Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker

    Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker

    Waktu: 2026-07-29 17:11:41 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    "Anda ingin seluruh keluarga menjadi sebuah komunitas yang saling mendukung. Sebenarnya, alasan nomor satu mengapa orang bisa hidup lebih lama adalah karena mereka memiliki komunitas yang suportif," ujar Dr. See dalam Exclusive Media Roundtable & Interview di Jakarta pada Kamis (16/07).

    Komunitas yang suportif berarti memiliki orang-orang yang selalu hadir ketika seseorang menghadapi tekanan hidup. Dukungan tersebut bisa datang dari mana saja, baik itu pasangan, anak, sahabat, maupun keluarga besar yang memberikan rasa aman dan diterima.

    Stres kronis dapat menjadi beban yang berat

    Dalam praktiknya sebagai dokter onkologi, Dr. See sering mendampingi pasien selama bertahun-tahun, hingga mengenal perjalanan hidup mereka di luar penyakit kanker.

    Ia menyaksikan pasien menghadapi perceraian, kehilangan pekerjaan, konflik keluarga, hingga persoalan kesehatan mental yang berlangsung dalam waktu lama. Menurutnya tekanan seperti itu lah yang lebih sering menjadi perhatian dibanding diagnosis kanker itu sendiri.

    "Saya melihat begitu banyak tekanan hidup dan tekanan dalam keluarga (pada pasien). Bukan terlalu banyak masalah keuangan, tetapi lebih banyak masalah keluarga dan kesehatan mental," tutur Dr. See

    Keluarga perlu menjadi tempat yang aman

    Dr. See kemudian menceritakan salah satu pasien yang telah didampinginya selama 11 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, pasien hidup di tengah tekanan akibat suami yang berselingkuh dan anak yang mengalami gangguan kesehatan mental.

    Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bagaimana stres kronis dapat terus menguras kondisi fisik maupun emosional seseorang. Oleh karena itu, keluarga seharusnya menjadi tempat untuk saling menguatkan, bukan justru menambah tekanan.

    Ia menilai banyak orang dari Generasi X dan sebagian milenial tumbuh dengan kebiasaan mengutamakan kebutuhan semua orang di sekitarnya, tetapi melupakan dirinya sendiri.

    Dukungan sederhana, seperti memberi ruang bagi orangtua untuk beristirahat atau memastikan mereka tidak memikul semua beban sendirian, dapat membantu pasien terus bertahan.

    Menemani juga merupakan bentuk perawatan

    Bagi Dr. See, perasaan didengar dan ditemani selama menjalani pengobatan juga dibutuhkan oleh pasien kanker, bukan terapi medis saja.

    Ia memaparkan, sebagian besar pasien justru tidak mengingat detail obat yang diberikan selama masa pengobatan. Namun, yang mereka ingat adalah bagaimana mereka diperlakukan selama proses tersebut.

    "Sebagai dokter, saya melihat bahwa mereka tidak selalu ingat nama obat atau jenis terapi. Yang mereka ingat adalah apakah mereka merasa didengar, apakah mereka merasa ditemani, apakah mereka merasa diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar diagnosis," tulis Dr. See dalam refleksi pribadinya.

    Dalam perjalanan melawan kanker, dukungan keluarga dan komunitas menjadi bagian penting yang membantu pasien untuk tetap merasa memiliki harapan dan kualitas hidup yang baik.

    • Sebelumnya: Ada Konser Akbar di Monas, 13 KA Keberangkatan Gambir Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara
    • Selanjutnya: Salut! Siswa SD di Boyolali Temukan Celah Keamanan di Situs NASA

      Artikel Terkait

      • ASN di Ende Terancam Tak Gajian Mulai Juli 2026 jika Pajak Belum Lunas
      • Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng
      • 12 Contoh Jawaban Cara Menerapkan Inspirasi untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi PMM
      • Nama Anggota AAA Clan Makin Terkenal, Reza Arap: Gue Tidak Pernah Bisa Jalan Sendiri
      • Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China
      • Menkum Buka Suara soal Tarif Baru Naturalisasi dan Lepas Status WNI
      • Haul Pangeran Diponegoro, Wamensos Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan
      • Pakar Nilai Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Calon Belum Diperiksa
      • BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang pada 20 Juli 2026
      • Bakal Periksa Bobby Rizaldi, KPK Pastikan Kerja Sama dengan BPK Tak Terganggu

        Lihat Sekilas

      • Dokter Ungkap Olahraga Bantu Bersihkan Otak dari Limbah, Ini Penjelasannya
      • Panas Membara, Italia Umumkan Status Merah di 15 kota
      • Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara
      • Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak
      • Futurismo: Saat Industri Memilih Sendiri "Champion"
      • Hanya 10 Jam, Polisi Tangkap Anak Angkat dan Kekasihnya yang Bunuh Pria di Nganjuk
      • Wagub Rano Nonton Final Piala Dunia Bareng Warga Jakarta di Lapangan Banteng
      • Kekeringan Landa Cigudeg Bogor, Ribuan Warga hingga Puskesmas Krisis Air Bersih
      • Trump: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi, Tanpa Meksiko-Kanada
      • Temui Massa Mahasiswa, Plt Warek UINSA: Penunjukan Rektor Kewenangan Menag
      • Copyright © 2026 Powered by Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker,Vista Notebook   sitemap