Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong

    Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong

    Waktu: 2026-07-29 16:17:24 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Tiga pekerja tewas dalam kecelakaan kerja di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Salah satu korban merupakan warga negara asing sempat berteriak meminta pertolongan.

    Dirangkum detikcom, Sabtu , peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis . Petugas pemadam kebakaran menerima permohonan evakuasi korban pukul 09.49 WIB. Proses evakuasi selesai pukul 11.55 WIB.

    "Korban berhasil dikeluarkan dari dalam gorong-gorong dan petugas aman," Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jaktim, Abdul Wahid.

    Damkar mengatakan mulanya ada 1 orang pekerja yang tak sadarkan diri saat masuk ke gorong-gorong. Rekan kerja lainnya ingin membantu, celaka keduanya justru mengalami hal serupa hingga dilaporkan meninggal dunia.

    "Pekerja proyek sedang masuk gorong-gorong, lalu setengah tangga pingsan. Dan temannya menolong untuk membantu, namun ikut pingsan juga. Lalu masuk 1 orang pingsan lagi. Jumlah korban 3 orang meninggal," jelas Wahid.

    Korban 1 WNA, 2 WNA

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan salah satu pekerja yang tewas adalah warga negara asing . Pramono mengatakan ketiganya merupakan pekerja subkontraktor atau pihak ketiga yang tengah mengerjakan proyek.

    "Saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut PAM Jaya. Memang betul ada tiga orang," kata Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat .

    "Dari tiga orang itu satu WNA, jadi dua warga kita," ungkapnya.

    Ia menegaskan insiden tersebut terjadi saat subkontraktor sedang menjalankan pekerjaan. Pramono menjelaskan peristiwa itu tak berlangsung di lingkungan operasional PAM Jaya.

    "Dan itu terjadi bukan di PAM Jaya-nya, tetapi ini terjadi di subkontraktornya. Sehingga ketika terjadi, subkontraktor sedang bekerja," jelasnya.

    Korban WNA Panik Rekannya Tewas

    Saksi mata bernama Febri mengungkap dua korban awalnya masuk ke dalam gorong-gorong secara bergantian untuk menolong rekannya yang lebih dulu masuk dan tak sadarkan diri.

    Febri mengungkapkan korban pertama masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pekerjaan. Namun, setelah beberapa saat, korban tak lagi merespons panggilan dari rekan-rekannya di atas.

    "Kan satu orang masuk. Dipanggil tidak menyahut, jadinya temennya ikut masuk, masuk mau menolong," kata Ferdi saat ditemui di lokasi, Sabtu .

    Korban WNA Sempat Teriak Tolong

    Menurut Ferdi, WNA yang diduga merupakan mandor proyek itu kemudian memanggil rekannya dari atas gorong-gorong. Karena tak mendapat jawaban, WNA tersebut tampak panik dan berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.

    "Dia berteriak-teriak di sini. Orang sini juga bingung karena bahasanya kan orang sini pada nggak tahu. 'Itu kenapa? Itu kenapa?' begitu," ujarnya.

    Ferdi mengatakan warga sempat memperingatkan WNA tersebut agar tidak ikut turun ke dalam gorong-gorong. Namun, karena merasa bertanggung jawab terhadap anak buahnya, korban tetap nekat masuk.

    "Sudah dibilang, 'Pak, sudah cukup satu saja yang masuk. Jangan masuk lagi.' Tapi dia tetap nekat. Mungkin mikirnya dia penanggung jawab, mandor," tuturnya.

    Tak lama setelah masuk ke dalam gorong-gorong, WNA itu sempat berteriak sekali sebelum akhirnya tak lagi terdengar suaranya. "Sampai berteriak sekali di dalam, terus nggak ada suara lagi. Habis itu diam," ungkapnya.

    Tak berselang lama, seorang pekerja lain juga berusaha memberikan pertolongan dengan turun ke dalam gorong-gorong. Namun korban ketiga itu juga akhirnya tak sadarkan diri.

    Warga Cium Bau Menyengat

    Jauh sebelum insiden terjadi, Ferdi mengaku pernah membantu pekerja membuka penutup gorong-gorong. Setelah itu, gorong-gorong dibiarkan dalam keadaan terbuka selama beberapa jam.

    " yang pertama mah pintar dia. Dibuka dulu, saya juga ikut membantu buka lubangnya di sana. Ada kali dibuka itu tiga jam. Saya tanya, 'Memang kenapa kok nggak masuk?' Dia bilang, 'Belum, mandor juga belum datang. Gasnya biar keluar dulu, Mas'," kata Ferdi.

