Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T

    Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T

    Waktu: 2026-07-29 17:08:46 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan realisasi investasi di Indonesia pada semester I tahun 2026.

    Angka investasinya mencapai Rp 1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target investasi nasional sebesar Rp2.041,3 triliun.

    Capaian tersebut disampaikan Rosan ke Prabowo di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

    “Di tengah masih tantangan geopolitik maupun geografi dunia alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan yang kita set up oleh Bappenas kepada kami untuk tahun di 2026 ini,” ujar Rosan usai memberi laporan ke Prabowo.

    Rosan menjelaskan tingginya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tercermin dari realisasi investasi yang berdampak signifikan pada penciptaan lapangan kerja.

    Rosan memaparkan sepanjang semester I 2026, investasi yang terealisasi mampu menyerap sebanyak 1.448.862 tenaga kerja atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Menurut Rosan, kontribusi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga berlangsung relatif seimbang.

    Tercatat, PMDN mencapai Rp 502,9 triliun atau sekitar 49,8 persen dari total investasi, sedangkan PMA mencapai Rp 507,6 triliun.

    “Perbandingan Jawa dan luar Jawa setelahnya kembali lagi hampir sama di Jawa ini 49,8 persen atau 502,8 triliun (rupiah) atau peningkatan 7,7 persen sedangkan di luar Jawa peningkatan 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau 507,8 triliun (rupiah),” imbuh Rosan.

    Sebaran investasi semester pertama: DKI nomor satu

    Lebih lanjut, Rosan menyebut untuk sebaran wilayah terkait investasi pada enam bulan terakhir.

    Posisi pertama diisi DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten.

    Sementara khusus investasi asing, wilayah Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau menjadi daerah tujuan utama, terutama didorong oleh investasi di sektor mineral.

    “Dari seluruh 38 provinsi tapi yang kami tampilkan adalah 5 besar dalam kesempatan ini untuk totalnya memang gabungan antara PMA dan PMDN itu DKI Jakarta masih menduduki tempat pertama 17,2 persen, kemudian diikuti dari Jawa Barat 138,1 triliun (rupiah), Jawa Timur 72,7 triliun (rupiah), Sulawesi Tengah 68,7 triliun (rupiah), dan Banten 66,3 triliun (rupiah),” ungkap Rosan.

    Dalam kesempatan itu, Rosan juga memaparkan lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar pada semester I 2026.

    Rosan merincikan, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menempati posisi pertama dengan nilai investasi Rp150,4 triliun atau 14,9 persen dari total realisasi.

    “Jasa lainnya ini lebih banyak di data center itu kurang lebih 114 triliun (rupiah) atau 11,3 persen, pertambangan 105 triliun (rupiah), kemudian transportasi, gudang, telekomunikasi kurang lebih 10,2 persen dan ini perumahan kawasan industri dan perkantoran 85,5 (triliun rupiah) atau 8,5 persen,” lanjut Rosan.

    Singapura jadi investor terbesar

    Sementara berdasarkan katagori negara asal investornya, Rosan menyebut Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 8,8 miliar dolar Amerika Serikat.

    Selanjutnya ada Hong Kong sebesar 7,6 miliar dolar Amerika Serikat, Tiongkok sebesar 3,9 miliar dolar Amerika Serikat, Jepang sebesar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat, dan Amerika Serikat sebesar 1,7 miliar dolar Amerika Serikat.

    "Tetapi sebetulnya terjadi pergeseran sedikit di quarter kedua ini. Mungkin saya agak lompat sedikit karena investor terbesar kita itu justru adalah Hongkong di quarter kedua. Itu adalah Hongkong. Nanti mungkin di itu kurang lebih 5 miliar (dolar) baru diikuti oleh Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Tapi secara overall di semester pertama ini masih ditempati oleh Singapura," beber Rosan.

    • Sebelumnya: NasDem Minta 3 Perkara Korupsi yang Jerat Febrie Diusut Tuntas hingga Akar
    • Selanjutnya: Vonis Eks Bos eFishery Disunat Jadi 6 Tahun Penjara di Kasus Penggelapan

      Artikel Terkait

      • Naik Mulai Bulan Depan, Ini Tarif Baru Naturalisasi hingga Lepas Status WNI
      • Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS
      • Hasil SEA V Cup 2026: Indonesia Hantam Kamboja 3-0 di Laga Perdana
      • 3 Zodiak yang Diprediksi Makin Cuan pada 20-26 Juli 2026, Ada Virgo
      • LPSK Sebut Baru 2 Korban TPKS yang Terima Dana Bantuan
      • Lewat Vicon, Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Langsung Groundbreaking Abadi Masela
      • Penumpang Kereta Lokal KAI Tembus 4,67 Juta pada Semester I 2026
      • MPR Gelar Sarasehan di Pekanbaru, Bahas Obligasi Daerah & Investasi Publik
      • Ada Hidden Gem Buat Warga Santai-Olahraga di Jaksel, tapi Harus Lewati TPU
      • Besok, Prabowo Akan Resmikan "Groundbreaking" Proyek Blok Masela

        Lihat Sekilas

      • Rundown Hari Pertama Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026, Ada Tahiti 80
      • Jaga Sinergitas, Kapolres dan Dandim Jaksel Serap Aspirasi Warga
      • Diduga Bakar Sampah Sembarangan, Lahan 2 Hektare di Parung Panjang Bogor Terbakar
      • OJK: Dana SAL Tak Lagi Diperdebatkan, Penarikan di Himbara Dilakukan Bertahap
      • Napi Lapas Banyuwangi Pesan Sabu, Janjikan Rp 500.000 ke Pengantar
      • MUI Minta Pemerintah Susun Aturan Baru Izin Usaha Tambang Ormas Usai Putusan MK
      • Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada
      • Spanyol Hapus Sosok Donald Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
      • Pertamina Tambah Jam Operasional BBM di Aceh, Distribusi Dipercepat hingga 14 Jam
      • DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Mampu Maksimalkan Potensi Daerah Kepulauan
      • Copyright © 2026 Powered by Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T,Vista Notebook   sitemap