Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong

    Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong

    Waktu: 2026-09-12 18:18:34 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Tiga pekerja tewas dalam kecelakaan kerja di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Salah satu korban merupakan warga negara asing sempat berteriak meminta pertolongan.

    Dirangkum detikcom, Sabtu , peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis . Petugas pemadam kebakaran menerima permohonan evakuasi korban pukul 09.49 WIB. Proses evakuasi selesai pukul 11.55 WIB.

    "Korban berhasil dikeluarkan dari dalam gorong-gorong dan petugas aman," Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jaktim, Abdul Wahid.

    Damkar mengatakan mulanya ada 1 orang pekerja yang tak sadarkan diri saat masuk ke gorong-gorong. Rekan kerja lainnya ingin membantu, celaka keduanya justru mengalami hal serupa hingga dilaporkan meninggal dunia.

    "Pekerja proyek sedang masuk gorong-gorong, lalu setengah tangga pingsan. Dan temannya menolong untuk membantu, namun ikut pingsan juga. Lalu masuk 1 orang pingsan lagi. Jumlah korban 3 orang meninggal," jelas Wahid.

    Korban 1 WNA, 2 WNA

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan salah satu pekerja yang tewas adalah warga negara asing . Pramono mengatakan ketiganya merupakan pekerja subkontraktor atau pihak ketiga yang tengah mengerjakan proyek.

    "Saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut PAM Jaya. Memang betul ada tiga orang," kata Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat .

    "Dari tiga orang itu satu WNA, jadi dua warga kita," ungkapnya.

    Ia menegaskan insiden tersebut terjadi saat subkontraktor sedang menjalankan pekerjaan. Pramono menjelaskan peristiwa itu tak berlangsung di lingkungan operasional PAM Jaya.

    "Dan itu terjadi bukan di PAM Jaya-nya, tetapi ini terjadi di subkontraktornya. Sehingga ketika terjadi, subkontraktor sedang bekerja," jelasnya.

    Korban WNA Panik Rekannya Tewas

    Saksi mata bernama Febri mengungkap dua korban awalnya masuk ke dalam gorong-gorong secara bergantian untuk menolong rekannya yang lebih dulu masuk dan tak sadarkan diri.

    Febri mengungkapkan korban pertama masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pekerjaan. Namun, setelah beberapa saat, korban tak lagi merespons panggilan dari rekan-rekannya di atas.

    "Kan satu orang masuk. Dipanggil tidak menyahut, jadinya temennya ikut masuk, masuk mau menolong," kata Ferdi saat ditemui di lokasi, Sabtu .

    Korban WNA Sempat Teriak Tolong

    Menurut Ferdi, WNA yang diduga merupakan mandor proyek itu kemudian memanggil rekannya dari atas gorong-gorong. Karena tak mendapat jawaban, WNA tersebut tampak panik dan berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.

    "Dia berteriak-teriak di sini. Orang sini juga bingung karena bahasanya kan orang sini pada nggak tahu. 'Itu kenapa? Itu kenapa?' begitu," ujarnya.

    Ferdi mengatakan warga sempat memperingatkan WNA tersebut agar tidak ikut turun ke dalam gorong-gorong. Namun, karena merasa bertanggung jawab terhadap anak buahnya, korban tetap nekat masuk.

    "Sudah dibilang, 'Pak, sudah cukup satu saja yang masuk. Jangan masuk lagi.' Tapi dia tetap nekat. Mungkin mikirnya dia penanggung jawab, mandor," tuturnya.

    Tak lama setelah masuk ke dalam gorong-gorong, WNA itu sempat berteriak sekali sebelum akhirnya tak lagi terdengar suaranya. "Sampai berteriak sekali di dalam, terus nggak ada suara lagi. Habis itu diam," ungkapnya.

    Tak berselang lama, seorang pekerja lain juga berusaha memberikan pertolongan dengan turun ke dalam gorong-gorong. Namun korban ketiga itu juga akhirnya tak sadarkan diri.

    Warga Cium Bau Menyengat

    Jauh sebelum insiden terjadi, Ferdi mengaku pernah membantu pekerja membuka penutup gorong-gorong. Setelah itu, gorong-gorong dibiarkan dalam keadaan terbuka selama beberapa jam.

