Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel

    Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel

    Waktu: 2026-09-12 18:21:03 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Kaburnya seorang peserta tur asal Madiun bernama Femas saat mengikuti open trip Korea Selatan menjadi sorotan Kementerian Luar Negeri . Aksi Femas itu disebut melanggar aturan imigrasi.

    "Kemlu mencermati pemberitaan mengenai adanya oknum WNI atas nama FY yang diduga menyalahgunakan fasilitas kemudahan masuk ke Korea Selatan dengan meninggalkan rombongan wisata dan melanggar ketentuan keimigrasian setempat," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, saat dihubungi, Sabtu .

    "Sebagaimana disampaikan Duta Besar RI di Seoul, Pemerintah RI bersama KBRI Seoul terus mengupayakan peningkatan kemudahan mobilitas masyarakat antara Indonesia dan Korea Selatan, termasuk melalui berbagai upaya penyederhanaan akses perjalanan yang merupakan bagian dari penguatan hubungan antarmasyarakat kedua negara," sambungnya.

    Kemlu menyanyangkan tindakan oknum yang diduga menyalahgunakan fasilitas travel tur ke luar negeri. Ia menyinggung soal kepatuhan WNI saat melakukan perjalanan di negara lain.

    "Tindakan segelintir oknum yang menyalahgunakan fasilitas tersebut sangat disayangkan dan tidak mencerminkan mayoritas WNI yang melakukan perjalanan secara sah dan bertanggung jawab. Namun demikian, kepatuhan setiap WNI tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan otoritas negara mitra serta mendukung upaya pemerintah untuk terus memperluas kemudahan mobilitas bagi masyarakat Indonesia," tambahnya.

    Kemlu akan intensif melakukan koordinasi dengan otoritas Korea Selatan. Ia mengimbau setiap WNI untuk menaati ketentuan yang berlaku.

    "Kemlu bersama KBRI Seoul akan terus berkoordinasi dengan otoritas Korea Selatan serta mengimbau seluruh WNI agar senantiasa menaati ketentuan yang berlaku sehingga hubungan baik dan kerja sama kedua negara, termasuk di bidang mobilitas masyarakat dan pariwisata, dapat terus berkembang secara positif," imbuhnya.

    Kronologi

    Dilansir detikJatim, Marketing Manager Berani Backpacker, Wiky, mengatakan rombongan tersebut awalnya berangkat dari Jakarta pada 27 Juni 2026. Pada malam pertama tur, yakni 28 Juni 2026, seluruh peserta diberikan waktu bebas setelah rangkaian agenda tur selesai.

    Saat itu, beberapa peserta sekitar lima sampai tujuh orang bersama tour leader berjalan-jalan keliling ke kawasan Myeongdong. Di lokasi tersebut, Femas kemudian berpamitan dengan alasan ingin mencari sepatu.

    Menurut Wiky, Femas sebenarnya ditempatkan satu kamar dengan tour leader. Ketika TL sudah kembali ke hotel, ia sempat mengirimkan pesan singkat agar Femas langsung masuk ke kamar karena pintu sengaja diganjal untuk memudahkan akses masuk.

    "Ditunggu sampai pagi ternyata tidak pulang sama sekali. WhatsApp sempat centang satu, kadang centang dua, tapi tidak pernah dibalas," ujarnya.

    Awalnya, pihak agensi travel masih mengira Femas tersesat atau mengalami suatu kendala di jalan. Tour leader bersama tim di lokasi pun sempat menyisir area terakhir tempat Femas berpamitan dan mencoba menghubunginya berkali-kali.

    "Sampai hari keempat, tim lokal kami langsung mencoba membuat laporan ke Kepolisian Korea. Namun, laporannya ditolak karena tidak ada unsur tindak pidana. Dia dikategorikan memisahkan diri secara sadar, bukan sebagai orang hilang," jelas Wiky.

    Selain ke kepolisian, pihak travel juga melapor ke Imigrasi. Namun, menurut Wiky, proses penanganan baru bisa dilakukan setelah masa izin tinggal peserta tersebut habis.

    "Imigrasi menyampaikan akan memproses setelah masa stay-nya habis. Masa stay kan cuma 15 hari, sebenarnya visa dia sudah overstay sejak 12 Juli 2026," bebernya.

    Wiky mengungkapkan, sebelum keberangkatan Femas tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Bahkan, ia sempat datang langsung ke kantor Berani Backpacker di Surabaya untuk memastikan legalitas travel.

