Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai

    Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai

    Waktu: 2026-09-12 18:48:22 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengoptimalkan penyaluran Biosolar di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Kepadatan kendaraan yang terjadi di SPBU 21.391.11 dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi biosolar di wilayah tersebut.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi mengatakan, Pertamina terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi penyaluran biosolar di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

    "Sebagai langkah antisipasi, kami melakukan penambahan penyaluran biosolar di SPBU 21.391.11 menjadi 16 KL (kiloliter) per hari agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. Di saat yang sama, Pertamina juga terus mengupayakan percepatan pasokan ke FT Pulau Baai serta mengoptimalkan pengaturan antrean oleh petugas marshal sehingga proses pelayanan di SPBU dapat berlangsung lebih tertib dan lancar," ujar Rusminto dalam rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

    Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap pola konsumsi masyarakat sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bengkulu No. B.500.10/558/ESDM/2025 terkait pengaturan pembelian BBM di SPBU, serta penyaluran di setiap SPBU agar distribusi biosolar dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk mengantisipasi dampak pengaturan penyaluran BBM di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Bengkulu.

    Penyesuaian penyaluran dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pemerataan pasokan kepada seluruh wilayah layanan.

    Pertamina juga memperkuat pengawasan penyaluran biosolar subsidi melalui pemantauan kesesuaian transaksi, QR Code Subsidi Tepat, dan nomor polisi kendaraan.

    Kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan atau pelangsiran akan dikenakan pemblokiran (negative list) sehingga tidak dapat melakukan transaksi biosolar subsidi.

    "Pengawasan ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan biosolar subsidi disalurkan kepada konsumen yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Rusminto.

    Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, mengikuti arahan petugas selama berada di area SPBU, serta menjaga ketertiban agar proses penyaluran dapat berlangsung dengan lancar.

    Apabila masyarakat mengetahui adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi, diharapkan segera melaporkannya melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.

    Antrean kendaraan angkutan barang terpantau memanjang ratusan meter di SPBU Kelobak, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dalam dua hari terakhir, Jumat (17/7/2026).

    Sebagian besar antrean panjang didominasi oleh kendaraan bermesin solar yang hendak mengisi biosolar.

    Pengawas SPBU Kelobak Kepahiang, Fuji membenarkan kondisi antrean panjang yang terjadi di SPBU sudah berlangsung dua hari.

    Antrean, kata dia, disebabkan berkurangnya pasokan solar yang biasa diterima SPBU tersebut.

    "Antrean biosolar di SPBU Kelobak memang kelihatan agak ramai, panjangnya sekitar beberapa ratus meter. Antrean panjang ini sudah berlangsung sekitar dua harian ini," kata Fuji di lokasi.

    Ia menyebutkan, kebutuhan pasokan biosolar harian di SPBU Kelobak biasanya sebanyak 16 ton per hari.

    Namun, dalam dua hari terakhir, pasokan yang diterima hanya sekitar 8 ton per hari atau setengah dari kebutuhan yang diajukan.

    "Karena dua hari ini pasokan BBM jenis biosolar yang masuk cuma delapan ton. Sementara pesanan kita 16 ton per harinya," ucap Fuji.

    • Sebelumnya: Inovasi soal Evakuasi Korban Bencana Bikin Mata Dunia Tertuju ke China
    • Selanjutnya: Vonis Tiga Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Keluarga Kecewa, Merasa Belum Adil

      Artikel Terkait

      • Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset
      • Israel Ikut Cegat Rudal Iran yang Mengarah ke Yordania
      • Perampokan Sadis di Kaltim, Suami Diikat-Istri Diperkosa Pelaku
      • Konflik di Adonara NTT Telan Korban Jiwa, Anggota DPR Dorong Usut Tuntas
      • Buka Lomba Asah Keterampilan PERIKHSA, Bamsoet Tekankan Integritas
      • [POPULER OTOMOTIF] Komparasi Motor Listrik VinFast dan Polytron Fox 350, Bocoran Innova Zenix
      • Risiko Makan Telur Setengah Matang, Awas Ada Diare!
      • Messi Absen Bela Inter Miami di 2 Laga dan MLS All-Star Usai Piala Dunia 2026
      • Plt Gubri: PAD Sering Kali Belum Mencukupi untuk Pembangunan
      • 7 Rumah Rusak Buntut Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan

        Lihat Sekilas

      • Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam
      • Roy Suryo Dilaporkan ke Polres Jaksel soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
      • WNA Singapura Bunuh Pacar di Denpasar, Korban Dicekik 15 Menit, Pelaku Tetap Tinggal Bersama Jasad
      • 6 Maskapai Akan Terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Ini Rutenya
      • KPK Analisis Ucapan Saksi Kasus Proyek Rel KA soal Rp 100 Juta ke Gus Miftah
      • Korupsi Proyek Mini Zoo Purworejo Rugikan Negara Rp 6,5 Miliar, Tiga Tersangka Segera Disidang
      • Waka MPR Kecam Pemerkosaan Lansia di Grobogan, Desak Hukum Maksimal
      • Diduga Bakar Sampah Sembarangan, Lahan 2 Hektare di Parung Panjang Bogor Terbakar
      • Buaya Purba Seukuran Kucing Ini Simpan Kulit dan Warna Aslinya
      • Belum Setahun Jl Bama-Pagelaran Kini Rusak, Pemprov Sebut Sudah Diperbaiki
      • Copyright © 2026 Powered by Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai,Vista Notebook   sitemap