    " yang pertama mah pintar dia. Dibuka dulu, saya juga ikut membantu buka lubangnya di sana. Ada kali dibuka itu tiga jam. Saya tanya, 'Memang kenapa kok nggak masuk?' Dia bilang, 'Belum, mandor juga belum datang. Gasnya biar keluar dulu, Mas'," kata Ferdi.

    Rasa penasaran membuat Ferdi ikut mendekat ke lubang gorong-gorong. Saat itu, ia mengaku mencium bau menyengat diduga gas berbahaya dari dalam.

    "Saya tanya, 'Memang bergas, Bang?' Dia bilang, 'Bergas.' Saya juga sempat periksa, oh iya ya, baunya menyengat," ujarnya.

    Ferdi mengatakan pekerja yang datang saat pemeriksaan sebelumnya memahami adanya potensi gas berbahaya di dalam gorong-gorong. Karena itu, mereka memilih menunggu sebelum mulai bekerja.

    PAM Jaya Layangkan SP ke Mitra

    PT PAM Jaya akan melayangkan surat peringatan kepada mitranya, PT Moya Indonesia, buntut insiden tersebut. Komisaris Utama PAM Jaya Prasetyo Edi Marsudi menegaskan PAM Jaya juga meminta PT Moya Indonesia bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

    "Kami sangat-sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi," kata Prasetyo Edi dalam keterangan tertulis, Sabtu .

    "Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh menyelesaikannya dengan baik sesuai kemanusiaan dan hukum," lanjutnya.

    Prasetyo juga mengatakan PAM Jaya telah meminta PT Moya Indonesia melakukan investigasi bersama pihak terkait untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Selain itu, PAM Jaya menginstruksikan PT Moya Indonesia menyelesaikan seluruh tanggung jawab kepada para korban dan keluarganya sesuai ketentuan yang berlaku.

    Ia menegaskan PAM Jaya tidak hanya menunggu hasil investigasi dari PT Moya Indonesia. Perseroan daerah itu juga akan mengambil langkah tegas sesuai perjanjian kerja sama kedua perusahaan.

    "PAM Jaya akan memberikan surat peringatan kepada PT Moya Indonesia, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkapnya.

    Bakal Evaluasi

    Sementara itu, PT Moya Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja menyusul insiden tersebut. Perusahaan menjelaskan proyek yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih untuk mendukung peningkatan layanan air minum bagi masyarakat Jakarta.

    "Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," demikian pernyataan PT Moya Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

    • Sebelumnya: Polisi Ungkap Pemicu Warga Depok Diteror Tetangga hingga Pagar Rusak
    • Selanjutnya: Prabowo Terkesan CEO Inpex Bisa Bahasa Indonesia: Tak Banyak yang Mau Belajar

      Artikel Terkait

      • Hamparan Sabana di Labuan Bajo Terbakar, Api Menyebar Capai 100 Hektar
      • Tiang Listrik PLN Berdiri di Halaman Rumah, Apakah Pemilik Berhak Minta Ganti Rugi?
      • Setelah Pirlo dan Mancini, Palladino Kandidat Baru Latih Timnas Italia
      • Hasil Semifinal Japan Open 2026: Fajar/Fikri Melaju ke Final
      • Bukan Cuma Megah, Venue Final Piala Dunia Punya Predikat Stadion Hijau
      • Bola Jadi Cermin Bangsa: ‘Sosiologi’ Final Piala Dunia 2026
      • IHSG Melesat 4,24 Persen dalam Sepekan, Ini Tiga Katalis Utama Penggeraknya
      • Bikin Penasaran! Tanaman Mirip Bunga Bangkai Tumbuh di Kranji Bekasi
      • Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tersangka
      • RI Tambah Negara Bebas Visa: Turki, Brasil hingga Kazakhstan

        Lihat Sekilas

      • Ditunjuk Jadi Direktur Sepakbola, "Misi Penebusan" Alfredo Vera di Persipura
      • Memulihkan Lahan, Menumbuhkan Ekonomi dari Desa Pulu
      • Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 18 Juli 2026, Cek Keberangkatan Pertama hingga Terakhir
      • Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
      • Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki
      • Waka MPR Tegaskan Butuh Langkah Nyata Atasi Kesehatan Mental Anak
      • Buaya Muncul di Perairan Taman Nasional Komodo, Ini Kata BTNK
      • Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa
      • Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
      • Tanggal 18 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
      • Copyright © 2026 Powered by Cerita Pilu Pekerja WNA Ikut Jadi Korban Tewas di Gorong-gorong,Vista Notebook   sitemap