Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak

    Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak

    Waktu: 2026-07-29 16:18:12 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Berdasarkan hasil koordinasi cepat dengan pihak sekolah, terungkap hanya ada 2 murid yang tercatat memiliki kebiasaan tidak biasa, yakni meminta izin pulang lebih awal setiap kali jam pelajaran sedang berlangsung.

    Untuk mendalami kondisi ekonomi mereka, DinsosP3AP2KB Kudus juga telah melakukan pengecekan data desil kemiskinan dari kedua keluarga murid tersebut.

    "Informasi pulang sebelum jam belajar itu selesai itu, hanya 2 orang, yang satu malah ini jarang sekolah. Ini nanti kami akan melakukan assessment dulu untuk keluarga, ini juga sudah dicek desil berapa," ungkap Winarno.

    Jaminan Pemenuhan Hak dan Kebutuhan Dasar Anak

    Winarno berjanji, apabila hasil asesmen di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak tersebut memang berasal dari keluarga kurang mampu yang terpaksa bekerja demi menyambung hidup, pemerintah akan segera turun tangan memberikan bantuan dan pendampingan khusus.

    Langkah intervensi sosial yang disiapkan salah satunya adalah mengupayakan program rehabilitasi sosial agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan dasar tidak terabaikan.

    "Kalau memang nanti ada bedah rehabsos masuk, nanti kami masuk biar apa, biar haknya anak ini biar belajar, belajar itu kan wajib, kebutuhan dasar anak umur 7 sampai 12 tahun," katanya.

    Dalam menjalankan proses asesmen keluarga tersebut, pihak dinas akan bekerja sama secara intensif dengan Pemerintah Desa Hadipolo guna memastikan data yang diperoleh akurat dan objektif.

    Stigma Sekolah Kampung Sosial dan Sepinya Pendaftar

    Isu mengenai murid yang diduga mengemis ini mencuat di tengah tekanan psikologis yang dihadapi SD 5 Hadipolo. Sekolah dasar negeri tersebut kini harus menanggung stigma negatif dari masyarakat sekitar sebagai "sekolah kampung sosial".

    Stigma ini muncul karena mayoritas murid yang bersekolah di sana merupakan anak-anak dari keluarga terdampak relokasi bantaran Kali Gelis yang kini bermukim di kawasan Desa Hadipolo. Akibat label miring tersebut, sekolah ini sepi peminat pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

    Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Solikhul Hadi, membenarkan bahwa label negatif tersebut sangat memengaruhi kondisi psikologis di lingkungan sekolahnya.

    "Untuk stigma itu memang kita dapat informasi dari masyarakat di sini sekolah kampung sosial. Di mana seluruh anak di sini itu memang dari kampung sosial yang orang-orang itu," kata Hadi saat ditemui di SD 5 Hadipolo, Rabu siang.

    Hadi juga mengonfirmasi adanya kebiasaan aneh beberapa murid yang kerap mendesak guru kelas agar diizinkan pulang lebih cepat sebelum kegiatan belajar mengajar usai tanpa alasan yang jelas.

    "Memang ada beberapa anak yang pulangnya agak siang itu sering protes, bu pulang, 'Mau ngapain?' ya ingin pulang," kata Hadi menceritakan kembali interaksi di dalam ruang kelas.

    • Sebelumnya: Demo di Jalan Medan Merdeka Selatan Selesai, Lalin Arah Gambir Normal Lagi
    • Selanjutnya: Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031

      Artikel Terkait

      • Pemerintah Sediakan KUR Rp 300 Triliun untuk UMKM, Sudah Tersalur Hampir 60 Persen
      • KPK Cecar Anggota BPK soal 'Pengaturan' Temuan Audit di Kasus Bupati Edison
      • Cerita Wartini Sekolah di Usia 55 Tahun demi Menemani Sang Anak Meraih Mimpi
      • Bupati Agam: Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi Akan Dibahas Lagi jika Ditolak Masyarakat
      • KPK Panggil Anggota BPK Bobby Terkait Kasus Bupati Muara Enim Pekan Ini
      • Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Ajukan Praperadilan Lagi, Protes Penggeledahan
      • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
      • Kebakaran Hebat Hanguskan Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi, Pemadaman Terkendala Macet
      • Pengunjung Nilai Konser Akbar Monas Jadi Sarana Kenalkan Budaya ke Anak
      • Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar

        Lihat Sekilas

      • Sidang Putusan 2 Terdakwa Culik-Bunuh Kacab Bank Ilham Ditunda 20 Juli
      • FIFA Jual Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026, mulai Rp 8 Juta
      • Viral Video Ban Truk Kontainer Meletus Terpental Timpa Pemotor di Surabaya, Begini Kronologinya
      • Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
      • Update Harga Toyota Avanza, Naik di Pertengahan Juli 2026
      • FDA Izinkan 20 Varian ZYN Dipasarkan dengan Klaim Risiko Rendah dari Rokok
      • Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Semua OPD Buka Hotline Aduan Warga
      • SD Negeri Sepi Peminat, Komisi X DPR Minta Tata Ulang Sebaran Sekolah
      • Hasil Semifinal Japan Open 2026: Fajar/Fikri Melaju ke Final
      • Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam
      • Copyright © 2026 Powered by Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak,Vista Notebook   sitemap