Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

    Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026

    Waktu: 2026-07-29 16:24:47 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    KOMPAS.com – Ketika perhatian dunia tertuju pada duel Spanyol melawan Argentina di final Piala Dunia 2026 pada 20 Juli 2026, pemenang terbesar dari sisi bisnis justru bukan negara yang mengangkat trofi.

    Di balik gemerlap turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, FIFA diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 269 triliun (asumsi kurs Rp 17.944 per dollar AS), rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Angka tersebut jauh melampaui proyeksi awal sekitar 11 miliar dollar AS.

    Besarnya pendapatan itu berasal dari berbagai sumber, mulai dari hak siar televisi, sponsor global, penjualan tiket, paket hospitality, hingga lisensi dan merchandise.

    Hak siar masih menjadi mesin uang terbesar

    Meski harga tiket final Piala Dunia menjadi sorotan karena menembus puluhan ribu dollar AS di pasar penjualan kembali, sumber pendapatan terbesar FIFA tetap berasal dari penjualan hak siar televisi.

    Dalam dokumen anggaran FIFA untuk siklus Piala Dunia 2023–2026, hak siar menyumbang sekitar 44 persen dari total pendapatan organisasi.

    Posisi berikutnya ditempati penjualan tiket dan paket hospitality sekitar 34 persen, disusul sponsor serta hak pemasaran sekitar 20 persen, sedangkan sisanya berasal dari lisensi dan sumber pendapatan lainnya.

    Hak siar Piala Dunia dijual ke ratusan penyiar di berbagai negara dan menjadi tulang punggung bisnis FIFA setiap empat tahun sekali.

    Sponsor global ikut menikmati berkah

    Selain hak siar, FIFA juga memperoleh pemasukan besar dari sponsor global yang memanfaatkan Piala Dunia sebagai panggung promosi terbesar di dunia.

    Sejumlah perusahaan multinasional seperti Adidas, Coca-Cola, Visa, Qatar Airways, Hyundai-Kia, Lenovo, Hisense, hingga Airbnb menjadi bagian dari jaringan sponsor resmi turnamen. Nilai kontrak sponsor terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pertandingan menjadi 104 laga dan meluasnya jangkauan penonton global.

    Tiket dan hospitality ikut mendongkrak pendapatan

    Piala Dunia 2026 juga mencatat lonjakan pendapatan dari penjualan tiket dan paket hospitality.

    Untuk laga final Spanyol melawan Argentina, tiket di pasar penjualan kembali resmi FIFA sempat ditawarkan mulai sekitar 6.411 dollar AS, sementara kursi VIP mencapai hampir 60.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,08 miliar.

    Menurut laporan terbaru, tingginya transaksi di platform resmi turut meningkatkan pendapatan FIFA karena organisasi tersebut memperoleh komisi dari transaksi penjualan kembali tiket melalui kanal resminya.

    Merchandise ikut menjadi sumber cuan

    Selain tiket, FIFA juga memperoleh pendapatan dari penjualan merchandise resmi dan lisensi produk.

    Pendapatan ini berasal dari penjualan jersey, bola resmi pertandingan, produk koleksi, gim, hingga berbagai barang berlisensi FIFA yang dipasarkan secara global selama turnamen berlangsung.

    Hadiah juara hanya sebagian kecil

    Besarnya pendapatan FIFA kontras dengan hadiah yang diterima peserta turnamen.

    Juara Piala Dunia 2026 akan memperoleh hadiah 50 juta dollar AS, sedangkan total hadiah berbasis performa yang dibagikan kepada 48 negara peserta mencapai 655 juta dollar AS. Di luar itu, setiap tim peserta juga menerima dana partisipasi dan persiapan sesuai skema distribusi FIFA.

    Dengan demikian, hadiah untuk tim juara hanya setara sekitar 0,3 persen dari total pendapatan FIFA yang diperkirakan mencapai 15 miliar dollar AS atau setara Rp 269 triliun.

    Besarnya selisih tersebut menunjukkan dalam industri sepak bola modern, nilai ekonomi terbesar bukan hanya berasal dari perebutan gelar juara, melainkan dari ekosistem bisnis yang mengelilinginya.

    Hak siar, sponsor, tiket, hospitality, dan lisensi kini menjadi mesin utama yang menjadikan Piala Dunia sebagai salah satu ajang olahraga paling menguntungkan di dunia.

    • Sebelumnya: Jaga Inflasi Terkendali, Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan & Distribusi
    • Selanjutnya: Timnas Argentina di Ambang Sanksi Imbas Kibarkan Spanduk Las Malvinas

      Artikel Terkait

      • Iran Akui Serang 2 Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz
      • Dua Penumpang Mobil yang Ditabrak Kereta di Lampung Meninggal Dunia
      • Kementrans Raih Opini WTP, Mentrans Iftitah: Uang Rakyat Harus Dikelola dengan Benar
      • Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan
      • Revitalisasi Keraton Solo Sasar Museum: Penataan Ruang Pamer Dibuat Berstandar Internasional
      • Pedagang: Banyak Warga Medan Hanya Mampu Beli Beras SPHP Eceran
      • Meski Jumlah Loyalis Berkurang, Pendukung Tetap Optimistis Sudewo Bebas dan Kembali Jadi Bupati Pati
      • Rundown Hari Pertama Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026, Ada Tahiti 80
      • Kisah Awal Pertemuan Messi dan Lamine Yamal Sebelum Final Piala Dunia 2026
      • Demo Tuntut Penurunan Plt Rektor UINSA, Mahasiswa Bakar Ban dan Jas Almamater

        Lihat Sekilas

      • Punya Model Hybrid, Mitsubishi Tambah Target Penjualan XForce
      • Promo Alfamart 21 Juli 2026, Produk Perawatan Bayi Diskon hingga 40 Persen
      • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik di Jakpus, Ponselnya Terdeteksi di Jakut
      • Polisi Bakal Panggil Penyanyi Icha Chellow-Mala Agatha, Buntut Laporan Lagu Bermuatan Pornografi
      • Wagub Rano Nonton Final Piala Dunia Bareng Warga Jakarta di Lapangan Banteng
      • 5 Shio Paling Pintar Menurut Astrologi Tiongkok, Ada Kamu?
      • Statistik Inggris di Piala Dunia 2026: Ukir Sejarah Meski Tak Juara
      • Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
      • Belajar Coding Otodidak, Bocah SD Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA
      • 3 Kondisi yang Memperbolehkan Ganti Foto KTP-el, Apa Saja?
      • Copyright © 2026 Powered by Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026,Vista Notebook   sitemap