    Rasa penasaran membuat Ferdi ikut mendekat ke lubang gorong-gorong. Saat itu, ia mengaku mencium bau menyengat diduga gas berbahaya dari dalam.

    "Saya tanya, 'Memang bergas, Bang?' Dia bilang, 'Bergas.' Saya juga sempat periksa, oh iya ya, baunya menyengat," ujarnya.

    Ferdi mengatakan pekerja yang datang saat pemeriksaan sebelumnya memahami adanya potensi gas berbahaya di dalam gorong-gorong. Karena itu, mereka memilih menunggu sebelum mulai bekerja.

    PAM Jaya Layangkan SP ke Mitra

    PT PAM Jaya akan melayangkan surat peringatan kepada mitranya, PT Moya Indonesia, buntut insiden tersebut. Komisaris Utama PAM Jaya Prasetyo Edi Marsudi menegaskan PAM Jaya juga meminta PT Moya Indonesia bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

    "Kami sangat-sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi," kata Prasetyo Edi dalam keterangan tertulis, Sabtu .

    "Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh menyelesaikannya dengan baik sesuai kemanusiaan dan hukum," lanjutnya.

    Prasetyo juga mengatakan PAM Jaya telah meminta PT Moya Indonesia melakukan investigasi bersama pihak terkait untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Selain itu, PAM Jaya menginstruksikan PT Moya Indonesia menyelesaikan seluruh tanggung jawab kepada para korban dan keluarganya sesuai ketentuan yang berlaku.

    Ia menegaskan PAM Jaya tidak hanya menunggu hasil investigasi dari PT Moya Indonesia. Perseroan daerah itu juga akan mengambil langkah tegas sesuai perjanjian kerja sama kedua perusahaan.

    "PAM Jaya akan memberikan surat peringatan kepada PT Moya Indonesia, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkapnya.

    Bakal Evaluasi

    Sementara itu, PT Moya Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja menyusul insiden tersebut. Perusahaan menjelaskan proyek yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih untuk mendukung peningkatan layanan air minum bagi masyarakat Jakarta.

    "Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," demikian pernyataan PT Moya Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

    • Sebelumnya: Pengelola SPBU di Lampung Barat Ditetapkan Tersangka Kasus Penyelewengan BBM Subsidi Pertalite
    • Selanjutnya: Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

      Artikel Terkait

      • Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Sah
      • Polisi Hong Kong Tangkap 5 Penjual Buku, Dituduh Lakukan Hasutan
      • Futurismo: Saat Industri Memilih Sendiri "Champion"
      • Kejagung Respons soal Rumah Febrie Adriansyah di Sentul yang Tak Masuk LHKPN
      • AHY Ungkap Rencana Pembangunan Infrastruktur Bali, Transportasi Massal hingga Taksi Air
      • Daftar 4 SD Negeri di Demak yang Terima Murid Baru di Bawah 5 Anak
      • Kronologi Petugas Bongkar Bagasi Bus DAMRI di Bakauheni, Temukan 977 Burung Liar Tanpa Dokumen
      • Pembenahan "Setengah Hati" Managemen MBG
      • Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok
      • Pidato Prabowo Beri Sinyal Gaji TNI-Polri Naik? Istana Menjawab

        Lihat Sekilas

      • Investasi Makin Diminati Anak Muda, Ini Pentingnya Memahami Risiko
      • Satu Truk Kabur usai Tabrakan di JLS, Sopir Korban Terjepit Kabin
      • [HOAKS] Video Sri Mulyani Berbagi Rezeki Rp 60 Juta
      • Stadion Penuh, Dompet Tetap Seret: Realita Ekonomi Meksiko Usai Piala Dunia
      • Garda Prabowo Cabut Aduan Terhadap Tiyo Ardianto, Sebut Presiden Memaafkan
      • Menolak Lupa ala Argentina dan Pengalaman Indonesia
      • Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
      • Pengamat: Kelangkaan BBM di Sumut Bisa Meluas jika Cadangan Nasional Menipis
      • Karina aespa Cerita Pernah Lari 6 Jam demi Turun 4 Kg dalam Sehari
      • Cerita Warga Makassar Bertahan dengan Air Sumur Berlumpur, Kuning, dan Berminyak Setiap Kemarau
      • Copyright © 2026 Powered by Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong,Vista Notebook   sitemap