Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Keluarga Guru PPPK yang Meninggal di Mes Polisi Pessel Pertanyakan Hasil Visum Tak Kunjung Keluar

    Keluarga Guru PPPK yang Meninggal di Mes Polisi Pessel Pertanyakan Hasil Visum Tak Kunjung Keluar

    Waktu: 2026-07-29 15:26:40 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Kuasa hukum keluarga IPP (33), guru PPPK yang ditemukan meninggal dunia di mes Polres Pesisir Selatan (Pessel), mempertanyakan hasil visum korban yang hingga kini belum kunjung keluar.

    Padahal, peristiwa tersebut sudah berlalu hampir satu bulan persisnya pada Sabtu (27/6/2026).

    Kuasa hukum keluarga korban, Rodi Chandra menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk menemui Kanit Resum Satreskrim Polres Pesisir Selatan guna menanyakan perkembangan kasus serta kejelasan hasil visum tersebut.

    "Belum ada informasi terkait hasil visum. Rencananya kami akan menemui Kanit Resum Polres Pessel dan juga berkoordinasi langsung dengan tim dokter di RS Bhayangkara Kota Padang," ujar Rodi kepada Kompas.com, Senin (20/7/2026).

    Hasil visum tersebut berkaitan dengan organ dalam korban, yang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan labor.

    Di sisi lain, proses penyelidikan terus berjalan.

    Penyidik Polres Pessel tengah menggali secara mendalam mengenai hubungan atau kedekatan korban dengan sejumlah personel kepolisian yang berada di lokasi kejadian.

    Hal ini terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap ayah, ibu, dan kakak sepupu korban pada Senin (6/7/2026).

    “Sampai saat ini selain pihak keluarga teman dari almarhum juga sudah memberi keterangan,” ujarnya.

    Misteri Alasan Menginap di Mes Polisi

    Salah satu poin krusial yang tengah didalami oleh tim penyidik adalah motif atau alasan keberadaan korban di mes Korps Bhayangkara tersebut.

    Sebagai seorang guru, keberadaan IPP di mes polisi dinilai memerlukan penjelasan logis.

    Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, dalam keterangan sebelumnya membenarkan bahwa fokus penyelidikan saat ini adalah mencari tahu alasan korban menginap.

    "Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami berbagai hal, termasuk alasan korban menginap di mes saat itu. Terkait alasan korban menginap, masih kami dalami," ujar Susmelawati.

    Hingga saat ini, Polda Sumbar telah memeriksa total empat personel kepolisian yang diketahui kerap mendatangi mes tempat korban ditemukan tewas.

    "Baru empat personel yang dimintai keterangan. Mereka merupakan anggota yang sering datang ke mes itu. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Polres maupun Propam," ujar dia.

    Sementara itu, Kasi Humas Polres Pessel, AKP Suhasril menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk bersikap profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini.

    "Kita sudah mintai keterangan pada keluarga dan teman. Jikalau masih ada saksi tambahan yang diketahui oleh keluarga, silakan sampaikan ke penyidik," tutur Suhasril.

    Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya menegaskan akan terus mengawal setiap tahapan proses penyelidikan hingga tuntas.

    "Harapan kami, apa yang menjadi pertanyaan masyarakat serta harapan pihak keluarga korban tentang keadilan benar-benar bisa disampaikan secara terbuka, transparan, dan tidak ada yang ditutupi," kata Rodi.

    • Sebelumnya: Air PAM Mati, Warga Cengkareng Mulai Waswas Persediaan Kian Menipis
    • Selanjutnya: Unesa Nonaktifkan 6 Pelaku Diduga Lecehkan 26 Mahasiswa dan Dosen

      Artikel Terkait

      • Jual Lotion dan Kosmetik Ilegal, Sejoli di Malang Diringkus Polisi
      • Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah
      • Waka MPR Sebut Peningkatan Literasi Nasional Tidak Boleh Berhenti
      • DBS Proyeksikan Harga Emas Tembus 5.300 Dollar AS per Troy Ons
      • PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke Mitra Buntut Pekerja Tewas di Jaktim
      • Burnham Langsung Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris
      • Bentrok 2 Desa di Adonara NTT Kembali Terjadi, 2 Orang Tewas
      • Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak
      • Rahmat Dimas Pembunuh Ojol di Tangerang Ditetapkan Sebagai Tersangka
      • Pengendara yang Nekat Lewat Trotoar Daan Mogot Jakbar Bakal Ditilang ETLE

        Lihat Sekilas

      • Ricardo Salampessy Prediksi Argentina Juara Piala Dunia 2026
      • 7 Fakta OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Sempat Nobar Bola hingga Sita Ratusan Juta
      • Kelompok Kriminal Terorganisir India Jadi Ancaman Global
      • LBH: Admin TheKerupuk Tak Pernah Diizinkan Bicara Empat Mata dengan Pengacara Saat Diperiksa
      • Israel Ubah Status Buaya, Kini Bisa Digunakan untuk Cegah Tahanan Kabur
      • RUU Masyarakat Adat Ditargetkan Sah Jadi UU pada Periode Presiden Prabowo
      • Baleg DPR Setujui Harmonisasi RUU LLAJ, Hak Kewajiban Ojol Diatur Terpisah
      • Siswa SMAN 9 Manado Olah Limbah Tulang Ayam Jadi Peredam Suara
      • Buaya Purba Seukuran Kucing Ini Simpan Kulit dan Warna Aslinya
      • Diperiksa Kejagung, Febrie Adriansyah Tersangka Kasus ASABRI Tak Ditahan
      • Copyright © 2026 Powered by Keluarga Guru PPPK yang Meninggal di Mes Polisi Pessel Pertanyakan Hasil Visum Tak Kunjung Keluar,Vista Notebook   sitemap