    "Dia datang ke kantor, tanya-tanya soal trip, bahkan sempat ngobrol juga. Jadi kami menilai dia memang serius ikut trip," ungkapnya.

    Keluarga Tak Tahu

    Ibu Femas, MT , mengaku terkejut dengan kabar putranya itu. Ia bahkan tak mengetahui putranya telah berangkat ke Korea Selatan.

    MT mengatakan Femas tak pernah meminta izin kepadanya untuk mengikuti open trip ke Korea Selatan. MT baru mengetahui kabar putranya diduga kabur setelah didatangi pihak biro travel pada 15 Juli 2026.

    "Saya dapat kabar dari pihak yang ngaku dari travel datang ke rumah, kalau ndak salah tanggal 15 Juli kemarin. Katanya anak saya kabur," ujar MT, dilansir detikJatim, Sabtu .

    Tak langsung percaya, MT meminta bukti kepada pihak yang mengaku dari biro travel terkait dugaan Femas kabur. Namun pihak Berani Backpacker meminta dirinya bertanggung jawab atas kerugian yang dialami biro travel senilai Rp 50 juta.

    "Saya uang dari mana dimintai uang banyak. Bisa buat makan sehari-hari saja alhamdulillah. Saya juga kurang tahu pasti uang sebanyak itu saya dari mana," ujar MT.

    MT yang merupakan orang tua tunggal Femas sejak 2018, menyampaikan dirinya pekerja serabutan. Pabriknya pun beroperasi musiman.

    "Saya kerja serabutan di pabrik porang, musiman, saat ini juga sudah selesai, tidak beroperasi pabrik. Kerja bersih-bersih rumah orang sehari Rp 60 ribu. Dulu masih ada suami buka toko kios pupuk, sekarang sepi dan tutup," ungkapnya.

    Lihat juga Video: Pria Pati Minta Ganti Rugi Rp 30 Juta Usai Calon Istrinya Kabur Bareng Pacar

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Buaya Muncul di Perairan Taman Nasional Komodo, Ini Kata BTNK
    • Selanjutnya: Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Pukul 02.00 WIB, Ini Cara Nontonnya di TVRI dan Live Streaming

      Artikel Terkait

      • Negara yang Murah kepada Gurunya
      • Spesialis Maling Motor Bersenpi Ditangkap Polisi, Sudah Beraksi 20 Kali di Jaksel
      • Film Semua Akan Baik-Baik Saja Raih 4 Nominasi Festival Film Bandung
      • Jaga Kondusivitas, Baliho HUT Sukoharjo Dipasang Tanpa Gambar Wajah Kepala Daerah
      • Merasa Jengkel Aliran Sungai Citaringgul Dikotori, Puluhan Emak-emak di Babakan Madang Turun Gunung
      • Niat Tolong Korban Kecelakaan, Seorang Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk di Bangkalan
      • Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan MentalĀ 
      • Apa Itu GASS? Empat Keunggulan Teknologi Dual Mode BYD yang Perlu Diketahui
      • Anggaran Bangun Ulang JPO Tendean Belum Ada, Pramono Cari Dana CSR hingga KLB
      • Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi Pegawai Kementerian PU, Dosen UGM Kirim Somasi

        Lihat Sekilas

      • Fakta di Balik Erling Haaland Bawa Rakun Awetan, Awalnya Niat Beli Topi Koboi
      • Pemerintah Buka Opsi Penerima MBG Hanya dari Desil Bawah
      • Anggaran Bangun Ulang JPO Tendean Belum Ada, Pramono Cari Dana CSR hingga KLB
      • Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah: Padahal Sudah Ikut Retret
      • Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis
      • Anggota DPR Usul Refocusing MBG: Prioritaskan Balita hingga SMP, Evaluasi Siswa SMA
      • 5 Bintang Piala Dunia yang Menikahi Cinta Pertamanya, Ada Messi
      • Polisi Amankan 8 Orang Usai Ojol Geruduk Kantor "Debt Collector" di Bandung, Kantor Akan Tutup
      • Pengalaman Dedi Kurniawan Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman: Buku Gratis, Rp 7 Juta per Semester
      • Satu Aplikasi untuk Semua, rumah.go.id Jalan Pintas Cari Rumah Subsidi
      • Copyright © 2026 Powered by Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel,Vista Notebook   sitemap