Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Soal Kemunculan Liga Aspal, Pramono: Karena Keterbatasan Fasilitas Olahraga di Jakarta

    Soal Kemunculan Liga Aspal, Pramono: Karena Keterbatasan Fasilitas Olahraga di Jakarta

    Waktu: 2026-07-29 17:09:04 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    "Terus terang, saya ngikutin Liga Aspal, karena saya melihat adanya kegembiraan di anak-anak yang memanfaatkan itu. Tapi karena keterbatasan fasilitas di Jakarta dengan jumlah penduduk yang segini banyak, 11 juta orang, termasuk tempatnya, sebenarnya itu tempat KAI gitu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Jumat (17/7/2026).

    Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan fasilitas olahraga bagi anak-anak di tengah keterbatasan ruang di Ibu Kota.

    Kendati demikian, Pramono mengakui pembangunan fasilitas olahraga belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat.

    "Walaupun belum semuanya bisa dilakukan, tetapi beberapa sekarang ini kami bangunkan kembali," jelas Pramono.

    Untuk diketahui, liga sepak bola jalanan mulai bermunculan di permukiman padat Jakarta, seperti Liga Akamsi di Tambora, Jakarta Barat, dan Liga Aspal di Menteng Jaya, Jakarta Pusat.

    Kedua liga yang digelar secara swadaya oleh warga tersebut muncul akibat mahalnya biaya sewa lapangan futsal serta minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan padat penduduk.

    Baca juga:

    Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta mulai membangun kembali sejumlah fasilitas olahraga secara bertahap sebagai respons terhadap kebutuhan anak-anak akan ruang bermain yang aman dan nyaman.

    Sebagai informasi, Karang Taruna RW 08 Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, berinisiatif menggelar turnamen sepak bola jalanan bertajuk "Liga Aspal" yang dikhususkan bagi anak-anak usia di bawah 13 tahun (U-13) 

    Liga Aspal ini baru pertama kali digelar dan berlangsung sejak 20 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 Juli 2026.

    Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng, Andicka Prasetia atau yang akrab disapa Odoy (27), menjelaskan kegiatan ini bermula dari keresahan melihat anak-anak yang setiap hari terpaksa bermain bola di tengah jalan kampung.

    Inisiatif ini juga terinspirasi dari gerakan serupa di media sosial yang berhasil menarik perhatian publik sebelumnya, yaitu Liga Akamsi di Tambora, Jakarta Barat.

    "Karena kan setiap harinya di sini hampir setiap sore ngelihat anak-anak main bola di jalanan. Ya sudah kenapa enggak kita fasilitasi, akhirnya Liga Aspal ini jadi wadah buat mereka," kata Andicka saat ditemui Kompas.com di Menteng Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

    Andicka mengungkapkan, budaya bermain sepak bola di kampung tempat tinggalnya sudah sangat kuat sejak ia masih kecil.

    Namun, saat ini nyaris tidak ada lahan kosong yang bisa diakses secara gratis oleh warga maupun anak-anak untuk bermain bola.

    Akhirnya, anak-anak terpaksa harus bermain di tengah jalanan kampung yang letaknya bersebelahan dengan jalur rel kereta api.

    "Di kampungan ini emang udah full semuanya permukiman rumah, udah enggak ada sama sekali lahan kosong lapangan. Kalaupun mau main bola harus keluar kampung, itu pun nyewa lapangan futsal yang biayanya minimal Rp 100.000 sampai Rp 150.000 per jam. Jadi hobi dan bakat mereka main bola itu susah tersalurkan dengan baik," tuturnya.

    • Sebelumnya: Karim Adeyemi Selangkah Lagi Gabung Barcelona, Pelatih Dortmund Sudah Ucapkan Selamat Tinggal
    • Selanjutnya: 56 Desa di Jabar Dilanda Kekeringan, Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Terparah

      Artikel Terkait

      • Bukayo Saka Jawab Keraguan Thomas Tuchel Usai Hattrick ke Gawang Perancis
      • 13 Kecamatan di Kabupaten Bogor Terdampak Kekeringan, Ini Rinciannya
      • Cara Membuat Akun SIAPKerja Kemnaker untuk Pendaftaran Program Magang Nasional 2026
      • Sidang Kasus Penggelapan Sparepart Rp 1,9 M, Kubu Terdakwa Ungkap Kejanggalan Dakwaan
      • Lepas 135 Karyawan Umrah, ParagonCorp Diapresiasi Menhaj
      • Hadiri Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Sarwendah: Saya Bertekad Jaga Anak-anak
      • Tak Semua Mobil Bisa Dibuatkan Kunci Immobilizer Cadangan
      • Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke RI
      • Anak Bakar Ayah Kandung di Medan, Polisi: Diduga karena Stres Ditinggal Istri Nikah Lagi
      • Perkara Amplop Raja Juli di Tangan KPK

        Lihat Sekilas

      • Meski Likuiditas Ketat, Dana Kelolaan Nasabah Prioritas DBS Tumbuh 13 Persen
      • BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi
      • Pengendara yang Nekat Lewat Trotoar Daan Mogot Jakbar Bakal Ditilang ETLE
      • Didukung Korsel, Charging Station BRT di Bandung Mulai Dibangun
      • Mentan Lapor ke Prabowo Petani Sudah Tak Menjerit Lagi Usai Impor Tetes Tebu Dihentikan
      • Tak Dikasih Rp 300.000, Anggota Satpol PP Ambil Iuran Ngaji Siswa Pecahan Rp 2.000 di Jakut
      • Indonesia Bangun Pusat Pembibitan Babi Berstandar Internasional, Datangkan 546 Indukan dari Denmark
      • Lewat Vicon, Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Langsung Groundbreaking Abadi Masela
      • Momen Cak Imin Merumput, Bela PKB Lawan Golkar hingga PKS
      • Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tarumajaya Bekasi, Pengedar Ditangkap
      • Copyright © 2026 Powered by Soal Kemunculan Liga Aspal, Pramono: Karena Keterbatasan Fasilitas Olahraga di Jakarta,Vista Notebook   sitemap