Melawan demi Jaga Tempat Kerja
      • Mobil Oleng Tabrak 'Pantat' Truk di Tol Singosari-Surabaya, 5 Orang Tewas
      • Kemenbud-Muhammadiyah Sinergi Manfaatkan Seni Budaya Jadi Media Dakwah
      • Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah di Tengah Fenomena Fatherless
      • Trump Sebut Pemilu AS 2020 Diintervensi China

        Lihat Sekilas

      • Koperasi Bisa Kelola Tambang, Dinas ESDM Jatim Sebut Perizinan Tetap di Pusat
      • Warga di Pasuruan Datangi Kantor DPRD, Keluhkan soal Rumah Ibadah yang Diduga Belum Berizin
      • Waka BGN Ungkap Prabowo Minta Seluruh Menteri Terkait Bantu Benahi MBG
      • Lagi Cari Kayu, Warga Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan
      • Riuh Tawa Anak-anak di Pantai Tangkoko saat Belajar Menjaga Laut dari Segenggam Sampah
      • Terungkap 'Taufik Hidayat' Cikarang hingga Pelaku Ditangkap
      • Lubang Misterius di Google Maps Ternyata Kawah Meteorit Purba Berusia 390 Juta Tahun
      • Telur Ceplok dan Telur Dadar, Mana yang Lebih Sehat? Ini Kata Dosen IPB
      • 2 Penyedia Rekening Bandar Narkoba Andre 'The Doctor' Segera Disidang
      • MVP SEA V Cup 2026 Sentil Timnas Voli Indonesia Usai Takluk dari Kamboja
      • Copyright © 2026 Powered by Menilik Maraknya Rasuah di Daerah,Vista Notebook   sitemap