Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung

    Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung

    Waktu: 2026-09-12 18:19:01 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Pembelajaran dari Kasus Tanjung Mas dan Sayung

    Yusmanto mengingatkan rekam jejak pembangunan infrastruktur penahan rob sebelumnya. Ketika kawasan Tanjung Mas Semarang dibangun benteng tanggul laut, dampak banjir rob justru bergeser memapar wilayah Sayung, Demak.

    Kini, ia khawatir apabila wilayah Sayung dipasangi Tol Semarang-Demak sebagai benteng tanggul laut baru, hantaman gelombang rob akan kembali bergeser semakin jauh ke sisi timur.

    Dampak pergeseran abrasi dan rob ini dinilainya sangat masif hingga mengubah peta daratan. Berdasarkan pemetaan Bappeda Jateng, garis pantai di kawasan tersebut telah mengalami kemunduran tajam jika dibandingkan dengan kondisi pada dekade sebelumnya.

    “Itu hilangnya sudah hampir 6 kilo dari garis pantai bila dibandingkan 2013,” beber Yusmanto.

    Oleh karena itu, ia meyakini bahwa konstruksi perlindungan pesisir pantai tidak boleh berhenti di kawasan Semarang-Demak saja, melainkan harus terkoneksi dan berlanjut ke wilayah timur guna mencegah efek domino pergeseran dampak rob.

    Karakteristik Berbeda, Pekalongan dan Tegal Jadi Prioritas Berikutnya

    Selain koridor Semarang-Demak, Yusmanto menyebut kawasan Pekalongan menjadi skala prioritas penanganan berikutnya. Area Kota dan Kabupaten Pekalongan kini menghadapi ancaman rob kritis yang kian membahayakan urat nadi jalan nasional Pantura.

    Setelah Pekalongan, wilayah Tegal menempati urutan prioritas selanjutnya. Namun, Yusmanto menekankan bahwa penanganan infrastruktur di tiap-tiap daerah tidak bisa diseragamkan menggunakan satu desain mekanis yang sama, mengingat karakteristik gelombang pantai dan kekuatan struktur tanah lokal berbeda-beda.

    "Kalau misalkan di Semarang mungkin ada Giant Sea Wall karena dia sudah parah. Kalau di Tegal karena ada pelabuhan niaga dan pelabuhan perikanan, yang cocok mungkin tanggul laut," ujar Yusmanto.

    Ia menambahkan, strategi penyelamatan Pantura Jawa Tengah harus dieksekusi secara bertahap berdasarkan skala urgensi dampak serta nilai potensi ekonomi wilayah yang terancam.

    Sebagai informasi, mega proyek Giant Sea Wall menjadi agenda prioritas pemerintah pusat yang nantinya bakal dikelola oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (BOPPJ) sepanjang 575 kilometer di jalur pantura Jawa.

    Rencananya, proses peletakan batu pertama (groundbreaking) bakal dilaksanakan pada Oktober 2026 mendatang. Kendati demikian, pihak Bappeda Jateng mengaku hingga saat ini belum menerima rancangan desain teknis final mengenai detail proyek tersebut dari pusat.

    “Kalau Giant Sea World, ini rencananya akan ground breaking-nya bulan Oktober. Itu aja konstruksi bentuknya seperti apa, kemudian titiknya di mana, sejauh mana ini juga belum dapat kepastian berapa kilometernya,” tutur Yusmanto mengakhiri keterangannya.

    • Sebelumnya: Kakek Tercebur Sumur di Ciseeng Bogor, Keluarga Panik-Lapor Damkar
    • Selanjutnya: Riset Terbaru BRIN Ungkap Tata Kota Majapahit di Trowulan

      Artikel Terkait

      • Iran Wanti-wanti AS: Anda Tak Bisa Mengancam Kami, Ini Bukan Venezuela!
      • Filipina Buka Pusat Pelatihan Eksorsisme Pertama di Asia, Libatkan Psikolog dan Ahli Saraf
      • The Neighbourhood Buka Konser Lewat “Hula Girl”, Langsung Disambut Teriakan Penonton
      • Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
      • Di Lanud Malang, Prabowo Resmikan Panen Raya Serentak 43 Titik Se-Indonesia
      • 3.000 Orang Bakal Ramaikan Merdeka Night Run di IKN
      • Tak Terima Ditegur Usai Terobos Palang, 3 Pria Keroyok Penjaga Perlintasan KA
      • Mengenal Antonela Roccuzzo, Istri Messi yang Jadi Sorotan Jelang Final Piala Dunia 2026
      • Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok
      • Piala Dunia Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

        Lihat Sekilas

      • Waka BGN Ungkap Prabowo Minta Seluruh Menteri Terkait Bantu Benahi MBG
      • Wanita di Bekasi Sempat Cekcok dengan Pacar Sebelum Disekap
      • Diduga Gondol Motor Trail Honda CRF, Pria di Mamuju Kabur ke Hutan dan Tinggalkan Kendaraan Curian
      • Lihat IG Pramono, Warga Langsung Bawa Kucing Sakit ke Klinik Hewan Keliling
      • Jelang Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Rodri: Saya di Sini untuk Menang
      • Viral Kepala SPPG di Lampung Pamer Tumpukan Uang, KPPG Minta Klarifikasi
      • Lalin di Sejumlah Ruas Jalan Arteri Jakarta Macet
      • Saat Nyawa Ojol Jadi Taruhan, Terpaksa Terima Pesanan Antar Kulkas hingga Kasur
      • Pasca-ledakan Gudang Amunisi Madiun, RSUD Caruban Dijaga Ketat dan Akses Publik Dibatasi
      • Tips Merawat Janda Bolong agar Tumbuh Subur, Pemula Wajib Tahu
      • Copyright © 2026 Powered by Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung,Vista Notebook   sitemap