Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

    Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

    Waktu: 2026-07-29 16:20:05 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Hal ini kerap dialami oleh banyak penggemar sepak bola saat acara nonton bareng Piala Dunia: Tim "jagoan" mencetak gol, lalu para penggemar di taman bir atau pub bersorak bersama. Bahkan, mungkin saling berpelukan untuk merayakannya meskipun beberapa saat sebelumnya mereka sama sekali tidak saling kenal.

    Menurut Katie Wood, seorang psikolog klinis di Swinburne University, Melbourne, momen kebersamaan seperti ini nyatanya dapat mendukung kesehatan mental.

    "Faktor pelindung terbesar bagi kesehatan mental kita adalah keterikatan, koneksi dengan diri sendiri, orang lain, komunitas, dan budaya kita," ujar Wood kepada DW. Menurutnya, olahraga berhasil membangun keterikatan tersebut karena olahraga menyatukan banyak orang.

    Bentuk keterikatan ini tidak terbatas pada keluarga atau teman saja. Hal ini juga dapat muncul ketika seseorang merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, meskipun hanya sesaat. Piala Dunia adalah ajang yang sempurna untuk memberikan perasaan semacam ini kepada masyarakat.

    Wujud nyata dari hal ini telah terlihat sepanjang Piala Dunia berlangsung. Para penggemar dari berbagai negara bersorak bersama, bertukar jersei, atau tiba-tiba berdampingan mendukung tim yang sama.

    Di Lawrence, Kansas, pusat kota secara spontan berubah menjadi area nonton bareng bernuansa hijau-putih saat laga antara Aljazair dan Austria. Karena tim nasional Aljazair menjadikan kota itu sebagai markas selama Piala Dunia, ratusan warga lokal Amerika hadir mengenakan jersei Aljazair, dengan wajah yang dicat warna bendera negara tersebut dan bendera di tangan mereka.

    Di tempat lain pun semakin jelas terlihat betapa cepatnya persahabatan dapat dijalin lewat sepak bola. Usai pertandingan babak 16 besar antara Swiss dan Kolombia di Vancouver, DW mengamati dua penggemar saling bertukar jersei sebagai kenang-kenangan atas malam yang mereka habiskan bersama. Sementara itu di Seattle, setelah Amerika Serikat tersingkir, seorang pendukung Belgia tampak menghibur penggemar Amerika yang kecewa.

    Seorang pengunjung di San Francisco menceritakan kepada DW sebuah momen yang membekas di benaknya: "Seorang pria melihat jersei saya. Ia sama sekali tidak mengenal saya. Ia menghampiri, memeluk saya, dan sekadar berkata, 'Inilah Piala Dunia.'"

    Katie Wood memandang hal ini sebagai kekuatan unik dari turnamen seperti Piala Dunia. Orang-orang yang mungkin tidak akan pernah berpapasan dalam kehidupan sehari-hari dapat berbagi emosi yang sama untuk sesaat.

    "Kalian mungkin berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Namun, saat kalian mendukung tim yang sama, akan muncul sebuah pengalaman kolektif dengan tujuan yang sama."

    Tujuan tersebut menyentuh sebuah kebutuhan mendasar yang sering diremehkan banyak orang, yaitu kebutuhan untuk diterima dan merasa menjadi bagian dari suatu kelompok. Tidak peduli apakah seseorang telah menjadi penggemar selama puluhan tahun atau baru pertama kali menonton pertandingan. Hal yang lebih penting adalah pengalaman bersama, seperti ketegangan sebelum laga dimulai, gemuruh saat gol tercipta, hingga rasa frustrasi yang dirasakan bersama usai kekalahan.

    "Tidak ada yang tahu apa yang kita lalui sebagai manusia dari hari ke hari," ujar seorang pengunjung di zona penggemar kepada DW. "Itulah mengapa momen-momen seperti ini terasa sangat istimewa."

    Bahkan mereka yang tidak memiliki tim favorit pun bisa ikut dalam suasananya.

    "Saya merasa bahagia," kata seorang pengunjung di Philadelphia kepada DW. "Saya bahkan tidak punya tim jagoan, tetapi saya jadi suka menonton pertandingannya."

    Piala Dunia dapat menawarkan wadah untuk menepi sejenak dari rutinitas sehari-hari.

    "Ketika begitu banyak hal terjadi di dunia, kita mencari cara untuk melepaskan diri sejenak dari rutinitas harian," jelas Wood. "Dan menikmati Piala Dunia dengan segala euforianya bersama orang lain adalah cara yang sangat sehat untuk melakukannya."

    Tentu saja, fokus utama dari turnamen seperti Piala Dunia biasanya adalah pertandingan sepak bola itu sendiri. Namun, bagi banyak penggemar, kenangan paling kuat dari Piala Dunia justru berasal dari momen-momen yang terjadi di luar lapangan hijau. Artikel ini diadaptasi dari artikel bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Algadri Muhammad

    Editor: Yuniman Farid

    Simak juga Video 'Prancis vs Spanyol: Bertemu Lagi di Piala Dunia Setelah 20 Tahun':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Cek Daftar Harga BBM Hari Ini 21 Juli 2026 di SPBU Pertamina Se-Indonesia
    • Selanjutnya: Wamensos Bawa Pesan Prabowo ke Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat di Semarang

      Artikel Terkait

      • Kasus Febrie Adriansyah Dikaitkan dengan Blackout, Hotman Paris: Paling Lelucon!
      • Kronologi Penangkapan Admin "TheKerupuk" gara-gara Meme, Diadang 10 Orang Saat Mau Makan
      • Kekeringan 2 Pekan, Warga Katulampa Bogor Cuci Baju dan Bersihkan Ikan di Kali Baru
      • Tak Perlu ke Bengkel, Ini 3 Cara Cek Komstir Motor Sendiri di Rumah
      • Futurismo: Saat Industri Memilih Sendiri "Champion"
      • Legislator PDI-P: Cara Pelaksanaan MBG Terbaik adalah Pakai Dapur Sekolah
      • IHSG Naik 4,24 Persen, Saham ADRO, ESSA, dan ITMG Bisa Dicermati Ritel Pekan Depan
      • Kekasih Lamine Yamal Unggah Pesan Manis usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ini Isinya
      • Disdik Blitar Ungkap Alasan SD Negeri Kekurangan Siswa Baru
      • KDMP Bukit Gado-gado Diklaim Strategis Meski Berada di Tanjakan dan Minim Lahan Parkir

        Lihat Sekilas

      • Pertamina Tambah Jam Operasional BBM di Aceh, Distribusi Dipercepat hingga 14 Jam
      • Menolak Lupa ala Argentina dan Pengalaman Indonesia
      • 3 Duel Kunci Penentu Kemenangan Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 
      • Sembilan Kabupaten di Sumsel Siaga Karhutla, Musi Rawas Terbaru
      • Motor Listrik VinFast Resmi Meluncur, Mulai Rp 17,5 Juta
      • Hasil Semifinal Japan Open 2026: Putri KW Kandas, Kena Tikung Akane
      • Indonesia Berada di Jajaran Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah
      • Dedi Mulyadi Bandingkan Kepemimpinan Indonesia dengan Timnas Argentina
      • Kepergok Curi Kabel Rp 143 Juta, 2 Pria di Cikarang Ditangkap Polisi
      • Spesialis Maling Motor Bersenpi Ditangkap Polisi, Sudah Beraksi 20 Kali di Jaksel
      • Copyright © 2026 Powered by Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental,Vista Notebook   sitemap