Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan

    115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan

    Waktu: 2026-09-12 18:18:37 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah , kedatangan 115 warga binaan atau narapidana . Ratusan napi ini berstatus risiko tinggi atau high risk berdasarkan hasil asesmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan jajaran Sulawesi Selatan dan Jawa Timur .

    Berdasarkan keterangan Ditjenpas Kemenimipas, Senin , 79 napi asal Sulsel dan 36 napi asal Jatim dipindahkan untuk menjaga stabilitas keamanan di lapas asal. Ditjenpas mengambil Langkah ini sebagai strategi strategi penguatan sistem pengamanan dan pembinaan napi high risk.

    "Pemindahan warga binaan kategori high risk merupakan operasi pengamanan yang membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi yang kuat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Pengamanan dan Intelijen memimpin pelaksanaan kegiatan ini dengan dukungan penuh dari Kepolisian serta jajaran Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan terkait," ujar juru bicara Ditjenpas Kemenimipas, Rika Aprianti.

    Ratusan napi tersebut dikirim ke Nusakambangan dengan pengawalan Direktorat Pengamanan dan Intelijen , sebagai penanggung jawab operasi. Ditpamintel menggandeng Brimob Polri, Korlantas Polri untuk melancarkan proses pemindahan mulai dari persiapan, pengawalan, transit, hingga penempatan di Nusakambangan. Total ada 77 petugas pengamanan gabungan.

    "Kolaborasi ini menjadi kunci sehingga seluruh rangkaian pemindahan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan terkendali," sambung Rika.

    Sebanyak 79 napi asal Sulsel berangkat dari Lapas Kelas IIB Maros menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Jumat . Mereka menumpang KM DLU menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan transit sementara di Lapas Kelas I Surabaya.

    Kemudian Minggu , 36 napi high risk asal Jatim bergabung dengan rombongan tersebut. Mereka lalu menuju Nusakambangan melalui jalur darat.

    "Nusakambangan memiliki fungsi strategis sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi. Penempatan warga binaan high risk di Nusakambangan merupakan langkah untuk mengoptimalkan pengamanan sekaligus mendukung proses pembinaan yang lebih efektif sesuai dengan tingkat risiko masing-masing warga binaan," terang Rika.

    Sebanyak 115 napi akhirnya tiba di Pelabuhan Wijayapura, Cilacap, dini hari tadi, tepatnya pukul 01.20 WIB. Mereka melanjutkan penyeberangan ke Pelabuhan Sodong, Nusakambangan, dan tiba pukul 01.40 WIB di tujuan.

    "Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh lapas dan rutan di Indonesia," tutur Rika.

    Rika menegaskan pihaknya melakukan pemindahan secara terukur, dan berlanjut. Rika menyampaikan langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen pihaknya dalam membenahi sistem pemasyarakatan agar lebih baik dan berorientasi pada keamanan, pembinaan, serta perlindungan masyarakat.

    Lihat juga Video: Rezeki dari Balik Jeruji: Kisah Baru Nusakambangan

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
    • Selanjutnya: PDI-P Tunggu Jawaban BGN soal Kader Partainya yang Punya Dapur MBG

      Artikel Terkait

      • Edarkan Tembakau Sintetis via Medsos, 2 Mahasiswa di Jaksel Ditangkap
      • PAM JAYA Gelar Gathering Pekerja, Perkuat Sinergi dan Harmonisasi Internal
      • Pabrik Sandal Porto di Karanganyar Terbakar, Asap Hitam Membubung Tinggi
      • PPh 0 Persen di PFII Tetap Kena Aturan Pajak Global? Ini Kata Anak Buah Purbaya
      • Warga Blokade Akses ke SMAN 1 Labuhanratu Lampung karena Banyak Anak Sekitar Sekolah Tak Diterima
      • Legislator Soroti Usia Kapal Induk Hibah Italia 40 Tahun, Singgung Anggaran
      • Wamensos Bawa Pesan Prabowo ke Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat di Semarang
      • Lolos ke 8 Besar Japan Open 2026, Fajar/Fikri Siapkan Strategi Hadapi Wakil Inggris
      • Kecelakaan Beruntun di Jalan MT Haryono Jaksel, 4 Orang Terluka
      • Spesifikasi Kipas Angin Rp 11 Juta yang Ramai Disebut untuk Kopdes, Dipakai di Pabrik dan RS

        Lihat Sekilas

      • Viral Dipakai untuk Jerawat, Dokter Ungkap Fungsi Sebenarnya Cairan Infus di Klinik Kulit
      • Momen Menkeu Purbaya dan Gubernur DIY Sultan HB X Keliling Alkid Jajal Becak Listrik
      • 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Sempat Mengapung Pakai Gabus Bareng 3 Mayat
      • 1 Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 6 Alami Luka
      • Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat
      • FIFA Jual 4 Paket Rumput Final Piala Dunia 2026, Apa Saja Isinya?
      • Besok, Prabowo Akan Resmikan "Groundbreaking" Proyek Blok Masela
      • Pramono: Kalau Ada Lift Rusak, Segera Diperbaiki!
      • Barcelona Jadikan Bomber Al Nassr Opsi Cadangan jika Gagal Gaet Julian Alvarez
      • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik saat Acara Ultah Keluarga di Jakpus
      • Copyright © 2026 Powered by 115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan,Vista Notebook   sitemap