Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Pod Getar Mulai Beredar di Kabupaten Bogor, Kasus Perdana di Perumahan Elite

    Pod Getar Mulai Beredar di Kabupaten Bogor, Kasus Perdana di Perumahan Elite

    Waktu: 2026-09-12 17:40:35 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Polres Bogor mengungkap temuan baru peredaran narkotika jenis etomidat dalam bentuk vape atau yang dikenal dengan istilah "pod getar".

    Barang ini sebelumnya identik beredar di wilayah Jakarta, tetapi kini ditemukan telah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor.

    Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, temuan tersebut menjadi yang pertama diungkap Satresnarkoba.

    Sebelumnya, peredaran pod getar belum pernah ditemukan di wilayah Kabupaten Bogor.

    "Ini temuan baru di mana sebelum-sebelumnya kita tidak pernah mengungkap. Nah ternyata barang ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor," ujar Wikha saat konferensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Senin (20/7/2026).

    "Kalau istilahnya itu pod getar, yang kita ketahui mengandung zat etomidate," kata dia.

    Wikha menyampaikan, kasus itu diungkap di perumahan elite, Kecamatan Gunung Putri.

    Polisi menangkap seorang pria berinisial EJ yang diduga telah mengedarkan barang haram itu selama dua bulan di Kabupaten Bogor.

    "Petugas mengamankan satu pelaku berinisial EJ dengan barang bukti 65 cartridge etomidat dan 70 bungkus happy water. Pelaku ini sudah mengedarkan selama dua bulan di wilayah Kabupaten Bogor," kata Wikha.

    Menurut dia, etomidat merupakan zat yang dikemas dalam bentuk cartridge untuk rokok elektrik atau pod getar.

    Harga jualnya pun tergolong fantastis, yakni mencapai Rp 4 juta hingga Rp 6 juta untuk satu cartridge.

    "Etomidat ini cukup mahal. Kemasannya berbentuk cartridge yang digunakan untuk vape. Dipasarkan dengan harga yang cukup fantastis, di mana satu cartridge ini harganya berkisar Rp 4 juta sampai Rp 6 juta. Yang kita temukan ini harganya Rp 6 juta," ujar Wikha.

    Ia mengatakan, harga tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan adanya pasar bagi narkotika jenis baru di Kabupaten Bogor.

    "Jadi bisa dibayangkan, ini dipakai untuk rokok elektrik yang mungkin hanya dipakai sekitar 40 kali isap untuk satu cartridge, tetapi harganya Rp 4 juta sampai Rp 6 juta. Nah ini cukup mengkhawatirkan karena barang semahal ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor," ucapnya.

    Selain etomidat, polisi menemukan peredaran happy water yang dijual sekitar Rp 600.000 per bungkus.

    Wikha mengatakan, kedua jenis narkotika itu ditemukan beredar di kawasan Gunung Putri dan Citeureup yang memiliki banyak kompleks perumahan elite.

    "Happy water harganya sekitar Rp 600.000-an. Nah ini sudah masuk juga ke wilayah Kabupaten Bogor. Selama ini kita temukan di wilayah Jakarta, nah ternyata barang ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor dan kita temukan di wilayah yang tingkat ekonominya cukup tinggi, yaitu di Gunung Putri dan Citeureup," ujar Wikha.

    "Kita temukan di wilayah yang tingkat ekonominya cukup tinggi karena ini ditemukan kasus ini di wilayah Gunung Putri dan Citeureup, di mana kita ketahui terdapat perumahan-perumahan yang cukup elite di sekitaran wilayah tersebut," kata dia. 

    • Sebelumnya: Baru Ganti HP? Jangan Lewatkan Pengaturan Ini agar Baterai Tak Cepat Habis
    • Selanjutnya: Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi

      Artikel Terkait

      • Houthi Umumkan Blokade Laut untuk Arab Saudi: Mata Dibayar Mata
      • Tarif Listrik PLN 20-26 Juli 2026 Telah Ditetapkan, Ini Rinciannya
      • Antrean BBM di SPBU Medan Tak Lagi Meluber ke Jalan, Pengendara: Kalau Solar Masih Banyak yang Habis
      • Resep Telur Balado Ala Rumahan yang Nikmat Buat Lauk Bekal Kantor
      • Petani Tebu Berebut Salami Prabowo Saat Panen Raya di Malang
      • Cerita SDN 10 Lambung Bukit Padang Merajut Kembali Semangat Literasi Pascabanjir Bandang
      • 2 Pengedar Tembakau Sintetis di Serang Gunakan Anak sebagai Kurir
      • Polisi Cek Kejiwaan Pelaku Teror Ancaman Bom ke SDN di Jaksel
      • Waka MPR Sebut Peningkatan Literasi Nasional Tidak Boleh Berhenti
      • Lebih dari 80.000 Transmigran Belum Kantongi Sertifikat Tanah

        Lihat Sekilas

      • Ketahanan Mental Argentina, Buah dari Hidup Sulit Bertahun-tahun
      • Netflix Akuisisi Startup AI Milik Ben Affleck Rp 10,53 Triliun, Sang Aktor Jadi Penasihat Senior
      • Ngeri Kebakaran Maut di Bar di Bangkok hingga Muncul Semburan Api
      • Marak Balap Liar, Dinas Pendidikan Situbondo Akan Sanksi Siswa yang Bandel
      • 200 Nama Panggilan untuk Pacar yang Romantis, Lucu, dan Tidak Pasaran
      • Polri Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung
      • Awalnya Banyak Dikritik, The Odyssey Justru Catat Rekor Pembukaan Film Terbaik Tahun 2026
      • 10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI
      • Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang
      • Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs
      • Copyright © 2026 Powered by Pod Getar Mulai Beredar di Kabupaten Bogor, Kasus Perdana di Perumahan Elite,Vista Notebook   sitemap