Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

    Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

    Waktu: 2026-07-29 17:08:33 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Pria berinisial E diduga menjadi pelaku pembunuhan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berinisial RYS. Namun, hingga kini, pelaku belum juga tertangkap.

    RYS (50), ASN Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan diketahui ditemukan meninggal dunia dalam mobil Innova dengan nopol M 1090 GP pelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu, 24 Juni 2026.

    Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, menduga bahwa RYS menjadi korban love scam yang mengincar korban sejak lama.

    Tak hanya itu, dia juga menduga pelaku terkenal sebagai sindikat penipuan.

    Namun, Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim), AKBP Arbaidi Jumhur, menyebut bahwa hubungan korban dan pelaku yakni “Kopi Darat”.

    “Enggak (love scaming) biasa kopi darat,” kata Jumhur, Jumat (17/7/2026).

    Kopi Darat atau disingkat kopdar adalah sebuah istilah yang mengarah kepada ajang pertemuan pertama kali antar sesama pengguna yang umumnya sudah saling kenal lewat sarana telekomunikasi.

    Selain itu, beredar informasi bahwa pelaku pernah bekerja di salah instansi dengan akronim BPPN. Tetapi, Jumhur menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki pekerjaan.

    “Enggak, orang umum, dia pengangguran kerjanya nipu-nipu banyak korban,” ungkapnya.

    Namun, status E juga belum dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jumhur menyebut, Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih dalam dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

    “Belum lah (status DPO), masih kita harus amankan dulu nanti kita kroscek dengan saksi-saksi lain,” pungkasnya.

    RYS Diduga Meninggal karena Asfiksia

    Jenazah RYS mulanya ditemukan oleh seorang driver taxi online di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda. Setelah dievakuasi, jasad RYS dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.

    Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim, menyebut bahwa korban diduga meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan

    Tim forensik juga menemukan sejumlah adanya tanda yang mengarah pada penyebab kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Hal itu juga diperkuat dengan tanda-tanda pembusukan yang cukup jelas.

    RYS Diduga Korban Pembunuhan

    Pada proses penyelidikan, RYS diduga menjadi korban pembunuhan yang mengarah pada satu pria berkaca mata berinisial E. Sebab, Polisi menemukan sepasang sandal hotel di dalam mobil tersebut.

    Beredar pula video berdurasi 33 detik ketika RYS bersama E sempat menghabiskan waktu bersama di Alun-alun Kota Batu.

    Selain temuan sandal hotel, Polisi juga mencocokkan visual pria berinisial E di Alun-alun Kota Batu dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket parkir Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore.

    Dalam rekaman CCTV bandara, terlihat mobil dinas korban memasuki area parkir. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pria bermasker dan berkacamata dengan baju yang identik dengan pria dalam video di Kota Batu.

    Saat itu, posisi jok depan sisi kiri direbahkan yang diduga untuk menyembunyikan jenazah korban yang kakinya dalam kondisi menekuk.

    • Sebelumnya: Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
    • Selanjutnya: 2 Kali Tertangkap Curi Motor, Pria di Lumajang Malah Beralih Curi Bebek

      Artikel Terkait

      • Menperin: Industri Pengolahan Serap Lebih dari 20 Juta Pekerja, SDM Terampil Masih Dibutuhkan
      • Prabowo Banggakan Bank Emas Indonesia: Sudah Mengelola 153 Ton Emas!
      • Tetap Bermusik di Usia 80 Tahun, Ahmad Albar Sebut Satu Hal yang Bisa Menghentikannya
      • Pasokan Bio Solar Dipangkas Separuhnya, Antrean Truk di SPBU Bengkulu Sepanjang Ratusan Meter
      • Kronologi Penangkapan Admin "TheKerupuk" gara-gara Meme, Diadang 10 Orang Saat Mau Makan
      • Bupati Sumenep: KDMP dan Koperasi Konvensional Bisa Berkembang Berdampingan
      • Daftar Haji 2027 Diumumkan, ASN Diminta Bangun Komunikasi dengan Calon Jemaah
      • Kasus WNI Kabur saat Tur di Korsel Bukan yang Pertama, Pernah Terjadi di AS dan Jepang
      • Gerindra Bantah Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum
      • PDI-P Tunggu Jawaban BGN soal Kader Partainya yang Punya Dapur MBG

        Lihat Sekilas

      • Konflik Berdarah Adonara NTT, PDIP Minta Aparat Upayakan Mediasi
      • FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?
      • Taktik Kasar Argentina Rusak Laga Final Piala Dunia, Spanyol Dinilai Layak Menang
      • Bos Laundry di Jaksel Bantah Tahan Ijazah Karyawan, Akui Masih Ada Dokumen Tersimpan
      • Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...
      • Konflik Berdarah di Adonara Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Begini Duduk Perkaranya
      • Kurangi Ketergantungan pada Selat Hormuz, Produsen Minyak Timur Tengah Cari Jalur Baru
      • Prabowo: Kita Ditakut-takuti dengan Rapor Jelek dari Global Rating Agency
      • Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Semua OPD Buka Hotline Aduan Warga
      • BAIC T1 Diklaim Sudah Kantongi 50 Pesanan
      • Copyright © 2026 Powered by Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO,Vista Notebook   sitemap