Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban

    Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban

    Waktu: 2026-09-12 18:17:50 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, membantah isu yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penculikan dan pengeroyokan terhadap seorang pria berinisial Fam Fuk Tjhong alias Uun.

    Juwita menegaskan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap Uun, yang telah melaporkan dugaan penculikan dan pengeroyokan ke Polda Banten.

    "Saya tegaskan kabar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyuruh orang maupun kelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan tersebut," kata Juwita dalam konferensi pers di Gedung DPRD Lebak, Senin (20/7/2026).

    Akui Sempat Terima Pesan dari Korban

    Juwita mengaku tidak mengetahui peristiwa dugaan penculikan yang dialami Uun.

    Namun, ia membenarkan sempat menerima pesan WhatsApp dari korban sebelum kejadian.

    Menurut Juwita, isi pesan tersebut dinilainya tidak beretika sehingga ia menceritakannya kepada sang suami.

    "Awalnya hanya curhatan suami istri. Pak Uun mengirim WhatsApp dengan bahasa yang tidak beretika. Saya hanya bercerita kepada suami, lalu diminta kirim pesan WhatsApp-nya, lalu selesai sampai di situ. Tidak ada komunikasi lanjutan dengan pihak lain," ujarnya.

    Juwita juga membantah pernah berkomunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang diduga terlibat dalam penculikan, meski mengakui dirinya merupakan pengurus salah satu ormas tersebut.

    "Saya punya kedekatan sendiri dengan ormas Jayagati, saya pengurus di ormas tersebut, saya bergabung sebelum jadi dewan di periode ini," katanya.

    Klaim Sudah Berdamai

    Juwita mengatakan dirinya telah bertemu dengan Uun di kediamannya pada Sabtu malam dan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

    "Pak Uun minta maaf, kita buat kesepakatan bahwa ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa paksaan, dengan saksi di pihak kami, saksi dari Pak Uun dan kepolisian setempat," ujarnya.

    Sementara itu, kuasa hukum Juwita, Acep Saepudin, menyatakan pihaknya mendukung langkah Uun melaporkan kasus tersebut ke Polda Banten agar seluruh fakta dapat diungkap.

    "Kami mendukung apa yang dilakukan oleh Pak Uun melaporkan ke Polda Banten supaya kemudian ini tidak terjadi fitnah seolah-olah diperintah oleh Ibu Ketua DPRD dan lain sebagainya," kata Acep.

    Ia menegaskan pihaknya siap memenuhi panggilan penyidik apabila dimintai keterangan.

    Korban Lapor ke Polda Banten

    Sebelumnya, Uun melaporkan dugaan penculikan dan pengeroyokan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Banten pada Minggu (19/7/2026).

    Laporan tersebut teregister dengan Nomor LP/B/313/VII/SPKT II.DITRESKRIMUM/2026/POLDA BANTEN.

    Dalam laporannya, Uun mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan dan penculikan di Kampung Babakan Pulo, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

    Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

    "Mohon waktu ya," kata Maruli saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penyelidikan.

    • Sebelumnya: Kerugian JPO Tendean Miliaran Rupiah, Pemprov DKI Colek Perusahaan Pemilik Truk
    • Selanjutnya: Politik AS Geger, Ratusan Anggota DPR AS Balik Arah Lawan Israel

      Artikel Terkait

      • Panglima TNI Sebut Pendampingan TNI AU Sumbang 45 Persen Target Produksi Gula Nasional 2026
      • Seskab: Pemerintah Targetkan Renovasi 400.000 Rumah Tidak Layak Huni Tahun Ini
      • Piala Dunia, Pelarian Sejenak dari Tekanan Hidup
      • Tri Tito Karnavian Ajak Pengurus & Kader TP PKK Perkuat 10 Program Pokok
      • 2 Link Live Streaming Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 dan Cara Nonton Gratis di TVRI
      • Konflik Antardesa di Adonara Flores Timur Lumpuhkan Jalan Trans Waiwerang, Warga Tak Berani Melintas
      • Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo
      • Menolak Punah, Cerita Nur Holipah Merawat Sastra dan Bahasa Using Banyuwangi Lewat Tulisan
      • Menkop Apresiasi Pramono Bikin Jalan Rasuna Said Jadi Lebih Indah dan Keren
      • Mahasiswa Indonesia Tembus Finalis Kompetisi Global IFT FIRST 2026

        Lihat Sekilas

      • 4 Zodiak yang Disebut Paling Suka Mengatur, Scorpio Masuk Daftar
      • Kebocoran Pipa Gas di Surabaya Tertangani, Pasokan Tetap Normal
      • Diundang Trump, Presiden Meksiko dan PM Kanada Hadir di Final Piala Dunia 2026
      • Hampir 1.000 Burung Liar Diangkut dalam Bagasi Bus Menuju Jakarta, Digagalkan di Bakauheni
      • Industri Masih Ekspansi, Tapi Penyerapan Tenaga Kerja Belum Ikut Tumbuh
      • Eks Jenderal Nilai Operasional TNI Akan Terganggu jika Anggaran Pertahanan Dikurangi
      • 2 Tahun Diteror Tetangga, Satu Keluarga di Depok Awalnya Cuma Tegur soal Musik Keras
      • Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah
      • Polda Metro Hormati 3 Gugatan Praperadilan Roy Suryo, tapi Ingatkan soal Penundaan Perkara
      • Alasan Persib Bandung Rekrut Mariano Peralta dari Borneo FC
      • Copyright © 2026 Powered by Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban,Vista Notebook   sitemap