Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf

    Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf

    Waktu: 2026-09-12 18:18:32 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Video cekcok antara seorang penjahit dan pelanggan perempuan di Badung, Bali, viral di media sosial. Peristiwa itu diduga berawal ketika pelanggan kecewa pakaiannya belum selesai dikerjakan.

    Dilansir detikBali, Senin , tempat usaha jahit pakaian itu diketahui berlokasi di Jalan Raya Subang, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali. Dari video viral yang beredar, cekcok bermula dari pengakuan pelanggan yang menitipkan tiga potong pakaian untuk dikecilkan pada 30 Juni 2026.

    Pelanggan mengklaim tukang jahit itu telah menyanggupi pakaian selesai keesokan harinya, 1 Juli 2026. Namun, saat waktu penyelesaian tiba, pakaian tersebut belum digarap.

    Janji demi janji penyelesaian pada hari berikutnya pun diduga tidak ditepati hingga membuat pelanggan tersebut kecewa dan meminta pakaian serta uangnya dikembalikan. Permintaan pelanggan ditolak sehingga membuat situasi memanas sampai tukang jahit itu diduga melontarkan kata-kata kasar menggunakan bahasa Bali.

    Disebutkan bahwa penjahit itu diduga mengancam akan mendatangkan tukang pukul untuk menghajar pelanggan perempuan itu. Selain ancaman verbal, pelanggan mengaku disiram sisa makanan dan diancam menggunakan tongkat.

    Pemilik usaha jahit Sintya Tailor, Ni Made Tiadnyani, buka suara terkait peristiwa tersebut. Sintya mengakui telah melontarkan kata-kata kasar saat berselisih dengan pelanggan dan mengatakan kata-kata itu keluar secara spontan karena terbawa emosi.

    "Sebenarnya saya nggak bermaksud mengejek atau menghina orang. Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu, tapi murni ada penyebabnya," ujar Bu Sintya saat ditemui detikBali, Sabtu .

    Dia mengaku emosinya terpancing karena ia dicaci maki lebih dulu saat sedang makan. Ia merasa menerima perlakuan tidak sopan dari pelanggan yang berusia jauh lebih muda.

    "Saking emosinya, saya lagi makan dimarahi, dicaci maki. Saya sudah minta maaf dan minta biar menunggu 15 menit saja, tapi dia tidak sabar. Sudah tua malah tiang dimarahi," tutur Bu Sintya.

    Dia membenarkan ada keterlambatan pengerjaan pesanan dan sudah dikerjakan bertahap. Namun beberapa baju yang semestinya diservis diakui belum sempat dikerjakan karena banyaknya pesanan kebaya yang menumpuk.

    "Istilahnya ada saja yang ketinggalan. Saya sudah kasih tahu waktu buat nunggu 15 menit saja. Ya sesuai video itu dah, saya kerjakan," lanjutnya.

    Ia juga memaparkan total biaya pengerjaan untuk tiga baju milik kekasih pelanggan tersebut sebenarnya mencapai Rp 75 ribu. Biaya tersebut adalah servis berupa potong dan perbaikan jahit masing-masing Rp 25 ribu, sedangkan milik si pelanggan perempuan hanya Rp 10 ribu.

    Sintya menyadari amarahnya hingga melontarkan kata kasar dan berbau SARA hanya spontan akibat kekesalannya. Ia mengatakan tidak berniat melakukan pengancaman, bahkan emosinya diakui hanya sesaat.

    Dia juga sudah bertemu dengan pacar perempuan itu dan saling bermaafan. Kemeja yang sudah diservis juga telah diserahkan, namun satu kemeja milik pelanggan perempuan belum diambil hingga kini.

    Baca selengkapnya di sini.

    Lihat juga Video: Cekcok PKL Berujung Ledakan, Polisi Amankan 3 Orang

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Ukraina Serang Gudang Raksasa E-Commerce Rusia, 8 Orang Tewas
    • Selanjutnya: Gempa M 5 Guncang Sukabumi

      Artikel Terkait

      • Alasan Persib Bandung Rekrut Mariano Peralta dari Borneo FC
      • Messi Vs Mbappe, Siapa yang Bakal Meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026?
      • Harga Emas Hari Ini 19 Juli 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
      • Cerita Waka BGN Dibercandain Prabowo soal Rambut Putih: Pulang, Langsung Cat
      • Jejak Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Terdeteksi di Jakut hingga Malaysia
      • Istri Mantan PM Najib Razak Gugat Komedian Malaysia Atas Pencemaran Nama Baik
      • Plt Jampidsus Ungkap Pesan JA Tangani Kasus Febrie Secara Profesional
      • Final Piala Dunia: Si Paling Ngotot Vs Si Paling Sabar
      • Gegara Takhayul dan Jaket, Presiden Argentina Tak Hadiri Final Piala Dunia
      • KPK Dorong Negara Biayai APK Peserta Pemilu

        Lihat Sekilas

      • Polres Bogor Bongkar 74 Kasus Narkoba, Sita 3 Kg Sabu hingga 1.193 Pil Ekstasi
      • Kapan Manusia Pertama Kali Menyadari Ada Dinosaurus?
      • Prabowo Ungkap Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026
      • Juventus Incar Richarlison, Manfaatkan Koneksi De Zerbi dan Carnevali
      • Inggris Vs Argentina, Melihat Lagi Gol "Tangan Tuhan" Maradona di Piala Dunia 1986
      • Bahan Bakar Minyak Sempat Langka di Medan, Elnusa Petrofin Kerahkan 176 Mobil Tangki
      • Modus Baru Curanmor di Parkiran Apartemen Tangerang, Pelat Motor Ditukar
      • Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah, 2 Tersangka Diperiksa Polda NTB
      • Serangan Baru AS Hantam 140 Target Lokasi Rudal dan Drone Iran
      • Polisi Bongkar Peredaran Etomidat di Bogor, Pod Getar Dijual hingga Rp 6 Juta Per Cartridge
      • Copyright © 2026 Powered by Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf,Vista Notebook   sitemap