Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

    Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

    Waktu: 2026-09-12 18:19:29 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    KOMPAS.com – Ketika perhatian dunia tertuju pada duel Spanyol melawan Argentina di final Piala Dunia 2026 pada 20 Juli 2026, pemenang terbesar dari sisi bisnis justru bukan negara yang mengangkat trofi.

    Di balik gemerlap turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, FIFA diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 269 triliun (asumsi kurs Rp 17.944 per dollar AS), rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Angka tersebut jauh melampaui proyeksi awal sekitar 11 miliar dollar AS.

    Besarnya pendapatan itu berasal dari berbagai sumber, mulai dari hak siar televisi, sponsor global, penjualan tiket, paket hospitality, hingga lisensi dan merchandise.

    Hak siar masih menjadi mesin uang terbesar

    Meski harga tiket final Piala Dunia menjadi sorotan karena menembus puluhan ribu dollar AS di pasar penjualan kembali, sumber pendapatan terbesar FIFA tetap berasal dari penjualan hak siar televisi.

    Dalam dokumen anggaran FIFA untuk siklus Piala Dunia 2023–2026, hak siar menyumbang sekitar 44 persen dari total pendapatan organisasi.

    Posisi berikutnya ditempati penjualan tiket dan paket hospitality sekitar 34 persen, disusul sponsor serta hak pemasaran sekitar 20 persen, sedangkan sisanya berasal dari lisensi dan sumber pendapatan lainnya.

    Hak siar Piala Dunia dijual ke ratusan penyiar di berbagai negara dan menjadi tulang punggung bisnis FIFA setiap empat tahun sekali.

    Sponsor global ikut menikmati berkah

    Selain hak siar, FIFA juga memperoleh pemasukan besar dari sponsor global yang memanfaatkan Piala Dunia sebagai panggung promosi terbesar di dunia.

    Sejumlah perusahaan multinasional seperti Adidas, Coca-Cola, Visa, Qatar Airways, Hyundai-Kia, Lenovo, Hisense, hingga Airbnb menjadi bagian dari jaringan sponsor resmi turnamen. Nilai kontrak sponsor terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pertandingan menjadi 104 laga dan meluasnya jangkauan penonton global.

    Tiket dan hospitality ikut mendongkrak pendapatan

    Piala Dunia 2026 juga mencatat lonjakan pendapatan dari penjualan tiket dan paket hospitality.

    Untuk laga final Spanyol melawan Argentina, tiket di pasar penjualan kembali resmi FIFA sempat ditawarkan mulai sekitar 6.411 dollar AS, sementara kursi VIP mencapai hampir 60.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,08 miliar.

    Menurut laporan terbaru, tingginya transaksi di platform resmi turut meningkatkan pendapatan FIFA karena organisasi tersebut memperoleh komisi dari transaksi penjualan kembali tiket melalui kanal resminya.

    Merchandise ikut menjadi sumber cuan

    Selain tiket, FIFA juga memperoleh pendapatan dari penjualan merchandise resmi dan lisensi produk.

    Pendapatan ini berasal dari penjualan jersey, bola resmi pertandingan, produk koleksi, gim, hingga berbagai barang berlisensi FIFA yang dipasarkan secara global selama turnamen berlangsung.

    Hadiah juara hanya sebagian kecil

    Besarnya pendapatan FIFA kontras dengan hadiah yang diterima peserta turnamen.

    Juara Piala Dunia 2026 akan memperoleh hadiah 50 juta dollar AS, sedangkan total hadiah berbasis performa yang dibagikan kepada 48 negara peserta mencapai 655 juta dollar AS. Di luar itu, setiap tim peserta juga menerima dana partisipasi dan persiapan sesuai skema distribusi FIFA.

    Dengan demikian, hadiah untuk tim juara hanya setara sekitar 0,3 persen dari total pendapatan FIFA yang diperkirakan mencapai 15 miliar dollar AS atau setara Rp 269 triliun.

    Besarnya selisih tersebut menunjukkan dalam industri sepak bola modern, nilai ekonomi terbesar bukan hanya berasal dari perebutan gelar juara, melainkan dari ekosistem bisnis yang mengelilinginya.

    Hak siar, sponsor, tiket, hospitality, dan lisensi kini menjadi mesin utama yang menjadikan Piala Dunia sebagai salah satu ajang olahraga paling menguntungkan di dunia.

    • Sebelumnya: Komparasi Motor Listrik Rp 25 Jutaan: VinFast Viper Vs Emotor Sprinto
    • Selanjutnya: Influencer Kontroversial Andrew Tate dan Tristan Ditangkap di AS

      Artikel Terkait

      • Prabowo Mau Bangun 12 Kota Satelit Baru, Satu Kota Luasnya 200 Hektar
      • 20 Negara dengan Kekayaan Rata-rata Penduduk Tertinggi, Ada Tetangga Indonesia
      • Program PHINLA Ubah 283 Ton Sampah Jadi Sumber Pendapatan Warga Jakarta
      • BYD M6 DM Catat Efisiensi Lebih dari 81 KM per Liter di Jalur Surabaya-Prigen, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM
      • 6 Maskapai Ajukan Rute Baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung
      • Luis de la Fuente Meraba Duel Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
      • "Jangan Pernah Mendaki Hanya demi Konten" Ini Tips Aman Naik Gunung agar Pulang Selamat
      • ABK Kapal Tanker MT Alejandro Dievakuasi Darurat di Pangkalbalam, Alami Sesak Napas Saat Berlayar
      • Kota Ini Catat 0 Korban Tewas Akibat Kecelakaan dalam Setahun, Apa Rahasianya?
      • Polisi Sita 19 Barang Bukti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Ada 3 Bom Aktif Dimusnahkan

        Lihat Sekilas

      • 4 Pelaku Penculikan Kacab Bank Ilham Divonis 8 Tahun Penjara
      • Belajar dari Kasus Bom MAN 3 Padang, Ini Bedanya Candaan dan "Bullying" Menurut Pakar
      • Rekrutmen Tamtama TNI AL 2026 Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar
      • Ramai-ramai Anggota DPR Cecar WTP untuk BGN Era Dadan: Dibikin-bikin?
      • 20 Tahun ke Depan, Laut Indonesia Terancam Kian Tercemar
      • Kata Pengacara soal Don Ritto: Pakai Rumah Sentul hingga Simpan Emas 74 Kg
      • Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai
      • Gugur Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, Serda Hengki Pernah 15 Tahun Tugas di Timika
      • Jenazah Turis China Masih Tertahan di Labuan Bajo, Tunggu Keluarga Datang ke Indonesia
      • Pengasuh Ponpes di Wonogiri Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Modus Janjikan Sekolah Kedinasan
      • Copyright © 2026 Powered by Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026,Vista Notebook   sitemap