Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?

    Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?

    Waktu: 2026-07-29 16:17:27 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Mengapa jatuh cinta bisa memicu rasa takut?

    Kedekatan emosional dapat membangkitkan trauma masa lalu

    Hubungan baru menuntut seseorang untuk terbuka dan menunjukkan sisi rentan dirinya.  Bagi orang yang pernah mengalami pengkhianatan, pengabaian emosional, hubungan tidak konsisten, atau ditinggalkan, kedekatan tidak selalu terasa aman.

    Meski pasangan baru bersikap baik dan stabil, tubuh dapat bereaksi seolah-olah sedang menghadapi bahaya. Rasa cemas pun muncul ketika hubungan mulai terasa semakin dekat.

    “Tubuh mengingat pengalaman masa lalu jauh sebelum pikiran dapat memahaminya. Karena itu, pesan yang terlambat dibalas tiba-tiba terasa sangat sulit ditoleransi, atau sedikit jarak emosional dapat memicu serangan panik,” ujar Dr. Tugnait, seperti disadur Only My Health, Kamis (16/7/2026).

    Menurutnya, ketakutan tersebut sering kali bukan sepenuhnya tentang pasangan yang ada di depan mata.  Rasa takut bisa berkaitan dengan pengalaman masa lalu dan luka yang pernah dirasakan saat menjalin kedekatan.

    Tubuh bisa bereaksi lebih cepat daripada pikiran

    Trauma tidak hanya tersimpan sebagai ingatan. Ketika seseorang mulai jatuh cinta, sistem keterikatan emosional yang terbentuk sejak masa awal kehidupan dapat ikut aktif.

    Jika sejak dulu cinta diasosiasikan dengan ketidakpastian atau rasa sakit, tubuh dapat segera memasang mode perlindungan. 

    Akibatnya, seseorang mungkin merasa gelisah, sangat waspada, atau kewalahan secara emosional tanpa memahami penyebabnya.

    “Banyak orang keliru menganggap reaksi fisik yang panik sebagai intuisi atau firasat bahwa ada sesuatu yang salah. Padahal, intuisi sejati terasa tenang dan jelas, sedangkan trauma terasa mendesak, keras, dan digerakkan oleh rasa takut,” jelas Dr. Tugnait.

    Karena itu, rasa tidak nyaman dalam hubungan baru perlu diamati dengan lebih hati-hati. Tidak semua kecemasan otomatis menjadi tanda bahwa pasangan tersebut tidak tepat.

    Kekacauan emosional bisa disalahartikan sebagai chemistry

    Bagi sebagian orang, hubungan yang penuh ketegangan justru terasa familiar. Intensitas emosi kemudian dianggap sebagai tanda cinta yang kuat, sementara kecemasan disalahartikan sebagai gairah atau chemistry.

    Dr. Tugnait mengatakan, pola tersebut dapat terbentuk dari pengalaman emosional yang dipelajari sejak masa kanak-kanak. 

    “Ketika cinta baru tidak mengikuti kekacauan yang sudah familiar, hubungan itu bisa terasa tidak nyaman atau bahkan membosankan,” katanya.

    Hubungan yang sehat dan stabil pun dapat terasa aneh karena tidak memicu respons bertahan hidup seperti sebelumnya. 

    Selain itu, seseorang yang pernah kehilangan dirinya dalam hubungan lama dapat takut mengalami hal serupa.

    Ketakutan itu bisa terlihat dari sikap menjaga jarak, ragu, atau tiba-tiba menarik diri saat hubungan mulai serius. 

    Dengan memahami pola tersebut, seseorang dapat belajar membedakan kedamaian dari kebosanan serta memberi kesempatan pada hubungan yang lebih sehat.

    • Sebelumnya: Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin
    • Selanjutnya: Tangis Haru Warnai Penutupan MPLS di Banyumas, Siswa Sungkem dan Basuh Kaki Orangtua

      Artikel Terkait

      • Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular
      • MTrans Pecat Kru Bus yang Diduga Lecehkan Penumpang Saat Perjalanan Malang-Denpasar
      • AS Serang Iran Lagi Usai 2 Prajuritnya Tewas Kena Rudal
      • 115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan
      • 4 Zodiak yang Disebut Paling Suka Mengatur, Scorpio Masuk Daftar
      • Satu per Satu Toko Buku Independen Hong Kong Dibungkam, 5 Orang Ditangkap
      • Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR Heran BGN Raih WTP Terkait Anggaran 2025
      • Polres Kuansing Ungkap Kasus Pengolahan Emas Ilegal, 1 Tersangka Dijerat
      • Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan
      • Nenek di Pasuruan Tewas Mengenaskan di Rumahnya, Kalung dan Gelang Raib

        Lihat Sekilas

      • 3 Duel Kunci Penentu Kemenangan Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 
      • Jual Lotion dan Kosmetik Ilegal, Sejoli di Malang Diringkus Polisi
      • Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku
      • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
      • Bahlil Ajak Kader MKGR Beri Masukan ke Pemerintah, Singgung Masalah MBG
      • Polres Kuansing Ungkap Kasus Pengolahan Emas Ilegal, 1 Tersangka Dijerat
      • [HOAKS] Mahfud MD Informasikan Program Dana Bantuan Pensiun 2026
      • Jadwal Piala Presiden Elite 2026 Mulai 25 Juli, Persib Vs Arema Jadi Laga Pembuka
      • Roy Suryo Minta Hakim Batalkan Status Tersangka, Klaim Tak Pernah Manipulasi Ijazah Jokowi
      • Polisi Terluka Saat Amankan Maling Motor dari Amukan Massa di Pamijahan Bogor
      • Copyright © 2026 Powered by Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?,Vista Notebook   sitemap