Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI

    Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI

    Waktu: 2026-07-29 17:14:09 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Tiga narapidana kasus terorisme (napiter) di Lapas Kelas I Semarang menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah meninggalkan paham radikalisme yang selama ini mereka anut. 

    Momen tersebut ditandai dengan pengucapan ikrar dan mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada bangsa.

    Ikrar setia NKRI itu diucapkan oleh Somdani, Saryanto, dan Mulyanto dalam kegiatan yang digelar di Lapas Kelas I Semarang, Jumat (17/7/2026). Ketiganya sebelumnya diketahui merupakan bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

    Perubahan sikap ketiga napiter tersebut dinilai menjadi bukti keberhasilan program pembinaan dan deradikalisasi yang selama ini dijalankan di dalam lapas melalui kerja sama berbagai lembaga.

    Somdani diketahui menjalani hukuman penjara selama empat tahun, sedangkan Saryanto dan Mulyanto masing-masing divonis enam tahun penjara. 

    Ketiganya mengikuti jejak sejumlah mantan anggota Jamaah Islamiyah lainnya yang lebih dahulu menyatakan kembali setia kepada NKRI setelah organisasi tersebut dibubarkan.

    Ikrar setiap kepada NKRI

    Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Hasan Basri, mengapresiasi perubahan yang ditunjukkan ketiga narapidana tersebut. 

    Menurut dia, ikrar setia kepada NKRI menjadi langkah penting dalam proses pembinaan sekaligus reintegrasi sosial.

    "Ikrar ini merupakan langkah besar menuju pemulihan dan reintegrasi sosial. Keputusan mereka untuk kembali kepada NKRI menunjukkan bahwa proses pembinaan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif," kata Hasan, Jumat.

    Dia menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Lapas Kelas I Semarang, Densus 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Agama, TNI, Polri, hingga para pembimbing keagamaan yang secara konsisten mendampingi proses pembinaan warga binaan.

    "Kami berharap mereka dapat istikamah dengan keputusan yang telah diambil, menjaga lingkungan pergaulan, dan menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

    Sementara itu, Somdani mengaku perubahan cara pandangnya tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pembinaan selama menjalani masa pidana. 

    Rencana ke depan 

    Berbagai program pembinaan kepribadian, keagamaan, hingga wawasan kebangsaan membuatnya memiliki pemahaman baru tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Selain mengikuti pembinaan kepribadian, Somdani juga memperoleh pelatihan kemandirian selama berada di Lapas Kelas I Semarang. 

    Dia berencana memanfaatkan keterampilan tersebut untuk membuka usaha peternakan bersama keluarganya setelah bebas dari masa hukuman.

    "Pembinaan yang kami terima membuat pemikiran kami lebih terbuka. Kami mendapatkan banyak pemahaman yang mengarahkan kami untuk menjadi lebih baik dan kembali mencintai NKRI," kata Somdani.

    • Sebelumnya: 7 Arahan dan Evaluasi Prabowo Jelang 2 Tahun Masa Pemerintahan
    • Selanjutnya: KPK Juga Periksa Dirjen PKN V BPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim

      Artikel Terkait

      • Butuh Waktu Berapa Lama Membuat Satu Truk Isuzu?
      • Tak Mau Terus Menunggu Anggaran Pemerintah, Warga di Lampung Timur Patungan Bangun Jalan Impian
      • Pukul Siswanya dengan Mistar karena Tak Hafal Perkalian, Guru di Lubuklinggau Dilaporkan ke Polisi
      • Viral Kolesom Jumbo di Jaksel yang Menurut LPPOM Haram, Ini Alasannya
      • Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Gugat KPK ke PN Jaksel
      • Presiden LaLiga Konfirmasi Barcelona Kembali ke Aturan Rasio 1:1
      • Polisi Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 10 Mahasiswi USU
      • Ada Konser Akbar di Monas, Penumpang 13 KA Ini Bisa Naik dari Jatinegara
      • Belajar Dulu sebelum Trading, Investor Asal Medan Ini Andalkan Edukasi Pasar Modal dari BNI Sekuritas
      • Menhut Tak Ikut Rapat di DPR, Waka Komisi IV: Beliau Izin Umrah

        Lihat Sekilas

      • Gelar Nobar Piala Dunia, Cak Imin Yakin Argentina Bisa ke Final
      • Netflix Akuisisi Startup AI Milik Ben Affleck Rp 10,53 Triliun, Sang Aktor Jadi Penasihat Senior
      • Petani Tebu Berebut Salami Prabowo Saat Panen Raya di Malang
      • Polisi Kawal Konflik Reklamasi Pelabuhan Bojonegara, Minta Semua Cari Solusi
      • Telur Ceplok dan Telur Dadar, Mana yang Lebih Sehat? Ini Kata Dosen IPB
      • Rumah di Wonogiri Diduga Jadi Safe House Bupati Etik, Simpan Brankas Berisi Uang Rupiah hingga Valuta Asing
      • Kronologi 2 Anggota DPRD Riau Cekcok hingga Berujung Baku Hantam Massa Simpatisan
      • ITS Bikin Traktor Perahu Listrik untuk Pertanian Lahan Gambut
      • Mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya Laporkan Jual Beli Stan SWK ke Polisi
      • Slamet Ariyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum BM PAN
      • Copyright © 2026 Powered by Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI,Vista Notebook   sitemap