Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai

    Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai

    Waktu: 2026-07-29 17:11:33 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Akibatnya, guru maupun siswa harus pulang ke rumah ketika hendak menggunakan toilet.

    "Saya masuk ke sini memang sudah tidak ada (toilet). Saya masuk tahun 2023. Toilet sudah tidak berfungsi. Semuanya terpaksa pulang kalau apa-apa. Alhamdulillah sekarang sudah punya. Keadaannya memang belum bisa maksimal, tapi syukurlah bisa ditempati," kata Juwono kepada Kompas.com, Senin (20/7/2026).

    Menurut Juwono, pembangunan toilet dilakukan secara swadaya melalui iuran para guru.

    Sebagian biaya juga berasal dari hasil penjualan buah mangga yang dipanen dari pohon di lingkungan sekolah.

    Total dana yang digunakan untuk membangun toilet tersebut sekitar Rp 15 juta.

    Dua Ruang Kelas Dikosongkan

    Selain persoalan toilet, SD Negeri 1 Pandankrajan kini harus mengosongkan dua ruang kelas karena mengalami kerusakan pada bagian atap, plafon, dan dinding.

    Beberapa bagian plafon ambrol, sedangkan sejumlah titik tembok tampak lapuk dan mengelupas sehingga dinilai membahayakan apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

    Saat ini, sekolah hanya memanfaatkan empat ruang kelas yang masih layak digunakan sesuai jumlah rombongan belajar. Satu ruangan lainnya difungsikan sebagai ruang guru sekaligus ruang kepala sekolah.

    Juwono mengatakan pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan revitalisasi kepada pemerintah.

    "Kelasnya ada satu, dua, tiga, empat. Terus yang paling barat ada dua. Lalu WC satu. Jadi ada tujuh," ujarnya.

    Revitalisasi Diupayakan Tahun Depan

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amzar Ashari Siregar mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan revitalisasi SD Negeri 1 Pandankrajan, baik melalui APBD maupun bantuan dari pemerintah pusat.

    Namun, menurut dia, proses revitalisasi diperkirakan baru dapat direalisasikan pada tahun depan.

    "Bismillah niat kami sama-sama membantu pendidikan di Pandankrajan. Kondisi SD kami memang banyak yang perlu mendapat perhatian dan sudah kami usulkan ke kementerian. Mudah-mudahan mendapat perhatian dan kami kawal di kementerian," kata Amzar.

    • Sebelumnya: Tekanan Ban Truk 200 Psi: Ancaman Serius Bagi Pengendara Motor
    • Selanjutnya: Penambang Timah Diterkam Buaya Saat Pindahkan Ponton di Sungai Bangka

      Artikel Terkait

      • 3 Zodiak yang Diprediksi Beruntung pada 16 Juli 2026, Ada Virgo
      • Kabut Asap Bayangi Final Piala Dunia, Udara New York Sangat Tidak Sehat
      • "Smart Money" Cabut Rp 317 Miliar dari Saham RANS, JELI Rp 98 Miliar, Ada Apa?
      • Sopir Truk Diduga Microsleep, Picu Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di JORR
      • Ironi Sektor Konstruksi, Baru 629.622 Orang Pekerja Bersertifikat
      • Senyum Ibu Yurmina di Balik Dinding Rumah yang Kokoh Direnovasi Warga Binaan
      • Pigai Dorong Penyelesaian Konflik Adonara Lewat Pendekatan Budaya, Ini Alasannya
      • 2 Lokasi Wisata Dunia yang Minta Dihapus dari Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO
      • Bogor Diguyur Hujan Deras Setelah Berhari-hari Kering, Warga Senang
      • Wisatawan Batal Berfoto di Monumen Habibie-Ainun karena Kurang Terawat, Dinsos Parepare Janji Tindak Lanjuti

        Lihat Sekilas

      • Soundrenaline di M Bloc, Danilla Riyad: Lebih Intim
      • PayLater Bukan Uang Tambahan, Waspadai Risiko di Baliknya
      • Alasan Jamwas Jadi Plt Jampidsus agar Permudah Periksa Febrie Adriansyah
      • PDIP Surati BGN Minta Data Kader Terlibat Proyek MBG
      • Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah
      • Parlemen Israel Bubar, Netanyahu Terancam
      • Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tersangka
      • Jelang Final Piala Dunia, FIFA Dituding Membiarkan Kecurangan
      • Kondisi Kamar Ternyata Bisa Ungkap Kualitas Hubungan, Ini Kata Penelitian
      • Ibu Muhammad, Penjual Roti yang Putus Sekolah Akan Diberi Lapak di Lokbin Jakpus
      • Copyright © 2026 Powered by Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai,Vista Notebook   sitemap