Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Trump Raup Rp 17,9 Triliun dari Kripto dalam Setahun, Termasuk dari Koin Meme

    Trump Raup Rp 17,9 Triliun dari Kripto dalam Setahun, Termasuk dari Koin Meme

    Waktu: 2026-07-29 16:16:40 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump meraup pendapatan lebih dari USD 1 miliar sepanjang tahun lalu dari lini bisnis mata uang kripto. Informasi tersebut terungkap dalam laporan keuangan wajib tahunan miliknya untuk periode 2025.

    Dalam dokumen keterbukaan setebal 927 halaman itu, Trump melaporkan penerimaan royalti sebesar USD 635 juta yang bersumber dari koin meme Trump. Nilai aset digital tersebut diketahui sempat anjlok tajam sejak ia luncurkan beberapa hari sebelum resmi dilantik kembali sebagai presiden.

    Selain itu, ia juga mencatatkan pendapatan lebih dari USD 500 juta dari World Liberty Financial, sebuah perusahaan kripto yang didirikan oleh putra-putranya bersama dengan anak-anak dari utusan khususnya, Steve Witkoff.

    Trump juga mengantongi jutaan dolar tambahan dari sektor real estat serta penjualan berbagai pernak-pernik bertemakan dirinya. Kendati demikian, pihak Gedung Putih membantah keras tudingan bahwa sang presiden memanfaatkan jabatannya untuk meraup keuntungan pribadi.

    Baca juga:

    Pendapatan dalam laporan keuangan terbaru ini melonjak drastis dibanding laporan periode 2024, saat Trump melaporkan penghasilan sebesar US$600 juta .

    Meski demikian, pihak Gedung Putih kembali membantah adanya benturan kepentingan. Mereka berulang kali menegaskan bahwa Trump telah menyerahkan pengelolaan bisnisnya ke dalam sebuah badan perwalian yang diurus oleh putra-putranya.

    Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, menyatakan bahwa sang presiden justru telah berhasil membawa AS menjadi "ibu kota kripto dunia" dengan bangga.

    "Baik Presiden maupun keluarganya tidak pernah dan tidak akan pernah terlibat dalam benturan kepentingan," ujar Kelly dalam sebuah pernyataan tertulis.

    "Semua tindakan yang diambil oleh Presiden Trump dan jajaran pemerintahannya murni demi kemaslahatan rakyat Amerika. Setiap oknum yang mengaku 'jurnalis' dan menggiring opini sebaliknya, sebenarnya hanya mendaur ulang narasi usang dan keliru yang terus-menerus digaungkan oleh Partai Demokrat serta media arus utama selama satu dekade terakhir," tambahnya.

    Sang presiden sendiri juga menggarisbawahi bahwa dirinya tidak terikat oleh undang-undang federal terkait benturan kepentingan pejabat negara.

    Padahal, Trump dulunya merupakan sosok yang vokal mengkritik mata uang kripto. Pada tahun 2021, ia sempat menuduh Bitcoin sebagai bentuk "penipuan" dan "bencana yang tinggal menunggu waktu".

    Namun, peta politik dan bisnis berubah saat kampanye pilpres tiga tahun kemudian. Trump berbalik arah dan menyatakan ambisinya untuk menjadikan AS sebagai "ibu kota kripto di planet ini".

    Bahkan, salah satu langkah awal yang ia ambil setelah kembali menduduki Gedung Putih tahun lalu adalah menerbitkan keputusan presiden untuk "mendukung pertumbuhan industri kripto secara bertanggung jawab".

    Richard Painter, mantan kepala pengacara etika Gedung Putih di era pemerintahan George W. Bush, menyampaikan kepada BBC bahwa keuntungan USD 1 miliar yang diraup Trump dari sektor kripto adalah sesuatu yang "luar biasa".

    "Tentu saja ini adalah sebuah benturan kepentingan," tegas Painter.

    Senada dengan hal tersebut, Will Walker-Arnott, Direktur Klien Privat di Raymond James Financial Group, menilai strategi Trump sangat kontras dengan para pendahulunya dalam hal mencari keuntungan finansial pribadi saat menjabat.

    "Jimmy Carter dahulu memasukkan perkebunan kacangnya ke dalam perwalian buta, dan George W. Bush menjual seluruh sahamnya di klub Texas Rangers sebelum resmi menjadi presiden. Namun, Trump tampaknya berjalan dengan cara yang sangat berbeda dan berhasil meraup pundi-pundi uang yang sangat besar melalui perusahaan kripto milik keluarganya," pungkas Walker-Arnott.

    Laporan yang dirilis pada hari Selasa tersebut menunjukkan bahwa keuntungan Trump dari sektor kripto jauh melampaui pendapatan dari bisnis real estat miliknya, sektor yang dahulu melambungkan namanya ke panggung dunia.

    Trump tercatat mengantongi sekitar USD 77 juta dari klub Mar-a-Lago miliknya dan USD 122 juta dari klub golf miliknya di Doral, Florida.

    Ia juga meraup masing-masing lebih dari USD 30 juta dari sejumlah klub golf miliknya yang berada di Bedminster, New Jersey, Jupiter, Florida, serta Turnberry, Skotlandia.

    Berdasarkan dokumen laporan keuangan tersebut, Trump juga menghasilkan jutaan dolar dari berbagai lini bisnis lainnya. Pendapatan ini mencakup US$4,7 juta dalam bentuk royalti dari penjualan jam tangan bermerek Trump, di samping produk lain seperti Alkitab, sepatu trainers, parfum, hingga gitar bermerek Trump.

