Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

    Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

    Waktu: 2026-09-13 06:19:31 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Pria berinisial E diduga menjadi pelaku pembunuhan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berinisial RYS. Namun, hingga kini, pelaku belum juga tertangkap.

    RYS (50), ASN Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan diketahui ditemukan meninggal dunia dalam mobil Innova dengan nopol M 1090 GP pelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu, 24 Juni 2026.

    Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, menduga bahwa RYS menjadi korban love scam yang mengincar korban sejak lama.

    Tak hanya itu, dia juga menduga pelaku terkenal sebagai sindikat penipuan.

    Namun, Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim), AKBP Arbaidi Jumhur, menyebut bahwa hubungan korban dan pelaku yakni “Kopi Darat”.

    “Enggak (love scaming) biasa kopi darat,” kata Jumhur, Jumat (17/7/2026).

    Kopi Darat atau disingkat kopdar adalah sebuah istilah yang mengarah kepada ajang pertemuan pertama kali antar sesama pengguna yang umumnya sudah saling kenal lewat sarana telekomunikasi.

    Selain itu, beredar informasi bahwa pelaku pernah bekerja di salah instansi dengan akronim BPPN. Tetapi, Jumhur menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki pekerjaan.

    “Enggak, orang umum, dia pengangguran kerjanya nipu-nipu banyak korban,” ungkapnya.

    Namun, status E juga belum dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jumhur menyebut, Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih dalam dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

    “Belum lah (status DPO), masih kita harus amankan dulu nanti kita kroscek dengan saksi-saksi lain,” pungkasnya.

    RYS Diduga Meninggal karena Asfiksia

    Jenazah RYS mulanya ditemukan oleh seorang driver taxi online di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda. Setelah dievakuasi, jasad RYS dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.

    Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim, menyebut bahwa korban diduga meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan

    Tim forensik juga menemukan sejumlah adanya tanda yang mengarah pada penyebab kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Hal itu juga diperkuat dengan tanda-tanda pembusukan yang cukup jelas.

    RYS Diduga Korban Pembunuhan

    Pada proses penyelidikan, RYS diduga menjadi korban pembunuhan yang mengarah pada satu pria berkaca mata berinisial E. Sebab, Polisi menemukan sepasang sandal hotel di dalam mobil tersebut.

    Beredar pula video berdurasi 33 detik ketika RYS bersama E sempat menghabiskan waktu bersama di Alun-alun Kota Batu.

    Selain temuan sandal hotel, Polisi juga mencocokkan visual pria berinisial E di Alun-alun Kota Batu dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket parkir Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore.

    Dalam rekaman CCTV bandara, terlihat mobil dinas korban memasuki area parkir. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pria bermasker dan berkacamata dengan baju yang identik dengan pria dalam video di Kota Batu.

    Saat itu, posisi jok depan sisi kiri direbahkan yang diduga untuk menyembunyikan jenazah korban yang kakinya dalam kondisi menekuk.

    • Sebelumnya: Polisi Olah TKP MAN 3 Padang Usai Siswa Bawa Bom hingga Meledak
    • Selanjutnya: Antisipasi Kekeringan, Walkot Bogor Minta Warga Daftar Sambungan PDAM

      Artikel Terkait

      • Kenapa Febrie Adriansyah Belum Ditahan? Kejagung: Kan Baru Dipanggil Sekarang
      • Rincian Utang Rp 1,6 Triliun BGN Era Dadan: Bayar EO, Unhan, hingga Sendok
      • Cek Perbedaan Aplikasi Cek Bansos dan Perlinsos Digital, Termasuk Cara Daftarnya
      • TNI AD Sampaikan Duka Cita Usai Insiden Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
      • Dilaporkan 11 Juli, Admin TheKerupuk Jadi Tersangka Empat Hari Kemudian, LBH Soroti Prosesnya
      • Sekolah Rakyat Jember Punya Lapangan Berstandar FIFA, Siswa Baru Takjub
      • KAI "Blacklist" 19 Pelaku Kekerasan Seksual, Penumpang Diminta Berani Melapor
      • Mengapa Melakukan Rutinitas Skincare Bisa Bantu Kelola Stres
      • Depok Siapkan RDF Plant di TPA Cipayung, Olah 1.000 Ton Sampah Sehari
      • Xi Jinping Tantang Dominasi AS, Ingin China Pimpin Tata Kelola AI Global

        Lihat Sekilas

      • Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas
      • Pria Ditangkap Polisi usai Tusuk Seseorang di Jakbar
      • Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?
      • MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
      • Program Sekolah Gratis Pemprov Banten Bantu Anak Buruh Lanjutkan Pendidikan
      • Demam Piala Dunia 2026, Haaland dan Lionel Kini Jadi Nama Favorit Bayi
      • Menteri Bahlil Sebut Stok BBM di Sumut Ada, Cuma Sopir yang Mogok
      • Jadwal PPKMB Undip 2026, Mahasiswa FK Perlu Tes Kesehatan Ulang Mulai 20 Juli
      • Alasan Prabowo Terbitkan Perpres yang Jadi Landasan TNI Jaga Rumah Eks Jampidsus
      • Massa Demo Bubar, Jalan Medan Merdeka Arah Gambir Jakpus Kembali Dibuka
      • Copyright © 2026 Powered by Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO,Vista Notebook   sitemap