Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam

    Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam

    Waktu: 2026-07-29 17:12:25 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Presiden Republik Sosialis Vietnam sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, mengundang Presiden RI Prabowo Subianto serta Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan kunjungan resmi. Undangan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Republik Sosialis Vietnam Le Hoai Trung.

    Menlu Trung menyampaikan undangan tersebut melalui Menlu Sugiono saat keduanya bertemu di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa .

    "Sekali lagi, kami ingin menyampaikan undangan dari Sekretaris Jenderal dan Presiden kami kepada Presiden Prabowo untuk mengunjungi Vietnam, dan kami menantikan kunjungan Anda sebagai Menteri Luar Negeri ke Vietnam," kata Trung seusai pertemuan.

    Dalam pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-6 Indonesia-Vietnam, Sugiono dan Trung menandatangani Rencana Aksi untuk Pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Vietnam 2026-2030 . Rencana aksi tersebut menjadi pedoman pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Vietnam yang disepakati pada 2025.

    Indonesia dan Vietnam sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain ketahanan pangan dan pertanian, industri berteknologi tinggi, ekonomi digital, energi, kesehatan, industri halal, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan.

    Di bidang politik dan keamanan, kedua menteri membahas berbagai isu prioritas, termasuk perbatasan, pertahanan, keamanan maritim, pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fishing , serta penanggulangan kejahatan lintas negara.

    "Hari ini, kami menandatangani Plan of Action untuk pengimplementasian dan ini akan menjadi kerangka kerja utama yang akan membimbing kerja sama bilateral kami selama lima tahun ke depan," kata Sugiono.

    "Untuk kerja sama politik, kami menghargai kemajuan yang telah dilakukan dalam mengimplementasikan perjanjian kami mengenai zona ekonomi eksklusif . Kami juga berbincang dan menguatkan komitmen untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan dalam kerja sama politik di sektor maritim, penanganan IUUF, serta kejahatan lintas negara, termasuk narkotika dan kejahatan yang berkaitan dengan psikotropika," imbuhnya.

    Di bidang ekonomi, kedua menteri menegaskan komitmen untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD 18 miliar pada 2028. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, kedua negara akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui reaktivasi Joint Committee on Economic, Scientific, and Technical Cooperation .

    "Di sektor ekonomi, kami juga menguatkan komitmen kami untuk mencapai target perdagangan bilateral yang ditargetkan mencapai 18 miliar dolar AS pada tahun 2028," ujar Sugiono.

    Indonesia dan Vietnam juga sepakat mempererat hubungan antarmasyarakat melalui peningkatan kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan, serta penguatan kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Simak juga Video 'Aturan Bebas Visa WNI ke Vietnam: Maksimal 14 Hari':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Reza Arap Bawa Bunga Matahari dan Baju Bergambar Lula Lahfah di Peluncuran Trailer Harusnya Horor
    • Selanjutnya: Polri Jelaskan Alasan Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Meski Belum Pernah Diperiksa

      Artikel Terkait

      • 2 Perusahaan Properti Aguan Jadi Penguasa Pasar Modal RI
      • Messi Absen Bela Inter Miami di 2 Laga dan MLS All-Star Usai Piala Dunia 2026
      • Viral Wanita Diperkosa Ayah dan Paman di Bekasi, Polisi Selidiki
      • Polisi Kembali Serahkan Barang Bukti 3 Kasus Korupsi Terkait Febrie ke Kejagung
      • Merasa Jengkel Aliran Sungai Citaringgul Dikotori, Puluhan Emak-emak di Babakan Madang Turun Gunung
      • Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang
      • GNK Kritik Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Bela Febrie
      • Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
      • Kronologi Wisatawan China Tewas di Labuan Bajo, Terbawa Arus Setelah Dihantam Gelombang
      • Tangis dan Kenangan dalam Pemakaman Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam

        Lihat Sekilas

      • Prabowo Bicara Pangkas Anggaran Pertahanan, Legislator: APBN untuk Rakyat
      • Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar
      • Dana Asing hingga MSCI Jadi Penentu Arah IHSG di Semester II-2026
      • Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Menhub Optimalkan Pelabuhan Tanjung Wangi dan Celukan Bawang
      • 3.076 Satwa Liar Diamankan, Bakauheni Masih Jadi Jalur Rawan Penyelundupan
      • Astamaops Kapolri Minta Layanan 110 Diperkuat: Respons Cepat Bantu Masyarakat
      • KLH Minta Pemda Waspadai Celah Kerugian Bisnis Perdagangan Karbon
      • DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Mampu Maksimalkan Potensi Daerah Kepulauan
      • Peringatan Maracanazo, Bencana Sepak Bola Paling Tragis di Piala Dunia
      • Trump Kenakan Tarif Dagang Baru pada Kanada, Ottawa Siapkan Balasan
      • Copyright © 2026 Powered by Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam,Vista Notebook   sitemap