Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan

    Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan

    Waktu: 2026-09-12 18:18:17 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Upaya pencarian terhadap Femas Yani Arianto (22), seorang pemuda asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang kabur saat mengikuti program wisata (open trip) di Korea Selatan, terus bergulir.

    Pihak agensi perjalanan yang memberangkatkannya kini menempuh cara tidak biasa demi mendapatkan informasi keberadaan pemuda tersebut.

    Agen perjalanan Berani Backpacker secara resmi menggelar sebuah sayembara berhadiah menarik bagi masyarakat luas. Pihak travel agent menyiapkan hadiah berupa paket liburan  bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi valid terkait keberadaan Femas di Korea Selatan.

    Pemilik agensi travel Berani Backpacker, Dhani, mengonfirmasi langsung bahwa sayembara cari orang hilang ini benar-benar valid dan sedang berjalan sebagai bagian dari langkah alternatif pelacakan peserta tur mereka.

    "Benar sayembara dan masih berlaku bagi siapa saja yang menemukan Femas," kata Dhani saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/7/2026) malam.

    Hadiah Liburan Gratis atau Uang Tunai

    Demi menarik atensi publik dan mempercepat proses pencarian, pihak agensi tidak main-main dalam menyiapkan apresiasi. Dhani mengungkapkan bahwa hadiah yang disiapkan adalah paket wisata internasional untuk satu keluarga.

    "Hadiah yang disiapkan berupa paket liburan untuk satu keluarga," tutur Dhani.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hadiah liburan gratis tersebut berlaku untuk kapasitas maksimal empat anggota keluarga. Jika pemenang sayembara memiliki jumlah anggota keluarga yang lebih banyak, maka kuota yang diberangkatkan tetap dibatasi maksimal empat orang.

    Selain opsi perjalanan wisata ke Singapura dan Malaysia, pihak Berani Backpacker juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang berhasil menemukan Femas. Apabila pemenang tidak mengambil paket wisata, hadiah sayembara tersebut dapat ditukarkan dalam bentuk lain.

    "Bisa juga diganti dengan uang tunai," tambah Dhani.

    Kronologi Kaburnya Peserta Tur Asal Madiun

    Kasus hilangnya pemuda asal Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ini mendadak viral di berbagai platform media sosial. Sebelumnya, netizen ramai memperbincangkan kasus ini lewat akun Threads @sarjanabackpacker yang terafiliasi dengan agensi perjalanan tersebut.

    Dhani membeberkan bahwa Femas yang tergabung dalam rombongan wisata berisi 27 orang tersebut, sengaja memisahkan diri sejak hari pertama mendarat di Negeri Gingseng. Pemuda 22 tahun itu menghilang saat rombongan berada di kawasan Myeongdong, Seoul.

    "Pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan tanpa pemberitahuan kepada Tour Leader maupun Tour Guide," ujar Dhani kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

    Hingga batas waktu berkumpul yang disepakati, Femas tak kunjung kembali ke hadapan rombongan dan memutus semua saluran komunikasi normal. Pihak Tour Leader di lapangan langsung berupaya melakukan panggilan telepon dan mengirim pesan teks secara intensif agar Femas kembali, namun tidak mendapatkan respons positif.

    Sudah Dinyatakan "Overstay" dan Dilaporkan ke Imigrasi

    Lantaran iktikad baik tidak kunjung ditunjukkan oleh peserta yang bersangkutan, pihak Berani Backpacker langsung mengambil langkah administratif dan hukum di Korea Selatan.

    "Karena peserta tetap tidak memberikan respons dan tidak kembali ke rombongan, Tour Guide melakukan pelaporan kepada instansi pemerintah dan imigrasi setempat sebagai bentuk pemberitahuan resmi mengenai peserta yang meninggalkan rombongan," jelas Dhani.

    Pihak travel sempat mencoba membuat laporan resmi ke kepolisian setempat di Seoul, namun terganjal kendala prosedur hukum wilayah setempat sehingga belum dapat diterima.

    Saat ini, 26 peserta tur lainnya dipastikan telah kembali ke Indonesia dengan selamat, menyisakan Femas sendirian di Korea Selatan. Mengingat masa berlaku visa Femas telah habis antara tanggal 12 hingga 13 Juli 2026, status pemuda asal Madiun tersebut kini dipastikan telah melebihi izin tinggal atau overstay.

    Kepergian Femas ke luar negeri dan keputusannya untuk kabur menyisakan syok berat bagi pihak keluarga di Madiun. Pasalnya, saat hendak berangkat, Femas hanya berpamitan kepada orangtuanya untuk pergi menuju Surabaya, bukan ke Korea Selatan.

    • Sebelumnya: Polisi Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Timah Ilegal, Disamarkan sebagai Ikan Asin
    • Selanjutnya: Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Lama

      Artikel Terkait

      • Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas
      • Evakuasi Belum Selesai, Longsor di China Keburu Timbun Warga yang Belum Mengungsi
      • Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
      • Segini Banyak Hadiah Uang untuk Juara Piala Dunia 2026
      • Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu
      • Rundown Konser Afgan di JCC Senayan Hari Ini
      • Blue Bird Gandeng Innova Zenix Hybrid, Angkat Bicara Soal Kritik
      • Momen Waterloo Mbappe dan Perancis di Piala Dunia 2026 
      • Pascaledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Akan Jalani Sisa Pendidikan di Sekolah Lain
      • Terbantu Harga Solar Rp 15.000, Nelayan: 70 Persen Pengeluaran Habis untuk BBM

        Lihat Sekilas

      • Dedi Mulyadi Minta Wacana SPP di SMA dan SMK Negeri Dikaji Dulu, Ingatkan Optimalkan Dana BOS
      • The Odyssey Tayang dalam Format Berbeda, Apa Beda Dolby, IMAX dan 70mm?
      • Piala Presiden 2026: Sarana Adaptasi Persib Bandung Jelang ACL 2
      • Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat
      • Kepala Daerah Belajar ke Singapura: Efisiensi Dipertanyakan
      • Tumina dan Harapan Lansia Jember Akan Dokter yang Datang ke Rumah
      • Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin
      • SPP SMA/SMK Negeri Diusulkan Aktif Lagi di Jabar, Terapkan Skema Bertingkat, Ini Alasannya
      • Komdigi Temukan Modus Kecurangan Registrasi Kartu SIM Biometrik
      • Mobil Tahanan Disiagakan Dekat Lokasi Demo Mahasiswa, Polisi: Antisipasi Penyusup
      • Copyright © 2026 Powered by Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan,Vista Notebook   sitemap