Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Sekolah Rakyat 2026 Tampung 28.478 Siswa Baru dari Keluarga Miskin Ekstrem

    Sekolah Rakyat 2026 Tampung 28.478 Siswa Baru dari Keluarga Miskin Ekstrem

    Waktu: 2026-07-29 17:15:26 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Kementerian Sosial mencatat 28.478 siswa baru telah ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring proses verifikasi, penetapan dari pemerintah daerah, serta kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing satuan pendidikan.

    "Data terus bergerak. Apa yang kami sampaikan hari ini adalah data per hari ini dan masih dimungkinkan bertambah seiring hasil verifikasi dan penetapan bersama pemerintah daerah," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin .

    Hal ini sampaikan saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Senin .

    Gus Ipul menjelaskan, berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan menggunakan mekanisme penjangkauan aktif terhadap calon siswa yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

    "Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Penjangkauan dilakukan oleh para pendamping sosial di daerah bekerjasama dengan pemerintah daerah dan BPS. Setelah diproses melalui pleno di daerah dan ditetapkan oleh bupati, wali kota, atau gubernur, barulah kami menetapkannya sebagai siswa Sekolah Rakyat," ujarnya.

    Hingga hari ini, sebanyak 28.478 siswa baru telah ditetapkan. Jika digabungkan dengan siswa angkatan sebelumnya yang telah mengikuti pembelajaran sejak tahun lalu, maka total peserta didik Sekolah Rakyat kini mencapai 43.346 siswa yang tersebar dalam 1.550 rombongan belajar .

    "Per hari ini ada 28.478 siswa baru dan akan terus bertambah seiring penetapan dari pemerintah daerah serta menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana. Jika ditambah siswa existing, secara keseluruhan terdapat 43.346 siswa dengan 1.550 rombongan belajar," kata Gus Ipul.

    Dari total calon siswa baru tersebut, jenjang SD tercatat sebanyak 6.305 siswa yang terbagi dalam 210 rombel, SMP sebanyak 11.186 siswa dalam 373 rombel, dan SMA sebanyak 11.077 siswa dalam 369 rombel.

    Menurut Gus Ipul, jumlah rombel SD relatif lebih sedikit dibandingkan jenjang lainnya karena proses penerimaan anak usia sekolah dasar membutuhkan pendekatan yang lebih intensif kepada keluarga.

    "Pada jenjang SD tantangan pembentukan rombel memang lebih besar. Di usia inilah orang tua kerap belum siap melepas anak tinggal jauh di asrama sehingga proses pendekatan dan meyakinkan keluarga membutuhkan waktu serta pendampingan yang lebih panjang," ujarnya.

    Gus Ipul menegaskan, seluruh siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional . Karena itu, proses penerimaan tidak menggunakan tes akademik, melainkan berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga yang telah diverifikasi.

    "Basisnya adalah DTSEN, yaitu keluarga pada Desil 1 dan Desil 2 yang secara sosial ekonomi berada pada kondisi paling bawah atau prasejahtera. Karena tidak menggunakan tes akademik, maka diperlukan proses adaptasi agar mereka siap mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat," katanya.

    Simak juga Video 'Pemprov DKI Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat di Jakarta':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300,1 Triliun di Semester I 2026
    • Selanjutnya: 15.080 Pelari Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla di Riau Bhayangkara Run 2026

      Artikel Terkait

      • Christine Hakim jadi Caregiver Suami dan Ibu yang Sakit Jantung  
      • Menkop Apresiasi Pramono Bikin Jalan Rasuna Said Jadi Lebih Indah dan Keren
      • Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya
      • Nur Widayanto Ungkap Sebab Kekalahan Timnas voli putra Indonesia dari Kamboja
      • 25 Kepala Daerah Dikirim ke Singapura untuk Belajar, Ini Kriterianya
      • Kemensos Gandeng PKP Percepat Renovasi Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat
      • Siswi SD di Lampung Timur Jadi Korban Perundungan, LPAI: Guru Jangan Hanya Mengawasi di Dalam Kelas
      • Ibu Muhammad, Penjual Roti yang Putus Sekolah Akan Diberi Lapak di Lokbin Jakpus
      • Menhaj Ungkap Reaksi Prabowo Saat Dikabari Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik
      • Bukan Jadi Siomay, Ikan Sapu-sapu Diolah untuk Pakan Maggot di Jakbar

        Lihat Sekilas

      • Diperiksa KPK 9 Jam, Anggota BPK Bobby: Semua Sudah Disampaikan ke Penyidik
      • Hotman: Rumah Sentul Bukan Milik Febrie, Dikuasai Don Ritto Sejak 2022
      • SDM Bersertifikat Minim, Sanitasi Indonesia Terendah di Asia Tenggara
      • Beredar Kabar Adanya Pemutihan Pajak Motor Gratis 2026 di Jabar, Polres Indramayu: Informasi Hoaks!
      • Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya
      • Prediksi Skor Perancis Vs Inggris di Perebutan Peringkat 3 Piala Dunia 2026, Kickoff 04.00 WIB
      • Jaga Kelancaran Distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Sumut
      • Kepergok Curi Kabel Rp 143 Juta, 2 Pria di Cikarang Ditangkap Polisi
      • RUU Bantuan Kematian Prancis Tunggu Putusan Dewan Konstitusi
      • Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI
      • Copyright © 2026 Powered by Sekolah Rakyat 2026 Tampung 28.478 Siswa Baru dari Keluarga Miskin Ekstrem,Vista Notebook   sitemap