Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Isu Palestina dan Kekalahan Argentina

    Isu Palestina dan Kekalahan Argentina

    Waktu: 2026-07-29 17:08:33 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Begitulah akhir perjalanan Lionel Messi bersama Tim Tango di final Piala Dunia. Saat peluit panjang berbunyi mengakhiri pertandingan, ia pun lesu. Kealanya tertunduk, matanya basah. Di papan skor terpampang hasil yang menyakitkan: Spanyol menang tipis: 1-0

    Bagi Messi, kekalahan itu bukan sekadar gagalnya mempertahankan gelar juara dunia. Di usia 39 tahun, final itu terasa seperti panggung terakhir di Piala Dunia.

    Empat tahun lagi, usia mungkin akan menjadi lawan yang lebih sulit ditaklukkan daripada sebelas pemain di lapangan. Namun, sebelum pertandingan dimulai, media sosial sudah lebih dulu memainkan "pertandingannya" sendiri.

    Hal itu bermula ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya kepada Argentina. Linimasa pun gegap gempita. Sebagian warganet langsung mengaitkannya dengan sikap pemerintah Spanyol yang selama ini lebih vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan menunjukkan dukungan kepada Palestina.

    Meme bermunculan. Sindiran bertebaran. Teori-teori jenaka diproduksi tanpa henti. Bahkan, sebagian pendukung Argentina buru-buru menegaskan bahwa dukungan Netanyahu tidak mewakili sikap rakyat Argentina yang banyak juga mengecam tragedi kemanusiaan di Gaza.

    Benar atau tidak, begitulah cara media sosial bekerja. Di sana, fakta sering kali bertemu imajinasi. Lalu lahirlah apa yang oleh orang Jawa disebut ilmu gotak-gatuk, apa pun dicocok-cocokkan agar tampak saling berkaitan.

    Sebelumnya, fenomena serupa muncul menjelang semifinal. Ketika mantan Presiden Joko Widodo mengaku mendukung Prancis di semifinal, tapi kemudian justru tersingkir oleh Inggris.

    Cocokologi pun berkembang. Ada yang berseloroh bahwa nasib Partai Solidaritas Indonesia pada Pemilu 2029 akan mengikuti jejak Prancis karena sama-sama "didukung Jokowi".

    Tentu saja semua itu hanya guyonan. Tetapi guyonan di media sosial sering kali dianggap lebih menarik daripada kenyataan. Padahal, ada kisah lain yang jauh lebih indah daripada semua teori tersebut.

    Sembilan belas tahun lalu, Barcelona bersama UNICEF menggelar pemotretan amal. Mega Bintang Barca, Lionel Messi diminta menggendong sekaligus memandikan seorang bayi berusia enam bulan. Tak seorang pun saat itu menyangka bayi mungil itu kelak akan berdiri di hadapannya pada final Piala Dunia. Bayi itu bernama Lamine Yamal.

    Adegan tersebut lama terlupakan. Bertahun-tahun kemudian, ketika Yamal menjelma menjadi salah satu talenta terbaik dunia, adegan dalam selembar potret itu kembali viral. Kebetulan atau takdir? Senin dinihari tadi, yang dulu memandikan dan dimandikan akhirnya saling berhadapan dalam laga terbesar di dunia sepak bola.

    Ketika pertandingan usai, Yamal tidak larut dalam pesta kemenangan. Ia justru menghampiri Messi. Keduanya berpelukan cukup lama. Bagi saya, momen itu jauh lebih bermakna daripada semua teori gotak-gatuk yang memenuhi linimasa. Netanyahu boleh mendukung siapa pun. Jokowi boleh menjagokan tim mana pun. Warganet bebas membuat ribuan teori dan cocokologi.

    Tetapi sepak bola selalu memiliki cara untuk mengingatkan kita bahwa pertandingan terbesar sesungguhnya bukan tentang siapa mendukung siapa. Melainkan tentang bagaimana seorang manusia tetap menghormati manusia lainnya-bahkan ketika berdiri di sisi yang berlawanan.

    Simak juga Video 'Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Fansnya Rusuh di Buenos Aires':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: BUMN BKI Buka Lowongan Kerja hingga 7 Agustus 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
    • Selanjutnya: Mengenal Tiga Jenis Orbit Satelit dan Fungsinya

      Artikel Terkait

      • China Kurangi Impor Minyak Timur Tengah, Pasar Global Bergeser
      • BP MPR Gelar FGD di Padang, Bahas Amandemen UUD 45 hingga Keadilan Ekonomi
      • PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke Mitra Buntut Pekerja Tewas di Jaktim
      • Selat Hormuz dan Rapuhnya Kesepahaman Gencatan Senjata AS-Iran
      • Si Ganteng Jude Bellingham Punya 2 Rumah Mewah, Tembus Rp 293,4 Miliar
      • Jelang Final Piala Dunia, FIFA Dituding Membiarkan Kecurangan
      • Protes Polusi Udara, Spanduk "Selamat Datang di Kawasan Tidak Layak Huni" Terbentang di Padalarang-Cipatat
      • Polisi Kerahkan 389 Personel Amankan Konser Akbar di Monas Nanti Malam
      • Buntut Kecelakaan Maut, Sejumlah U-turn Ilegal di Jalur Pantura Indramayu Segera Ditutup
      • Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Cium Kaki Orangtua, PPIS Unesa Beri Penjelasan

        Lihat Sekilas

      • 4 Fakta Bos Perusahaan Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel
      • Diam-diam Depo Kontainer Menjamur di Permukiman Rorotan, Pemkot Jakut Temukan 31 Lokasi
      • Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan Kosong Bekasi, Polisi Buru Pelaku
      • Iran Lanjutkan Pembicaraan dengan Mediator untuk Cegah Eskalasi
      • Massa Aksi Tak Diizinkan Demo di Patung Kuda, Polisi Jelaskan Alasannya
      • Dianiaya Pacar, Wanita di Bekasi Lolos dari Sekapan Usai Kabur Lewat Jendela
      • Pria Hendak Perkosa Karyawan Spa di Denpasar, Kabur Panjat Atap hingga Ditangkap Warga
      • Daya Tarik Pulau Kelor Labuan Bajo, Bukit hingga Pantai yang Indah
      • Feryanto Takumansang Ubah Kecintaan pada Laut Menjadi Sumber Penghidupan Lewat Wisata Pulisan
      • Konser Akbar Monas Sediakan 8 Kantong Parkir, Tampung 5.020 Kendaraan
      • Copyright © 2026 Powered by Isu Palestina dan Kekalahan Argentina,Vista Notebook   sitemap