Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa

    Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa

    Waktu: 2026-09-12 18:18:37 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Google dilaporkan akan "menyedot" seluruh produksi listrik tahap awal dari proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Steel River di Arkansas, Amerika Serikat, mulai 2029.

    Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pasokan energi bersih di tengah meningkatnya kebutuhan listrik akibat ekspansi layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Google akan membeli seluruh output awal pembangkit berkapasitas 1,6 gigawatt (GW) dari proyek yang dikembangkan perusahaan energi Cypress Creek Energy.

    Meski demikian, Google tidak menerima pasokan listrik secara langsung dari pembangkit listrik. Listrik yang dihasilkan Steel River akan tetap disalurkan ke jaringan listrik umum di Arkansas.

    Kesepakatan antara Google dan Cypress Creek menggunakan skema Virtual Power Purchase Agreement (VPPA) atau perjanjian pembelian listrik virtual.

    Melalui skema ini, listrik tetap dijual ke jaringan listrik umum. Sementara Google memberikan komitmen pembelian jangka panjang yang membantu pengembang memperoleh pendanaan proyek.

    Model tersebut memungkinkan perusahaan teknologi memperoleh manfaat dari penambahan kapasitas energi terbarukan tanpa harus membangun maupun mengelola pembangkit listrik sendiri.

    Namun, karena listrik masuk ke jaringan umum, tidak semua listrik yang digunakan pusat data Google berasal langsung dari proyek Steel River. Pasokan listrik yang diterima fasilitas Google tetap bergantung pada sumber energi yang tersedia di jaringan pada saat itu.

    Pusat data Google juga nantinya tetap memperoleh pasokan listrik dari jaringan regional yang terdiri atas berbagai sumber energi, seperti batu bara, gas alam, tenaga nuklir, serta energi terbarukan.

    Dengan skema tersebut, Google mendukung pembangunan pembangkit energi terbarukan tanpa memiliki aset pembangkit maupun mengoperasikannya secara langsung.

    Selain pembangkit surya berkapasitas 1,6 GW, alokasi Google juga mencakup sistem penyimpanan energi berbasis baterai berkapasitas sekitar 2 GW. Kapasitas tersebut disebut setara dengan kebutuhan listrik sekitar 315.000 rumah.

    Adapun keseluruhan proyek Steel River dirancang memiliki kapasitas hingga 2,46 GW pembangkit surya dan 2,94 gigawatt-jam (GWh) penyimpanan baterai. Pembangkit listrik ini akan selesai dibangun pada 2029.

    Konsumsi listrik Google terus meningkat

    Langkah Google mengamankan pasokan energi bersih dilakukan di tengah meningkatnya konsumsi listrik perusahaan.

    Laporan menyebut konsumsi listrik Google beserta emisi berbasis jaringan listrik meningkat sekitar 37 persen sepanjang 2025, seiring ekspansi infrastruktur AI dan pusat data.

    Selain mengandalkan tenaga surya, Google sebelumnya juga telah menandatangani sejumlah perjanjian pembelian listrik dari pembangkit tenaga air dan proyek energi bersih lainnya untuk mendukung target pengurangan emisi karbon.

    Google bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang berinvestasi melalui kontrak energi terbarukan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Winbuzzer.

    Meta sebelumnya dilaporkan menandatangani perjanjian pembelian listrik dari proyek pembangkit surya Waterloo Solar di Texas.

    Sementara Amazon memilih jalur berbeda dengan mengakuisisi proyek pembangkit tenaga surya Sunstone di Oregon melalui anak usahanya.

    Berbeda dengan Amazon yang mengambil alih kepemilikan proyek, Google memilih mendukung pembangunan pembangkit melalui kontrak pembelian listrik jangka panjang.

    • Sebelumnya: Syarat Beasiswa Bright 2026, Ada Biaya UKT Penuh, Tunjangan Bulanan dan Asrama
    • Selanjutnya: Ada yang Bela Spanyol, Ada yang Dukung Messi, Ada Pula yang Cuma Mau Nonton Konser

      Artikel Terkait

      • Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Sah
      • Anton Eks Drummer Sheila On 7 Menikah di Usia 47 Tahun
      • Keluarga Guru PPPK yang Meninggal di Mes Polisi Pessel Pertanyakan Hasil Visum Tak Kunjung Keluar
      • Masyarakat Tidak Mampu Bisa Dapat Layanan Hukum dengan Tarif Rp 0
      • Polisi Ungkap Grup WA 27 Pemerkosa Gadis Sampang Bernama 'Teh Gembul'
      • Pengadilan Agama Resmi Putuskan Arka sebagai Anak Ridwan Kamil
      • Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
      • Rumah Mewah di Grand Polonia Meledak, Kapolrestabes Medan: Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam
      • Bupati Agam: Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi Akan Dibahas Lagi jika Ditolak Masyarakat
      • Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman

        Lihat Sekilas

      • Menantang Ombak dan Ongkos, Perjuangan Nelayan Pangandaran Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Bakar
      • Siap-siap! Masyarakat Indonesia Berkesempatan Lihat dan Jajal Perdana E-Motorcycle VinFast
      • Polisi Amankan 8 Orang Usai Ojol Geruduk Kantor "Debt Collector" di Bandung, Kantor Akan Tutup
      • 2 Korban Konflik Antardesa di Flores Timur Dirujuk ke Larantuka dan Lewoleba
      • BRIN Diminta Prabowo Cari Sumber Air Baru, Antisipasi Dampak Perubahan Iklim
      • 5 Shio Paling Pintar Menurut Astrologi Tiongkok, Ada Kamu?
      • Trump Ancam Bredel Stasiun TV yang Tak Siarkan Pidatonya
      • Baru Ganti HP? Jangan Lewatkan Pengaturan Ini agar Baterai Tak Cepat Habis
      • Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
      • Prabowo Diminta Teken Perpres Rencana Aksi Nasional HAM, Istana Akan Cek dan Jadi Catatan
      • Copyright © 2026 Powered by Google Borong Pasokan Listrik dari Pembangkit Surya Raksasa,Vista Notebook   sitemap