Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Menilik Maraknya Rasuah di Daerah

    Menilik Maraknya Rasuah di Daerah

    Waktu: 2026-07-29 16:16:45 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Tidak hanya ramai soal perkembangan kasus yang menjerat eks Jampidsus Kejagung, kasus korupsi yang tidak lepas dari sorotan publik adalah soal dugaan pemerasan pegawai oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

    Sebelumnya, lembaga antirasuah itu telah menangkap Etik dalam operasi tangkap tangan pekan lalu. Selain Etik, KPK menahan dua orang lainnya, yaitu Richard Tri Handoko dan Tri Mulyo. Ketiganya saat ini sudah berada di KPK untuk menjalani pemeriksaan.

    Seperti ditulis detikNews, selain menangkap ketiga sosok tersebut, tim KPK menemukan sejumlah barang bukti berupa emas hingga mata uang asing yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah. KPK juga mendapatkan barang tambahan usai kembali menggeledah rumah Etik pada Kamis siang.

    Merangkum detikJateng, KPK berhasil mengamankan emas seberat 2,5 kg di rumah milik Bupati Sukoharjo nonaktif Etik Suryani di Kampung Jagalan, Kelurahan Bumi, Laweyan. Hal ini menambah panjang daftar barang sitaan KPK atas kasus dugaan pemerasan Etik terhadap sejumlah pegawai.

    Diberitakan sebelumnya oleh detikJateng, modus pemerasan ini adalah dengan menggunakan kode khusus yang diutarakan Etik kepada anak buahnya. Atas dasar kode tersebut, nantinya para pegawai diminta memberikan sejumlah uang setoran kepada Etik.

    "Di mana bupati sebelumnya juga memerintahkan jajaran BPKAD saat itu, dengan perintah 'wes dilantik ojo mentheleng wae' . Maksudnya agar pegawai pada BPKAD tersebut memberikan setoran kepada bupati saat itu," jelas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu dilansir detikNews.

    Praktik rasuah di tingkat pemerintah daerah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Meski operasi tangkap tangan, penindakan hukum, hingga pengawasan terus dilakukan, daftar kepala daerah yang tersandung kasus korupsi terus bertambah dari tahun ke tahun. Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar, mengapa korupsi kepala daerah tak kunjung berhenti dan apa yang sebenarnya belum dibenahi dalam tata kelola pemerintah daerah?

    Lalu, benarkah praktik pemerasan terhadap anak buah ini sudah menjadi 'budaya' di kalangan tertentu? Simak ulasannya dalam detikSore!

    Masih membahas soal ASN, detikSore akan melihat perkembangan terbaru kasus tewasnya pegawai BPN Nias, Sumatera Utara. Seperti ditulis detikSumut, dalam perkembangan terbaru, polisi telah mengamankan dua perempuan yang diduga mengetahui penyebab ASN tersebut terjatuh dari lantai 12 sebuah apartemen di Jalan Setiabudi Kota Medan, Sumatera Utara, pada Jumat pagi.

    Benarkah ASN tersebut adalah korban pemerasan dari dua perempuan yang ia kenal via aplikasi percakapan daring? Simak informasinya dalam detikSore!

    Setelah membuka perjalanan menuju album ketiga lewat single 'Sampai Kapan?', TheOvertunes kembali menghadirkan karya baru bertajuk 'Makhluk Cahaya'. Kali ini, trio kakak-adik Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle menggandeng Nadin Amizah sebagai penulis sekaligus kolaborator vokal. Lagu ini mengangkat refleksi tentang harapan, keteguhan memegang prinsip hidup, dan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjadi sumber terang bagi orang lain, bahkan di tengah situasi yang kerap membuat banyak orang kehilangan harapan.

    Apa makna tersimpan di balik karya 'Makhluk Cahaya'? Sejauh mana pesan tentang harapan ini relevan dengan kondisi masyarakat saat ini? Temui di Sunsetalk detikSore.

    Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

    "DetikSore, Nggak Cuma Hore-hore!"

    • Sebelumnya: Bangganya Fajar/Fikri Juara Japan Open di Momen 1 Tahun Kebersamaan
    • Selanjutnya: KPK soal Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus Kasus Febrie: Progres Positif

      Artikel Terkait

      • Cabai Habanero Lokal Pertama Indonesia, Lebih Pedas dari Rawit
      • Berlaku Agustus 2026: Daftar PT Perorangan untuk UMK Bayar Tarif Rp 50.000
      • Persija Turunkan Skuad Utama di Piala Presiden 2026 Usai TC Thailand Diundur
      • Trump Ancam Bredel Stasiun TV yang Tak Siarkan Pidatonya
      • Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih
      • Muatan Overload Bikin Rem Cepat Panas dan Berisiko Blong
      • Purbaya Akui Sempat Tarik Dana SAL dari Himbara atas Permintaan BI
      • Menolak Lupa ala Argentina dan Pengalaman Indonesia
      • Mengenal Falkland atau Malvinas, Jadi Sorotan Usai Laga Argentina vs Inggris
      • Polri Usut Korupsi Pembiayaan Batu Bara: Ada 3 Tersangka, Tak Terkait "Blackout"

        Lihat Sekilas

      • Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok
      • Mal-mal Surabaya Dipagari Besi Tinggi, Pengelola: Murni Penataan
      • Pengacara Don Ritto Ungkap Uang Rp 67 Miliar yang Disita di Restoran untuk Proyek Pelabuhan
      • AS Bombardir Iran 9 Malam Berturut-turut, Khamenei Tegaskan Gencatan Senjata Batal
      • Banjir Dahsyat Terjang Afghanistan, 100 Orang Lebih Dilaporkan Hilang
      • Ini Harga Rumah Lamine Yamal yang Dibeli dari Gerard Pique
      • Ukraina Serang Gudang Raksasa E-Commerce Rusia, 8 Orang Tewas
      • Ingin Baca Unggahan Trump Lebih Cepat dari Orang Lain? Siapkan Rp 1,6 Miliar per Bulan
      • Penembakan di Bar Canggu Bali, Peluru Kenai Sekuriti dan WN China
      • Terekam CCTV Buang Sampah Sembarangan, Pria di Jaksel Didenda Rp 500.000
      • Copyright © 2026 Powered by Menilik Maraknya Rasuah di Daerah,Vista Notebook   sitemap