Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS

    China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS

    Waktu: 2026-09-12 22:41:25 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    China menyatakan ambisinya untuk mengambil peran lebih besar dalam mengatur tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global.

    Hal itu disampaikan Presiden China Xi Jinping saat membuka World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Jumat (17/7/2026).

    Dalam pidatonya, Xi menyerukan agar pengembangan AI dilakukan melalui kerja sama internasional, bukan monopoli teknologi oleh segelintir negara.

    Ia juga menekankan pentingnya sistem AI tetap berada di bawah kendali manusia serta dikelola dengan aturan yang mampu meminimalkan risiko keamanan.

    Xi sekaligus menyindir kebijakan Amerika Serikat yang selama beberapa tahun terakhir membatasi ekspor chip AI dan teknologi semikonduktor canggih ke China atas alasan keamanan nasional. Menurutnya, hambatan tersebut justru berisiko memperlebar kesenjangan teknologi antarnegara.

    "AI seharusnya menjadi barang publik global yang dapat diakses lebih luas," demikian inti pesan Xi dalam pidatonya.

    Sebagai bagian dari upaya tersebut, China mengumumkan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional baru yang bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang AI.

    Organisasi tersebut disebut telah diikuti sekitar 29 negara dan diposisikan sebagai wadah untuk membahas standar, tata kelola, serta kerja sama pengembangan AI, terutama bagi negara-negara berkembang.

    Ilustrasi AIFreepik Ilustrasi AI

    Pengamat menilai langkah ini sekaligus menjadi penyeimbang terhadap inisiatif tata kelola AI yang selama ini dipimpin negara-negara Barat.

    Tawarkan pelatihan AI

    Selain membentuk organisasi baru, China juga mengumumkan sejumlah program kerja sama internasional. Pemerintah setempat berjanji menyediakan 5.000 kesempatan pelatihan AI bagi negara berkembang dalam lima tahun ke depan.

    Beijing juga akan membagikan teknologi AI untuk layanan meteorologi kepada 30 negara, serta memperluas kerja sama dengan organisasi regional seperti ASEAN, Uni Afrika, dan BRICS.

    Langkah tersebut memperkuat strategi China untuk memperluas pengaruhnya di bidang AI melalui pendekatan kerja sama internasional, di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat dengan Amerika Serikat.

    Meski menempatkan isu keamanan AI sebagai salah satu agenda utama konferensi, pendekatan China masih menjadi perhatian sejumlah negara Barat.

    Beberapa pihak menilai regulasi AI di China tetap dipengaruhi oleh kebijakan sensor pemerintah dan kontrol terhadap data. Di sisi lain, Beijing menegaskan bahwa pengembangan AI harus memperhatikan keamanan, etika, dan tetap berada di bawah pengawasan manusia.

    Konferensi WAIC tahun ini juga menjadi panggung bagi sejumlah perusahaan AI China untuk memamerkan teknologi terbaru mereka.

    Di antaranya adalah startup Moonshot AI yang memperkenalkan model AI open-weight Kimi K3, serta Huawei yang memamerkan sistem komputasi AI Atlas 950 SuperPoD.

    Kehadiran berbagai inovasi tersebut menunjukkan upaya China mempercepat pengembangan AI domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat

    • Sebelumnya: Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
    • Selanjutnya: 2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru

      Artikel Terkait

      • Sudah Gratis Seragam dan Sepatu, SD Negeri di Demak Ini Cuma Dapat 3 Murid
      • Densus Pastikan Pelaku Teror Bom di SDN Jaksel Tak Terkait Jaringan Teroris
      • Tips Pakai Hijab dan Baju Bermotif, Tetap Stylish dan Tidak Berlebihan
      • Berapa Harga Rumah Subsidi Sesuai Aturan Terbaru?
      • Mbappe Lebih Pilih Final daripada Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
      • Pertunjukan Angklung Ramaikan Hari Kemerdekaan ke-81 RI di IKN
      • Liga Aspal Menteng, Anak-anak Dilatih Kekompakan Hingga Fair Dalam Bertanding
      • Bocah 4 Tahun di Bekasi Tewas Usai Tercebur Sumur 15 Meter
      • Ekspor Salak Bali ke Vietnam Masih Terkendala Legalitas, Barantin Janji Bentuk Tim
      • Kapolres Jakpus Turun Amankan Puncak Harkopnas di GBK, Pastikan Aman

        Lihat Sekilas

      • Serukan Perang ke Pengemplang Pajak, Menkeu Jerman: Orang Jujur Tak Boleh Dianggap Bodoh
      • Perjuangan Bocah Kembar Siam Subang Mengenyam Pendidikan, Ceria Jalani Hari Pertama Sekolah
      • Air Bersih di Kelapa Gading Jakut Mengalir Kecil Hari Ini? PAM Jaya Ungkap Penyebabnya
      • Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis
      • Dulu Ambil Air Pakai Ember, Kini Petani NTT Panen Dua Kali Setahun
      • Dari Balik Jeruji, Tahanan Kasus Narkoba di Tanggamus Lampung Ucapkan Ijab Kabul
      • Viral Pria Pamer Alat Kelamin di JPO Grogol Jakbar, Polisi Selidiki
      • ⁠Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo
      • Proyek Abadi LNG Masela Diproyeksi Pangkas Kemiskinan Tanimbar Jadi 18,87 Persen
      • Kasus Febrie Adriansyah Dikaitkan dengan Blackout, Hotman Paris: Paling Lelucon!
      • Copyright © 2026 Powered by China Ingin Pimpin Tata Kelola AI Dunia, Kritik Pembatasan Teknologi AS,Vista Notebook   sitemap