Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Menkeu Purbaya Sebut Koperasi Desa Merah Putih Pasti Untung asal Tidak Dikorupsi

    Menkeu Purbaya Sebut Koperasi Desa Merah Putih Pasti Untung asal Tidak Dikorupsi

    Waktu: 2026-07-29 16:18:22 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap strategi jitu agar Koperasi Desa Merah Putih ( Kopdes ) dapat meraup keuntungan melimpah, yakni dengan cara memonopoli penjualan barang subsidi kepada masyarakat luas.

    Purbaya menyampaikan, pada rapat kabinet beberapa waktu lalu telah diputuskan secara bulat bahwa ke depan seluruh barang-barang yang mendapatkan alokasi subsidi dari pemerintah hanya akan dijual secara resmi melalui jaringan Kopdes.

    “Kemarin diputuskan di rapat kabinet bahwa semua barang-barang yang bersubsidi akan disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar itu,” ujarnya di Yogyakarta, Kamis ( 16/7/2026 ).

    Menurut Purbaya, dengan menjadi satu-satunya jalur resmi penjualan barang-barang bersubsidi, pihak Kopdes dipastikan bakal mendapatkan margin keuntungan yang sangat menjanjikan, dengan catatan penting bahwa barang atau anggaran besar yang dikelola oleh Kopdes sama sekali tidak dikorupsi.

    “Jadi harusnya dari situ aja ( menjual barang subsidi ), Koperasi Desa Merah Putih sudah pasti untung. Asal enggak ada, enggak ada itu ya, asal enggak dikorupsi lah harusnya sih aman,” ujar dia menekankan pentingnya integritas pengelola koperasi.

    Disokong Pinjaman Dana Super

    Ke depan, lanjut Purbaya, pihak Kopdes juga bakal disokong pinjaman dana super besar yang menyentuh angka Rp 240 triliun. Skema dana tersebut dipinjam dari Himpunan Bank Milik Negara ( Himbara ) dan akan dicicil pembayarannya secara berkala oleh Kemenkeu.

    “Ini program besar loh, Rp 240 triliun selama 6 tahun akan seperti itu. Itu akan berasal dari pinjaman Himbara, tapi saya yang cicil,” katanya menjelaskan skema pembiayaan program nasional tersebut.

    “Pokok dan bunganya selama 6 tahun ke depan, mungkin setahun sekitar 40 triliun. Sesuai dengan jumlah operasi yang beroperasi, koperasi yang beroperasi. Jadi untuk pendanaan sudah enggak ada isu lagi, hanya yang paling penting adalah pelaksanaannya lebih rapih dan bersih dan sedikit kebocoran. Itu yang dipentingkan ke depan,” ujarnya menambahkan rincian anggaran.

    Perintah Tegas Presiden Prabowo Subianto

    Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan secara tegas agar seluruh barang bersubsidi dari pemerintah disalurkan satu pintu melalui Koperasi Desa/Kelurahan ( KDMP ) Merah Putih. Kebijakan radikal itu ditempuh guna memastikan subsidi tepat sasaran sekaligus menutup rapat celah penyimpangan jalur distribusi.

    "Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima," ujar Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta Pusat pada Minggu ( 12/7/2026 ).

    Menurut pandangan Presiden Prabowo, selama ini masih banyak barang-barang bersubsidi yang justru tidak sampai kepada tangan masyarakat kecil yang berhak karena maraknya terjadi penyimpangan di tingkat lapangan.

    "Karena banyak barang subsidi diselewengkan, tidak sampai ke rakyat yang perlu, tapi diatur-atur sedemikian. Bahkan banyak yang diselundupkan ke luar negeri," ujarnya kesal.

    Ia mengatakan, ke depan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini akan dikembangkan secara serius sebagai pusat layanan ekonomi pedesaan yang terintegrasi secara nasional.

    • Sebelumnya: 56 Desa di Jabar Dilanda Kekeringan, Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Terparah
    • Selanjutnya: Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 di TVRI dan Live Streaming

      Artikel Terkait

      • Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri
      • 3 Rekor Lionel Messi yang Pecah di Piala Dunia 2026
      • Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin
      • Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Lukulo Kebumen, Ditemukan Pakai 9 Lapis Baju
      • KPK Temukan Uang, Valas hingga Perhiasan Saat Geledah Rumah Dinas Bupati Etik
      • Sembilan Kabupaten di Sumsel Siaga Karhutla, Musi Rawas Terbaru
      • DPRD Minta Maaf atas Peretasan 1,2 Juta Data Warga, Pemprov Diminta Tak Kalah Pintar dari Hacker
      • Lamborghini Sebut Teknologi EV Belum Matang
      • Pelarian Pembunuh Sadis yang Tusuk Driver Ojol Berakhir
      • Niat Tolong Korban Kecelakaan, Seorang Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk di Bangkalan

        Lihat Sekilas

      • Keluarga Nilai Vonis Pembunuh Kacab Bank BUMN Belum Adil, Berharap Jaksa Banding
      • Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
      • Owen Rahadiyan Mundur dari Jabatan Manajer Persipura Jayapura
      • Pesan Vicente del Bosque dan Andres Iniesta Jelang Spanyol Vs Argentina
      • Respons Tuchel Soal Kritik Donald Trump Usai Inggris Disingkirkan Argentina
      • Massa Demo Bubar, Jalan Medan Merdeka Arah Gambir Jakpus Kembali Dibuka
      • Cerita Pasutri Asal Tangerang Rutin Ikut Event Lari demi Jaga Keharmonisan Rumah Tangga
      • Menggila, Harga Tiket "Resale" Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 41 Miliar
      • Jelang Perancis vs Inggris, Tuchel Bela Diri Soal Kalah dari Argentina
      • Melihat Perjuangan Guru di Sukabumi, Lintasi Sungai Pakai Perahu Karet akibat Jembatan Putus
      • Copyright © 2026 Powered by Menkeu Purbaya Sebut Koperasi Desa Merah Putih Pasti Untung asal Tidak Dikorupsi,Vista Notebook   sitemap