Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Teknologi >Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo

    Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo

    Waktu: 2026-07-29 16:18:34 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Kepri, salah seorang pedagang buah di sekitar kawasan wisata Telaga Ngebel, membenarkan bahwa intensitas turunnya satwa liar tersebut meningkat drastis seiring dengan semakin teriknya musim kemarau yang membakar vegetasi hutan.

    "Kalau pasokan makanan di atas gunung sudah habis, mereka pasti langsung turun ke bawah. Ini kan efek kemarau panjang, di hutan sana buah-buahan liar sudah tidak ada lagi, makanya mereka terpaksa turun ke wilayah Ngebel ini," kata Kepri, Kamis (16/7/2026).

    Pedagang Pasar Ngebel Harus Ekstra Menjaga Lapak Dagangan

    Lebih lanjut, Kepri memaparkan bahwa kehadiran kawanan monyet ini tersebar merata di sepanjang jalur utama yang mengelilingi Telaga Ngebel. Namun, titik kumpul paling padat dan disukai oleh primata cerdas ini berada di area Pasar Ngebel, tempat di mana perputaran logistik pangan berada.

    Kehadiran ratusan monyet yang kelaparan ini tak pelak membuat para pedagang lokal, khususnya pedagang komoditas basah seperti buah dan sayur, dilingkupi rasa cemas. Karakter monyet yang gesit terkadang membuat barang dagangan mereka rawan dijarah.

    "Mereka munculnya bergerombol, banyak sekali kalau dihitung bisa lebih dari ratusan ekor. Kadang kalau ada buah yang dipajang langsung direbut atau diambil begitu saja. Saya sebagai pedagang buah tentu ada rasa takut, makanya sekarang menyiasatinya dengan cara ditutupi kain atau terpal rapat-rapat," keluh Kepri.

    Warga Menyebut Fenomena Tahunan dan Belum Ada Serangan

    Kendati jumlahnya dinilai sangat masif hingga sempat menggegerkan warganet di media sosial, warga setempat lainnya, Kasno, menilai fenomena ini merupakan siklus alamiah tahunan yang kerap terjadi setiap kali Kabupaten Ponorogo memasuki puncak musim kering.

    Menurut pengamatannya, sejauh ini kawanan monyet ekor panjang tersebut murni bergerak hanya didorong oleh rasa lapar dan belum menunjukkan indikasi perilaku destruktif yang membahayakan keselamatan jiwa manusia.

    "Fenomena ini memang rutin terjadi setiap hari kalau sudah masuk kemarau, mas. Mereka turun karena lapar saja. Tapi alhamdulillah sejauh ini gerombolan monyet tersebut tidak terlalu bertindak ekstrem atau mengganggu aktivitas jual beli para pedagang secara berlebihan," pungkas Kasno.

    Meski terbilang masih relatif aman dan kondusif, pihak pengelola wisata setempat tetap mengimbau para pelancong maupun masyarakat yang melintas di sekitar jalur Telaga Ngebel untuk senantiasa waspada.

    Pengunjung disarankan untuk tidak membawa kantong plastik berisi makanan secara mencolok serta dilarang keras menggoda kawanan satwa tersebut agar tidak memicu respons agresif defensif dari pemimpin koloni monyet.

    Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kemarau Melanda, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar dan Permukiman di Telaga Ngebel Ponorogo

    • Sebelumnya: Penampakan Rumah Warga di Depok Usai Diteror Tetangga, Pagar Rusak
    • Selanjutnya: Cara Daftar Sekolah Kedinasan, Sinyal Dibuka Juli 2026

      Artikel Terkait

      • Menolak Lupa ala Argentina dan Pengalaman Indonesia
      • Polisi Ungkap Tersangka Sempat Bertanya ke AI Usai Buat ASN BPN Nias Tewas Jatuh dari Apartemen Medan
      • Pemuda Madiun Kabur Saat Tur Korsel, Ibunda Ditagih Rp 50 Juta
      • Ada Dugaan Motif Pembunuhan Dalam Temuan Kerangka Manusia di Sukabumi, Polisi Bekuk Terduga Pelaku
      • Kemenhaj Siapkan Payung Hukum Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah
      • Jadwal KRL Jogja-Solo pada 21, 22, dan 23 Juli 2026, Lengkap dari Tugu ke Palur
      • 14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih
      • Cek Daftar Harga BBM Hari Ini 21 Juli 2026 di SPBU Pertamina Se-Indonesia
      • Intelijen Endus Ancaman Rusia, Negara NATO Ini Mendadak Siaga
      • Jadwal KRL Jogja-Solo pada 21, 22, dan 23 Juli 2026, Lengkap dari Tugu ke Palur

        Lihat Sekilas

      • Alibaba Pamer Qwen3.8 Max, AI 2,4 Triliun Parameter yang Diklaim Dekati Claude Fable 5
      • Hakim: Roy Suryo Salahgunakan Praperadilan untuk Tunda Sidang Pokok Perkara
      • Curhat Penyandang Disabilitas Berburu Job Fair di Yogyakarta: Lolos Tes, Dicoret Saat Interview
      • Haul Pangeran Diponegoro, Wamensos Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan
      • Viral Pria di Tangerang Tusuk-tusuk Orang Random, Pelaku Ditangkap
      • Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi, Pemadaman Terkendala Macet
      • Kurang dari 6 Jam, Tim Macan Linggau Tangkap Pelaku Pembakaran 11 Rumah
      • Waka BGN Ogah Ungkap Harga Motor Listrik di Rapat DPR: Materi Penyidikan
      • Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
      • Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak
      • Copyright © 2026 Powered by Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo,Vista Notebook   sitemap