Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar

    Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar

    Waktu: 2026-09-12 17:42:55 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026) waktu setempat, imbas kenaikan harga minyak mentah dan memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

    Mengutip CNBC pada Selasa (21/7/2026), indeks S&P 500 turun 0,19 persen ke level 7.443,28. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,05 persen ke posisi 25.508,07 dan Dow Jones Industrial Average merosot 307,16 poin atau 0,59 persen menjadi 51.839,26.

    Pelemahan Dow Jones turut dipengaruhi penurunan lebih dari 2 persen saham Apple.

    Tekanan terhadap pasar muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan hari kesembilan berturut-turut ke wilayah Iran. Namun, sentimen investor sempat membaik pada pertengahan perdagangan di London setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

    Baghaei mengatakan, sejumlah pihak perantara masih terus bertukar pesan dengan Iran di tengah rangkaian serangan terbaru AS. Menurutnya, negosiasi antara kedua negara masih dapat ditempuh dengan mempertimbangkan kepentingan nasional masing-masing.

    Meski demikian, harga minyak kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social menyatakan Iran akan “membayar berkali-kali lipat” atas tewasnya tiga personel militer AS.

    Pelaku Pasar Menilai Langkah Trump

    Kontrak berjangka minyak mentah AS ditutup naik 0,9 persen menjadi 83,23 dollar AS per barrel. Adapun minyak mentah Brent sebagai acuan internasional menguat 1,3 persen ke level 89,22 dollar AS per barrel.

    Sentimen pasar juga dipengaruhi pengumuman kelompok Houthi di Yaman yang menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi.

    Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, menilai pelaku pasar masih meyakini Presiden Trump tidak akan mengambil langkah eskalasi militer yang jauh lebih besar di Timur Tengah, seperti mengerahkan pasukan darat.

    Ia memandang, apabila asumsi tersebut tetap berlaku, maka penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik masih menjadi skenario yang paling mungkin terjadi.

    Saham Semikonduktor Bangkit

    Di sisi lain, saham-saham semikonduktor mulai mencoba bangkit setelah mengalami tekanan tajam sepanjang pekan lalu.

    Saham Micron Technology menguat hampir 2 persen. Astera Labs naik 1,9 persen, Teradyne melonjak 3,5 persen, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) bertambah 1,6 persen.

    Sementara itu, VanEck Semiconductor ETF (SMH) ditutup menguat tipis.

    Presiden Wells Fargo Investment Institute sekaligus Chief Investment Officer Wealth and Investment Management, Darrell Cronk, mengatakan sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) saat ini tengah mengalami fase penyesuaian yang sehat setelah reli panjang.

    Pelemahan teknikal yang terjadi belakangan meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam menuju area support jangka panjang, termasuk rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average).

    Meski peluang rebound jangka pendek tetap terbuka karena kondisi pasar yang sudah berada di area jenuh jual (oversold), Cronk menilai tren kenaikan jangka menengah sektor tersebut mulai terganggu.

    Sebagai catatan, ketiga indeks utama Wall Street juga ditutup melemah sepanjang pekan lalu akibat tekanan pada saham-saham semikonduktor. Bahkan, ETF semikonduktor VanEck (SMH) membukukan penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir.

    • Sebelumnya: Plt Jampidsus Ungkap Pesan JA Tangani Kasus Febrie Secara Profesional
    • Selanjutnya: Pod Getar Mulai Beredar di Kabupaten Bogor, Kasus Perdana di Perumahan Elite

      Artikel Terkait

      • 10 Hidangan Nasi Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?
      • Remaja Putri Usia 11 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Embung Desa Kertanegara Indramayu
      • Ketahanan Mental Argentina, Buah dari Hidup Sulit Bertahun-tahun
      • Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf
      • Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Gugat KPK ke PN Jaksel
      • Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
      • Barcelona Jadikan Bomber Al Nassr Opsi Cadangan jika Gagal Gaet Julian Alvarez
      • Satpol PP DKI Usut Oknum Diduga Pungli Rp 300 Ribu ke Rumah Belajar di Jakut
      • Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Medan Merdeka
      • Derita Nelayan RI di Kapal Ikan Asing: Tak Ada Istirahat, Sakit Tetap Kerja

        Lihat Sekilas

      • SDN Tlogo 2 Blitar Tak Masalah Berdampingan dengan Gerai KDMP
      • Bobby Akan Bangun Gudang Logistik di Nias, Jaga Pasokan Barang Saat Cuaca Buruk
      • Investasi Makin Diminati Anak Muda, Ini Pentingnya Memahami Risiko
      • Indonesia Masuk Daftar 42 Negara Visa Turis Termahal untuk Warga Uni Eropa
      • Kenapa "Paspamres-nya Donald Trump" Ikut Turun Tangan Periksa Kasus Febrie Adriansyah?
      • DPRD Jabar Tolak Wacana SPP di Sekolah Negeri, Pendidikan Gratis 12 Tahun Harus Dijamin Negara
      • Tegang! Lebih dari 400 Drone Ukraina Diluncurkan ke Moskow
      • Ono Surono Tolak SPP di Sekolah Negeri, Sebut Pendidikan Tanggung Jawab Negara
      • 3 Flyover Baru Bakal Dibangun di Surabaya, Menunjang Operasional SRRL
      • Canda Prabowo soal Maung, Singgung Polri Tak di Bawah Menhan
      • Copyright © 2026 Powered by Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar,Vista Notebook   sitemap