Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai

    Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai

    Waktu: 2026-07-29 17:08:31 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengoptimalkan penyaluran Biosolar di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Kepadatan kendaraan yang terjadi di SPBU 21.391.11 dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi biosolar di wilayah tersebut.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi mengatakan, Pertamina terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi penyaluran biosolar di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

    "Sebagai langkah antisipasi, kami melakukan penambahan penyaluran biosolar di SPBU 21.391.11 menjadi 16 KL (kiloliter) per hari agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. Di saat yang sama, Pertamina juga terus mengupayakan percepatan pasokan ke FT Pulau Baai serta mengoptimalkan pengaturan antrean oleh petugas marshal sehingga proses pelayanan di SPBU dapat berlangsung lebih tertib dan lancar," ujar Rusminto dalam rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

    Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap pola konsumsi masyarakat sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bengkulu No. B.500.10/558/ESDM/2025 terkait pengaturan pembelian BBM di SPBU, serta penyaluran di setiap SPBU agar distribusi biosolar dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk mengantisipasi dampak pengaturan penyaluran BBM di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Bengkulu.

    Penyesuaian penyaluran dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pemerataan pasokan kepada seluruh wilayah layanan.

    Pertamina juga memperkuat pengawasan penyaluran biosolar subsidi melalui pemantauan kesesuaian transaksi, QR Code Subsidi Tepat, dan nomor polisi kendaraan.

    Kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan atau pelangsiran akan dikenakan pemblokiran (negative list) sehingga tidak dapat melakukan transaksi biosolar subsidi.

    "Pengawasan ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan biosolar subsidi disalurkan kepada konsumen yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Rusminto.

    Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, mengikuti arahan petugas selama berada di area SPBU, serta menjaga ketertiban agar proses penyaluran dapat berlangsung dengan lancar.

    Apabila masyarakat mengetahui adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi, diharapkan segera melaporkannya melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 agar dapat segera ditindaklanjuti.

    Antrean kendaraan angkutan barang terpantau memanjang ratusan meter di SPBU Kelobak, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dalam dua hari terakhir, Jumat (17/7/2026).

    Sebagian besar antrean panjang didominasi oleh kendaraan bermesin solar yang hendak mengisi biosolar.

    Pengawas SPBU Kelobak Kepahiang, Fuji membenarkan kondisi antrean panjang yang terjadi di SPBU sudah berlangsung dua hari.

    Antrean, kata dia, disebabkan berkurangnya pasokan solar yang biasa diterima SPBU tersebut.

    "Antrean biosolar di SPBU Kelobak memang kelihatan agak ramai, panjangnya sekitar beberapa ratus meter. Antrean panjang ini sudah berlangsung sekitar dua harian ini," kata Fuji di lokasi.

    Ia menyebutkan, kebutuhan pasokan biosolar harian di SPBU Kelobak biasanya sebanyak 16 ton per hari.

    Namun, dalam dua hari terakhir, pasokan yang diterima hanya sekitar 8 ton per hari atau setengah dari kebutuhan yang diajukan.

    "Karena dua hari ini pasokan BBM jenis biosolar yang masuk cuma delapan ton. Sementara pesanan kita 16 ton per harinya," ucap Fuji.

    • Sebelumnya: Kereta Api di Indonesia: Dari Warisan Kolonial hingga Transportasi Andalan
    • Selanjutnya: NasDem Minta 3 Perkara Korupsi yang Jerat Febrie Diusut Tuntas hingga Akar

      Artikel Terkait

      • Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah
      • Kebiasaan Duduk Lama Saat Scrolling Bisa Ganggu Fungsi Otak, Olahraga Jadi Penyeimbang
      • 49 Kota Paling Rentan Terhadap Panas, Ada 3 di Indonesia
      • Jadi Tersangka, Polisi di NTB Bantah Perkosa Mahasiswi, Klaim Hubungan Disepakati
      • Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan
      • Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
      • 6 Contoh Jawaban Inspirasi Baru dari Tindak Lanjut PMM
      • Kebakaran Terjadi di Waterbom Al Barokah Indramayu, Tak Ada Korban dan Penyebab Diselidiki
      • Cegat Pencuri Motor di Matraman, Tukang Ojek Luka Kena Tembak
      • Sinopsis Episode 6 Samuel, Raskal Tiba-tiba Nyatakan Cinta ke Azura

        Lihat Sekilas

      • BNPP RI Catat Realisasi Anggaran 99,38 Persen, Pertahankan Opini WTP BPK
      • Memasuki Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Imbau Petani Tak Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api
      • Dokter Ungkap Olahraga Bantu Bersihkan Otak dari Limbah, Ini Penjelasannya
      • Usai Berdebat di DPR, Purbaya Tegaskan Penempatan Dana SAL Sah Secara Aturan
      • Konflik di Adonara Timur, Pemkab Flores Timur: Mediasi Sudah Berulang Kali
      • Komdigi Jateng Sebut Dinsos Jadi Korban Peretasan 1,2 Juta Data Bansos, Tak Ada Niat Jahat
      • Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis
      • Dapat Penolakan, Tol Sicincin-Bukittinggi Tak Lewati Kubang Putih, Trase Baru Segera Disurvei
      • Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikat SHM Rumah MBR, Ada Syaratnya
      • Kalah Terhormat dari Kodai, Alwi Farhan Alihkan Fokus Tatap China Open
      • Copyright © 2026 Powered by Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Kepahiang Jadi 16 Kiloliter Per Hari, Antrean Panjang di SPBU Diurai,Vista Notebook   sitemap