Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Wisata
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Polisi Bakar 22 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing Riau

    Polisi Bakar 22 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing Riau

    Waktu: 2026-09-12 18:19:10 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Aparat kepolisian menindak tambang emas ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Rabu (12/7/2026).

    Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana mengatakan, operasi pemberantasan tambang emas dilakukan di Kecamatan Kuantan Mudik dan Kecamatan Singingi.

    "Dari dua lokasi tersebut, kita menemukan 22 unit rakit tambang emas ilegal. Semua rakit itu dimusnahkan dengan cara dibakar," kata Hidayat saat diwawancarai wartawan di Kuansing, Rabu.

    Hidayat menjelaskan, operasi penindakan ini dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat dan perusahaan tentang aktivitas tambang emas ilegal yang merusak lingkungan.

    Penindakan di wilayah Kecamatan Kuantan Mudik, dilakukan tim gabungan kepolisian bersama TNI dan petugas keamanan PT. Karya Tama Bakti Mulya (KTBM).

    Tim gabungan menyisir dua lokasi, yakni areal kebun PT KTBM Afdeling 14 di Desa Lubuk Ramo dan Afdeling 4 di Desa Panta.

    Di lokasi tersebut petugas menemukan 17 unit rakit tambang emas ilegal, namun tidak beroperasi.

    Seluruh rakit kemudian dimusnahkan dengan cara dirusak dan dibakar, agar tidak dapat digunakan kembali.

    Sementara itu, di wilayah Kecamatan Singingi, petugas menemukan 5 unit rakit tambang emas ilegal di Sungai Batang Uwo, Desa Kebun Lado. Petugas juga melakukan pengrusakan dan membakar rakit tersebut.

    "Dalam kedua kegiatan penertiban tersebut, tidak ditemukan pelaku di lokasi, sehingga tidak ada tersangka," kata Hidayat.

    Hidayat menegaskan, pemberantasan tambang emas ilegal akan terus menjadi prioritasnya.

    Sebab, aktivitas tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak serius terhadap kelestarian lingkungan, kualitas sungai, serta keselamatan masyarakat.

    • Sebelumnya: MAKI Nilai Pernyataan Hotman di Kasus Febrie Bahaya, Coba Benturkan Proses Hukum
    • Selanjutnya: Krisis Murid Baru SD Negeri di Jateng dan DIY, Pakar Sebut Penduduk Usia Muda Terus Menurun

      Artikel Terkait

      • Viral Anjing Husky Berdarah Dibacok di Babelan Bekasi, Pelaku Dicari
      • Promo Indomaret Periode 17-22 Juli 2026, Camilan Berbagai Merk Diskon 30 Persen
      • 6 Cara Mencuci Buah dan Sayur agar Tetap Bersih dan Segar
      • Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan
      • RBR 2026 Sukses Digelar, Kapolda Riau Titip Tanam Pohon Trembesi ke Runners
      • Wali Kota Pekanbaru Yakin Argentina Melenggang ke Final
      • Dishub Bakal Tindak Sopir Angkot di Bogor yang Hapus Tanda 'Angkot Tua'
      • Israel Bocorkan Keberadaan Terbaru Mojtaba Khamenei, Sebut Tak Lagi di Iran
      • Pesan Vicente del Bosque dan Andres Iniesta Jelang Spanyol Vs Argentina
      • Liga Aspal Menteng, Anak-anak Dilatih Kekompakan Hingga Fair Dalam Bertanding

        Lihat Sekilas

      • Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Belum Tertangkap, Diduga Dibantu Bersembunyi
      • Pasokan Air PAM di Cengkareng Jakbar Ditargetkan Kembali Normal 23 Juli
      • Samsung Kembangkan Chip AI “Gaia”, Laptop Masa Depan Bakal Lebih Pintar
      • Inflasi AS Turun, Investor Kripto Pantau Bitcoin dan Ethereum
      • Rekam Jejak Pertemuan Spanyol Vs Argentina Jelang Final, termasuk Pembantaian 6-1
      • Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai Maksimal 10 Hari Lewat Sistem FIFO
      • Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga
      • Gempa M 4,8 Guncang Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
      • Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 Dosen
      • Prabowo Persilakan Kaji Pelibatan Kantin Sekolah untuk MBG
      • Copyright © 2026 Powered by Polisi Bakar 22 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing Riau,Vista Notebook   sitemap