Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru

    2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru

    Waktu: 2026-09-12 18:19:24 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, dua Sekolah Rakyat di Banyuwangi yang terletak di dua lokasi yaitu Gedung Balai Diklat di Desa Licin dan Gedung BPVP di Muncar, akan dilebur menjadi satu.

    Kedua Sekolah Rakyat tersebut dijadwalkan segera menempati gedung baru di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar pada Agustus 2026.

    Saat ini, pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7 hektare tersebut telah mencapai 88 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli 2026.

    "Alhamdulillah, progres pembangunan setiap gedung sudah mencapai 85-90 persen. Jika pembangunan sesuai target, Insya Allah Agustus nanti gedung ini sudah bisa ditempati para siswa," kata Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk orangtua dan calon siswa, Selasa (14/7/2026).

    Mujiono mengatakan, kehadiran gedung baru tersebut menjadi wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

    Di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, namun juga berfokus pada pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan mereka.

    "Bapak Presiden ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan ilmu dan keterampilan yang didapat, para siswa diharapkan dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka," ujarnya.

    Mujiono bersyukur, anak-anak dari Sekolah Rakyat saat ini sudah lebih percaya diri, lebih semangat, dan optimis untuk meraih cita-citanya.

    Bahkan, menurut dia, beberapa sudah ada yang lulus. Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan ada juga yang langsung bekerja di salah satu perusahaan ternama yakni Toyota.

    Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi jenjang SD-SMP, Winarno, menjelaskan bahwa mulai hari ini, dua Sekolah Rakyat rintisan di Banyuwangi melebur menjadi satu dengan nama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi.

    "Gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi seluruh siswa SR di Banyuwangi yang sebelumnya berada di dua lokasi berbeda," ungkapnya.

    Saat ini, SRT 1 Banyuwangi memiliki sembilan rombongan belajar (rombel). SRT 46 Muncar terdiri atas empat rombel SD dan SMA, sementara SRT di Licin terdiri dari lima rombel jenjang SD, SMP, dan SMA.

    Pada tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat juga menerima siswa baru sebanyak sembilan rombel, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

    "Seluruh siswa dijadwalkan mulai menempati kompleks sekolah baru tersebut setelah pembangunan rampung dan sarana pendukung dinyatakan siap digunakan," pungkasnya.

    • Sebelumnya: Memanas! AS Bombardir Penyimpanan Rudal Iran Selama 90 Menit
    • Selanjutnya: Periksa Bobby Rizaldi, KPK Dalami Pengaturan Audit BPK untuk Muara Enim

      Artikel Terkait

      • Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok
      • Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
      • Saat Nyawa Ojol Jadi Taruhan, Terpaksa Terima Pesanan Antar Kulkas hingga Kasur
      • TNI AU Kasih Paham Akun yang Tanya Kenapa Pesawat Militer Singapura Tak Dihadang
      • Tidak Cocok dengan Micky van de Ven, Barcelona Fokus Cari Penyerang Baru
      • Viral Aksi Berani Bocil-bocil Hadang Pemotor Lewat Trotoar di Jakbar
      • Memanas, AS Bombardir Kota Pembangkit Nuklir Iran
      • Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah
      • Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan
      • Menakar Kemenangan Narasi dalam Konflik Iran-Amerika Serikat

        Lihat Sekilas

      • BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi
      • Menkop Jelaskan Visi Presiden di Program KDKMP: Warga Desa Jadi Pelaku Ekonomi
      • Protes Polusi Udara, Spanduk "Selamat Datang di Kawasan Tidak Layak Huni" Terbentang di Padalarang-Cipatat
      • Viral Kolesom Jumbo di Jaksel yang Menurut LPPOM Haram, Ini Alasannya
      • Dinas LH Banten Minta Pengelola TPA Rutin Siram Sampah Cegah Kebakaran
      • Iran Akui Salah Tembaki Kapal-kapal di Selat Hormuz
      • Komisi III DPR Bentuk Panja Awasi Kasus yang Bikin Febrie Adriansyah Tersangka
      • Kejagung Bentuk Penyidik Khusus Tangani Febrie Adriansyah, Jamin Independen
      • ⁠Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo
      • Khofifah Telat Hampir 2 Jam ke Pasar Murah, Warga Pamekasan Sabar Menunggu demi Sembako Murah
      • Copyright © 2026 Powered by 2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru,Vista Notebook   sitemap