Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak

    Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak

    Waktu: 2026-09-12 17:41:10 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Berdasarkan hasil koordinasi cepat dengan pihak sekolah, terungkap hanya ada 2 murid yang tercatat memiliki kebiasaan tidak biasa, yakni meminta izin pulang lebih awal setiap kali jam pelajaran sedang berlangsung.

    Untuk mendalami kondisi ekonomi mereka, DinsosP3AP2KB Kudus juga telah melakukan pengecekan data desil kemiskinan dari kedua keluarga murid tersebut.

    "Informasi pulang sebelum jam belajar itu selesai itu, hanya 2 orang, yang satu malah ini jarang sekolah. Ini nanti kami akan melakukan assessment dulu untuk keluarga, ini juga sudah dicek desil berapa," ungkap Winarno.

    Jaminan Pemenuhan Hak dan Kebutuhan Dasar Anak

    Winarno berjanji, apabila hasil asesmen di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak tersebut memang berasal dari keluarga kurang mampu yang terpaksa bekerja demi menyambung hidup, pemerintah akan segera turun tangan memberikan bantuan dan pendampingan khusus.

    Langkah intervensi sosial yang disiapkan salah satunya adalah mengupayakan program rehabilitasi sosial agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan dasar tidak terabaikan.

    "Kalau memang nanti ada bedah rehabsos masuk, nanti kami masuk biar apa, biar haknya anak ini biar belajar, belajar itu kan wajib, kebutuhan dasar anak umur 7 sampai 12 tahun," katanya.

    Dalam menjalankan proses asesmen keluarga tersebut, pihak dinas akan bekerja sama secara intensif dengan Pemerintah Desa Hadipolo guna memastikan data yang diperoleh akurat dan objektif.

    Stigma Sekolah Kampung Sosial dan Sepinya Pendaftar

    Isu mengenai murid yang diduga mengemis ini mencuat di tengah tekanan psikologis yang dihadapi SD 5 Hadipolo. Sekolah dasar negeri tersebut kini harus menanggung stigma negatif dari masyarakat sekitar sebagai "sekolah kampung sosial".

    Stigma ini muncul karena mayoritas murid yang bersekolah di sana merupakan anak-anak dari keluarga terdampak relokasi bantaran Kali Gelis yang kini bermukim di kawasan Desa Hadipolo. Akibat label miring tersebut, sekolah ini sepi peminat pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

    Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Solikhul Hadi, membenarkan bahwa label negatif tersebut sangat memengaruhi kondisi psikologis di lingkungan sekolahnya.

    "Untuk stigma itu memang kita dapat informasi dari masyarakat di sini sekolah kampung sosial. Di mana seluruh anak di sini itu memang dari kampung sosial yang orang-orang itu," kata Hadi saat ditemui di SD 5 Hadipolo, Rabu siang.

    Hadi juga mengonfirmasi adanya kebiasaan aneh beberapa murid yang kerap mendesak guru kelas agar diizinkan pulang lebih cepat sebelum kegiatan belajar mengajar usai tanpa alasan yang jelas.

    "Memang ada beberapa anak yang pulangnya agak siang itu sering protes, bu pulang, 'Mau ngapain?' ya ingin pulang," kata Hadi menceritakan kembali interaksi di dalam ruang kelas.

    • Sebelumnya: Kena PHK akibat Ketiduran 2 Menit, Ibu Tunggal di Jepara Bangkit Buka Usaha Jahit dan Sembako
    • Selanjutnya: Saat Rumpon Jadi Penyelamat 5 Korban KM Nurul Salsa Usai 4 Hari Mengapung

      Artikel Terkait

      • Hadiri Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Sarwendah: Saya Bertekad Jaga Anak-anak
      • Kancil Masih Setia Mengaspal di Jakarta meski Ada MRT dan LRT
      • ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
      • Cara Tuchel Lepas Stres di Timnas Inggris, Bersepeda dan Makan Es Krim
      • Mal-mal Surabaya Dipagari Besi Tinggi, Pengelola: Murni Penataan
      • Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup
      • Melawan Kekeringan NTT, Pemerintah Bangun Irigasi Air Tanah Berbasis Panel Surya
      • Kejagung Siap Disupervisi KPK dalam Menangani Kasus Febrie Adriansyah
      • Christine Hakim jadi Caregiver Suami dan Ibu yang Sakit Jantung  
      • Sebulan di Meksiko, Rivera Kembali dengan Misi Baru di Persebaya

        Lihat Sekilas

      • Makin Tak Didukung Warga AS, Israel Gelontorkan Rp 897 M untuk Perbaiki Citra
      • Terjebak Konflik Antarwarga Saat Berkemah di Sekolah, Siswa SMPN 1 Adonara Timur Dievakuasi
      • Presiden Israel Blak-blakan Ingin Damai dengan Arab Saudi, Bawa-bawa Nama MBS
      • Futurismo: Saat Industri Memilih Sendiri "Champion"
      • Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
      • Viral Pijat India Sajikan Miras di Danau Sunter Jakut, Ternyata Cuma Konten
      • INFOGRAFIK: Hoaks Bansos PKH Senilai Rp 1,5 Juta dari Kemensos, Cek Faktanya!
      • Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung
      • Tampang Maling Sadis Pembunuh Driver Ojol Saat Tidur di Tangerang
      • Angels Victoria's Secret Akan Segera Turun ke Runway, Ini yang Dinanti
      • Copyright © 2026 Powered by Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak,Vista Notebook   sitemap