Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang

    Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang

    Waktu: 2026-09-12 18:18:34 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Tragedi Armero merupakan salah satu bencana paling mengerikan di abad ke-20. Bencana yang dipicu oleh letusan gunung berapi Nevado del Ruiz di Kolombia ini menewaskan 25.000 orang.

    Dikutip dari Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey , Nevado del Ruiz adalah gunung berapi tipe stratovulkan yang memiliki ketinggian 5.389 meter di atas permukaan laut, dengan bagian puncak yang ditutupi oleh gletser atau lapisan es.

    Saat itu, Gunung Nevado del Ruiz mulai menunjukkan aktivitas sekitar satu tahun sebelum tragedi terjadi. Reaktivasi ini ditandai dengan munculnya rentetan gempa bumi . Aktivitas keluarnya uap dan gas di kawah puncak juga mulai tampak.

    Pada tanggal 11 September 1985, terjadi letusan eksplosif kecil. Setelah letusan kecil ini dan meredanya situasi politik, para pejabat mulai bertemu dengan para ilmuwan untuk membahas potensi bahaya dan rencana evakuasi. Sayangnya, sebagian besar kawasan kota Armero masih terabaikan.

    Bencana itu pun terjadi. Pada malam tanggal 13 November, sebagian besar penduduk Armero sudah terlelap tidur. Wali Kota dan pendeta setempat telah meyakinkan warga bahwa mereka aman untuk malam itu. Namun, letusan ini tidak disadari oleh penduduk Armero karena tersamarkan oleh hujan badai yang sedang berlangsung malam itu.

    Lahar mengalir deras ke arah utara dan timur melalui lembah-lembah sungai yang dalam di kaki gunung. Banjir lahar mencapai kota Armero sekitar dua jam setelah letusan terjadi. Dalam hitungan menit, kota Armero dihantam dengan dahsyat oleh banjir lahar tersebut.

    Sekitar 23.000 orang tewas seketika. Para korban terkubur dalam campuran lumpur dan puing bangunan. Secara keseluruhan, bencana ini menewaskan lebih dari 25.000 orang.

    Bencana ini menjadi pelajaran tentang pentingnya komunikasi untuk mitigasi bencana. Hal ini terjadi karena saat itu pemerintah Kolombia sedang teralihkan oleh masalah perang gerilya di Bogota, sehingga situasi ketidakstabilan politik dianggap lebih mendesak daripada aktivitas gunung.

    Selain itu, para ilmuwan Kolombia sedang kekurangan peralatan, keahlian, dan dukungan pemerintah untuk memantau aktivitas gunung. Akhirnya, mereka tidak bisa menyampaikan informasi secara efektif.

    • Sebelumnya: Bukan Uang, Artis yang Tampil di Final Piala Dunia 2026 dapat Honor yang Tak Ternilai
    • Selanjutnya: PWI Polisikan Hotman Paris Buntut Ucapan 'Lu Punya Otak Nggak'

      Artikel Terkait

      • Menuntut Negara: Bangsa Penagih atau Pencipta?
      • Hari Anak Nasional 2026, Kemensos Gelar Tebus Ijazah hingga Khitanan Massa
      • Warga Protes SPMB di Lampung Timur, Kadisdik: Rumah Dekat Sekolah Belum Tentu Diterima
      • GHAS Dibongkar, Andre Rosiade Targetkan Stadion Baru Rampung Januari 2028
      • Zulhas Ungkap KDKMP Sekaligus untuk Salurkan Bantuan dan Barang Subsidi
      • Bangganya Fajar/Fikri Juara Japan Open di Momen 1 Tahun Kebersamaan
      • Berkas Lengkap, Kurir Sabu Jaringan Ko Erwin Dilimpahkan Bareskrim ke Jaksa
      • NasDem Minta 3 Perkara Korupsi yang Jerat Febrie Diusut Tuntas hingga Akar
      • Rekayasa Lalin Saat RBR 2026 Tetap Mengakomodir Jemaat Gereja
      • Andy Burnham Segera Jadi PM Baru Inggris, Dilantik Senin

        Lihat Sekilas

      • Foto Tumpukan Uang Diduga Milik Kepala SPPG di Pesisir Barat, KPPG Lampung Buka Suara
      • Dianiaya Pacar, Wanita di Bekasi Lolos dari Sekapan Usai Kabur Lewat Jendela
      • Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031
      • Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan
      • Menantang Ombak dan Ongkos, Perjuangan Nelayan Pangandaran Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Bakar
      • Terungkap Pidato Messi Sebelum Hadapi Spanyol, Bakar Semangat Timnas Argentina
      • Remaja Putri Usia 11 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Embung Desa Kertanegara Indramayu
      • Dinilai Lalai, Sopir Truk Galon Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 4 Orang di Sibolangit
      • Persebaya 99th Anniversary Game: Bajul Ijo Ditahan Imbang PSIS Semarang 2-2
      • Lepas 135 Karyawan Umrah, ParagonCorp Diapresiasi Menhaj
      • Copyright © 2026 Powered by Memori Ngeri Bencana Lahar Dingin yang Menewaskan 25 Ribu Orang,Vista Notebook   sitemap