    Ibu Negara, Melania Trump, juga turut mencantumkan pendapatannya sepanjang tahun 2025 dalam laporan tersebut.

    Ia mengantongi US$10,7 juta dari "perjanjian lisensi" terkait film dokumenter tentang dirinya yang dirilis tahun lalu. Selain itu, Melania juga mencatatkan pendapatan sebesar US$6 juta dari hasil penjualan NFT , yang merupakan aset gambar digital yang dijual secara daring.

    Di sisi lain, sang presiden mencatatkan pendapatan sekitar USD 86,5 juta yang bersumber dari uang penyelesaian berbagai kasus hukum.

    Jumlah tersebut di antaranya mencakup USD 16 juta dari gugatan hukum terhadap ABC, USD 16 juta dari CBS Broadcasting dan CBS Interactive, USD 24,5 juta dari Meta, USD 22 juta dari YouTube, serta USD 8 juta dari platform X.

    Kendati demikian, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa sebagian besar dari uang penyelesaian hukum tersebut telah dialokasikan untuk pembangunan perpustakaan kepresidenan Trump di masa mendatang, serta untuk organisasi nirlaba yang berfokus pada pemeliharaan kawasan taman di wilayah Washington DC.

    Alkitab berukir Presiden Donald J. Trump, yang ditandatangani langsung oleh dirinya.Getty ImagesAlkitab berukir Presiden Donald J. Trump, yang ditandatangani langsung oleh dirinya.

    Berdasarkan daftar orang terkaya di dunia yang disusun oleh majalah Forbes, kekayaan Trump saat ini diperkirakan mencapai USD 6 miliar melonjak drastis dari US$2,3 miliar pada tahun 2024.

    Sementara itu, Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaan bersih sang presiden berada di angka yang lebih tinggi, yakni USD 7,6 miliar .

    Sejak kembali menduduki Gedung Putih, Trump konsisten menerapkan pendekatan yang bersahabat terhadap industri kripto, bahkan di saat perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan keluarganya gencar menerbitkan token digital baru.

    Sikap ramah ini kian diperkuat oleh penunjukan kepala regulator keuangan baru. Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Efek AS yang ditunjuk oleh Trump kini dipandang luas sebagai sekutu dekat industri kripto.

    Sejak mulai menjabat pada April 2025, Paul Atkins, selaku Ketua SEC, telah mengubah arah kebijakan lembaga tersebut. Ia mulai meninggalkan pendekatan pendahuluannya yang dinilai terlalu ketat dan kerap menerapkan kepatuhan hukum lewat jalur penegakan sanksi.

    Lebih jauh lagi, pada Juli lalu, Presiden Trump resmi menandatangani Undang-Undang GENIUS Act demi merealisasikan misinya "menjadikan Amerika Serikat sebagai pemimpin mutlak dalam aset digital".

    Dengan ketebalan dokumen yang mencapai lebih dari 900 halaman, laporan keuangan tahunan Trump kali ini jauh melampaui volume laporan para pendahulunya. Sebagai perbandingan, laporan keuangan Joe Biden pada tahun penuh terakhirnya menjabat hanya setebal 11 halaman.

    Simak juga Video: Ekonom Celios Wanti-wanti Soal Investasi Kripto di Indonesia

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: 7 Kecamatan di Subang Dilanda Kekeringan, Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipastikan Gagal Panen
    • Selanjutnya: Prajurit Siswa Meninggal di Rindam I/BB Pematangsiantar, Polisi Militer Selidiki Penyebabnya

      Artikel Terkait

      • Inovasi Skincare Lembut untuk Kulit Sensitif, Menjawab Kebutuhan Generasi Muda
      • Mbappe Lebih Pilih Final daripada Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
      • Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak
      • Pelaku Penembakan di Bar Canggu Bali Punya Izin Kepemilikan Senpi, Tak Sesuai Dokumen
      • 4 Hari Bertahan di Laut, Bocah Korban KM Nurul Salsa Saksikan Ibunya Meninggal di Atas Pelampung
      • DBS Optimistis Pasar Saham RI Bangkit, IHSG Diproyeksi Menuju 8.000 di Akhir Tahun
      • Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
      • I.League Rombak Kalender Kompetisi, League Cup Hadir Mulai November
      • Polri Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung
      • Sambut Presiden Prabowo, Siswa di Malang Titip Harapan soal Menu MBG

        Lihat Sekilas

      • Saya Menjajal ChatGPT Voice Baru, Rasanya Benar-benar Seperti Ngobrol dengan Manusia
      • 3 Kapal di Muara Angke Jakut Terbakar, Damkar Kerahkan 65 Personil
      • Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah
      • Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
      • Cak Imin Usul Ketum PBNU yang Fresh, Gus Ipul: Bisa Jadi Masukan untuk Muktamar
      • Satgas PRR Kawal Pemulihan Infrastruktur di Nagan Raya dan Bireuen
      • Ajari Anak Percaya Diri dengan 5 Kalimat Ini
      • Pramono Serahkan Proses Ganti Rugi JPO Tendean ke Dinas Terkait dan Penegak Hukum
      • Hobi Terasa Ringan tapi Berat Memulai Pekerjaan? Penelitian Ungkap Penyebabnya
      • Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
      • Copyright © 2026 Powered by Trump Raup Rp 17,9 Triliun dari Kripto dalam Setahun, Termasuk dari Koin Meme,Vista Notebook   sitemap